- Turnamen Voli Putri Bontang Jadi Wadah Pemberdayaan Perempuan dan UMKM
- Kapal Fiber dan Jaring Gillnet Disiapkan, DKP3 Bontang Dorong Produktivitas KUB Nelayan
- DKP3 Perkuat Pengawasan Distribusi MBG, Pastikan Makanan Aman hingga Diterima Siswa
- Pemkot Serahkan Penanganan Sengketa Kapal Roro ke Kejaksaan, Neni: Itu Aset Pemerintah
- DKP3 Dorong Produktivitas Peternakan, Bantuan Kambing dan Pakan Difokuskan untuk Pengembangan Ternak
- DKP3 Libatkan Lintas OPD Susun FSVA 2026, Data Ketahanan Pangan Tiap Kelurahan Diverifikasi
- Libatkan Pelajar dalam Perintis Anti Narkoba, Wali Kota Bontang Pastian Pengurus Bebas Narkoba
- DKP3 Gandeng Universitas Brawijaya Kembangkan BONTAMI, Perkuat Hilirisasi Rumput Laut Bontang
- DP3AKB Bontang Sosialisasikan Aplikasi Si SAKA, Permudah Masyarakat Laporkan Dugaan Kekerasan
- Pemkot Bontang Pastikan APBD 2027 Fokus pada Program Prioritas di Tengah Tekanan Fiskal
Mengawal Masa Depan Kaltim, Salehuddin Dorong Transparansi dalam Penyaluran Beasiswa

Keterangan Gambar : Anggota DPRD Kaltim, Salehuddin. (Foto: Ist)
ANALOGNEWS.id, SAMARINDA - Salehuddin, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur (Kaltim) menegaskan bahwa beasiswa bukan sekadar bantuan finansial, melainkan investasi strategis untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM).
Namun, ia menyoroti adanya persoalan yang perlu dibenahi, khususnya dalam aspek transparansi dan selektivitas penyalurannya.
"Beasiswa ini sangat penting untuk pengembangan SDM di Kalimantan Timur, tetapi kita harus memastikan bahwa proses seleksinya lebih ketat dan transparan," ujar Saleh, sapaan akrabnya.
Baca Lainnya :
- Pilkada Padat, Pembentukan AKD DPRD Kaltim Tertunda0
- Dugaan Jual-Beli Bantuan Kapal Nelayan di Kukar, DKP Turun Tangan0
- Rombongan DPRD Kaltim Monitoring Pelaksanaan Pilkada di Balikpapan0
- Darlis Pattalongi Pimpin Peninjauan Pelaksanaan Pilkada 2024 di Bontang0
- Ekti Imanuel Gunakan Hak Pilih pada Pilkada 2024 di Kutai Barat0
Menurutnya, masih banyak calon penerima yang layak namun belum mendapatkan kesempatan, sementara beberapa penerima justru tidak memenuhi kriteria secara maksimal. Ia menyerukan adanya mekanisme yang lebih terbuka agar masyarakat dapat ikut mengawasi proses seleksi ini.
"Transparansi sangat penting. Mulai dari kriteria seleksi hingga pengumuman penerima beasiswa, semuanya harus jelas dan dapat diakses oleh publik," tegasnya.
Tidak hanya soal transparansi, Salehuddin juga menekankan pentingnya selektivitas. Ia berharap program beasiswa benar-benar menyasar individu yang memiliki potensi besar, terutama mereka yang terhambat oleh kendala ekonomi.
"Seleksi harus lebih ketat. Kita harus memastikan bahwa penerima adalah mereka yang tidak hanya membutuhkan bantuan finansial, tetapi juga memiliki prestasi akademis yang baik dan komitmen untuk berkontribusi bagi pembangunan daerah," jelasnya.
Lebih jauh, Saleh mengusulkan agar pemerintah melakukan evaluasi rutin terhadap para penerima beasiswa. Langkah ini, menurut Salehuddin, penting untuk memastikan bahwa dana yang diberikan dimanfaatkan dengan baik.
"Jangan sampai ada penerima yang menyia-nyiakan kesempatan ini. Jika ada pelanggaran, pemerintah harus berani mengambil tindakan tegas," tambahnya.
Bagi Saleh, program beasiswa harus menjadi solusi jangka panjang dalam mencetak generasi unggul di Kalimantan Timur. Ia meyakini bahwa dengan pengelolaan yang lebih baik, manfaat dari program ini akan terasa beberapa tahun ke depan.
"Ini adalah investasi untuk masa depan kita. Jika beasiswa ini disalurkan dengan tepat, kita akan melihat hasilnya dalam lulusan-lulusan berkualitas yang siap berkontribusi untuk pembangunan daerah," ujarnya penuh optimisme.
Melalui perbaikan mekanisme seleksi dan pengawasan yang ketat, Salehuddin berharap Kalimantan Timur mampu mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga mampu membawa perubahan positif bagi daerah. Ia mengingatkan, tantangan masa depan hanya dapat dihadapi dengan SDM berkualitas, dan beasiswa adalah salah satu kunci utamanya. (Fai/Adv/DPRDKaltim)










.jpg)
