- Aris Nur Huda: Saatnya Munas HIPMI XVIII Digelar di Kaltim
- Kutim Raih Penghargaan Arindama Infrastruktur di HUT ke-69 Kaltim
- Transaksi Sabu di Tanjung Laut Indah, Pemuda di Bontang Diciduk Polisi
- Ojol Bontang Minta WiFi hingga WC, Pemkot Janji Bangun Fasilitas Khusus pada 2027
- 4 Wilayah di Bontang Terendam Banjir, Guntung Paling Parah
- BPC HIPMI Samarinda dan Bandara APT Pranoto Dorong Produk UMKM Lokal Naik Kelas
- DPRD Samarinda Soroti Lemahnya Edukasi Keluarga sebagai Faktor Penghambat Penurunan Stunting
- Celni Soroti Lonjakan Jumlah Anak Pindahan, Minta Pemerintah Benahi Distribusi Siswa Antarwilayah
- Ledakan Tren Digital Pengaruhi Perilaku Sosial, DPRD Samarinda Minta Pemkot Perkuat Literasi dan Ana
- DPRD Samarinda Ingin Arah Pembangunan Kota Lebih Visioner dan Terintegrasi
Momentum Hari Guru Nasional, Ananda Emira Moies Dorong Kesejahteraan Guru di Kaltim

Keterangan Gambar : Wakil Ketua DPRD Kaltim, Ananda Emira Moeis. (Foto: HUMAS Sekretariat DPRD Kaltim)
ANALOGNEWS.id, SAMARINDA – Momentum peringatan Hari Guru Nasional (HGN) yang jatuh pada Senin (25/11/2024) mengundang perhatian serius Wakil Ketua DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Ananda Emira Moeis. Ia menilai guru sebagai pilar penting dalam membentuk generasi penerus bangsa, yang perannya sering kali terabaikan.
“Dorongan motivasi dan ilmu yang diberikan guru telah memberikan banyak pemahaman di tengah masyarakat yang majemuk,” ujar politisi PDI Perjuangan itu.
Ananda menegaskan perlunya langkah konkret dari pemerintah untuk meningkatkan taraf hidup guru. Tidak hanya tambahan insentif finansial, ia juga mendorong pengembangan profesi dan pengakuan publik atas kontribusi para pendidik.
Baca Lainnya :
- Pansus Kode Etik dan Tara Beracara DPRD Kaltim Susun Regulasi Demi Integritas Lembaga0
- Tantangan Sanitasi, Menyadarkan Masyarakat untuk Menjaga Kesehatan0
- Menggali Potensi Cokelat Lokal, DPRD Kaltim dan Pj Gubernur Kunjungi Desa Budaya Lung Anai0
- Peresmian GKII Linggang Kebut: Simbol Harmoni dan Spiritualitas di Kutai Barat0
- Peran Strategis Pemuda dalam Ketahanan Pangan di Kaltim0
Menurutnya, keberhasilan pendidikan di Kaltim bukan sekadar hasil dari kecerdasan siswa, tetapi juga bergantung pada dukungan maksimal untuk tenaga pengajar.
Dengan hadirnya Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kaltim, Ananda melihat peluang untuk mengintegrasikan nilai-nilai kearifan lokal ke dalam sistem pendidikan. Ia berharap pengembangan fasilitas pendidikan, pelatihan guru, dan kurikulum yang relevan dapat diprioritaskan guna menghadapi tantangan masa depan.
“Peningkatan pendidikan dapat dilakukan melalui peningkatan fasilitas pendidikan, pelatihan guru yang lebih baik, dan pengembangan kurikulum berbasis kearifan lokal,” katanya.
Ananda juga menyoroti kesenjangan antara pendidikan di kota dan desa, yang menurutnya menjadi masalah mendesak untuk diatasi. Ia menekankan pentingnya pemerataan akses pendidikan agar semua anak, termasuk dari keluarga kurang mampu, mendapatkan hak pendidikan yang setara.
“Jangan ada lagi membeda-bedakan hak dalam mendapatkan akses pendidikan yang layak di Kaltim. Baik fasilitas pendidikan maupun tenaga pengajar di kota dan desa harus setara,” tegasnya.
Selain itu, Ananda menggarisbawahi perlunya insentif lebih besar untuk guru yang mengabdi di wilayah terpencil. Ia yakin langkah ini dapat meningkatkan motivasi mereka dalam mendidik anak-anak di daerah pedalaman yang memiliki akses pendidikan terbatas.
“Pemerataan guru diperlukan. Mereka yang mengajar di daerah pedalaman dan terpencil perlu mendapatkan insentif lebih besar,” tambahnya.
Di akhir pernyataannya, Ananda menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh guru di Kaltim. Ia berharap kerja sama antara pemerintah dan masyarakat mampu mendorong kemajuan pendidikan yang lebih merata dan inklusif.
“Selamat Hari Guru Nasional. Semoga dengan upaya bersama, Kaltim dapat terus maju melalui peningkatan kualitas para guru,” tutupnya.
Peringatan Hari Guru Nasional kali ini menjadi pengingat bahwa memperjuangkan pendidikan berkualitas di Kaltim bukan hanya tugas guru semata, tetapi juga tanggung jawab kolektif semua pihak. (Fai/Adv/DPRDKaltim)










.jpg)
