- Pemkot Bontang Pastikan APBD 2027 Fokus pada Program Prioritas di Tengah Tekanan Fiskal
- DKP3 Bontang Bekali Nelayan Pengetahuan Mitigasi Bencana untuk Kurangi Risiko di Laut
- DKP3 Bontang Perkuat Sinergi Perluas Akses Permodalan bagi Pelaku Usaha Sektor Pangan
- DKP3 Bontang Sinkronkan Data Pupuk Bersubsidi, Pastikan Distribusi Sesuai Kebutuhan Petani
- DKP3 Bontang Terapkan Penyaluran Benih Ikan Bertahap untuk Jaga Siklus Produksi Pembudidaya
- DKP3 Bontang Cek Langsung Lokasi Budidaya Ikan Sebelum Tetapkan Penerima Bantuan
- DKP3 Libatkan Kelompok Tani Dukung Pencegahan Stunting Lewat Bantuan Ayam Petelur
- DKP3 Bontang Verifikasi Bantuan Jaring, Pastikan Sesuai Kebutuhan Nelayan
- DKP3 Bontang Perkuat Pelaporan Sisa Pangan SPPG untuk Evaluasi Program MBG
- Pemkot Bontang Perluas Transaksi Non-Tunai, Tiga OPD Terima Perangkat Pembayaran Digital
Dugaan Jual-Beli Bantuan Kapal Nelayan di Kukar, DKP Turun Tangan

Keterangan Gambar : DKP Kukar lakukan verifikasi lapangan mengenai kasus perjualbelian bantuan kapal yang di lakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. (Foto : Istimewa)
ANALOGNEWS.id, KUTAI KARTANEGARA – Sebuah kasus yang mencuat di media sosial tentang dugaan penjualan bantuan kapal untuk nelayan memantik respons cepat Dinas Perikanan dan Kelautan (DKP) Kutai Kartanegara.
Bantuan yang seharusnya menjadi penopang kesejahteraan nelayan justru diduga diperjualbelikan oleh oknum tak bertanggung jawab. Untuk meluruskan kabar ini, DKP Kukar langsung turun ke lapangan pada Jumat (29/11/2024) di Kelurahan Kuala Samboja, Kecamatan Samboja.
Kapal yang diberikan melalui program bantuan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan produktivitas nelayan. Namun, berita tentang penyalahgunaan bantuan ini memunculkan kekhawatiran, terutama di kalangan pejabat DKP Kukar.
Baca Lainnya :
- Rombongan DPRD Kaltim Monitoring Pelaksanaan Pilkada di Balikpapan0
- Darlis Pattalongi Pimpin Peninjauan Pelaksanaan Pilkada 2024 di Bontang0
- Ekti Imanuel Gunakan Hak Pilih pada Pilkada 2024 di Kutai Barat0
- Doa Lintas Iman dan Deklarasi Pilkada Berintegritas, Wujudkan Pemilihan Damai di Kaltim0
- Legislator Kaltim Ikut Tinjau Pelaksanaan Pilkada Serentak di Samarinda0
Surya Herry Yussal, selaku pemangku kegiatan tersebut mengungkapkan bahwa pihaknya ingin memastikan kebenaran kabar tersebut.
“Kami ingin memperjelas, apakah kapal yang diinformasikan di media itu benar dijual atau tidak. Bantuan ini sudah melalui verifikasi validasi dan kesepakatan bersama antara kelurahan kuala samboja, pihak kecamatan dan Dinas Kelautan dan Perikanan Kukar untuk disalurkan dengan tepat sasaran sesuai data RBPK dan jangan sampai disalahgunakan," ujar Surya.
Dalam investigasi di lapangan, muncul informasi bahwa oknum tertentu mencoba menghasut penerima bantuan untuk menjual kapal. Salah satu pernyataan yang dilaporkan berbunyi, “Barangnya jual saja ke saya.” Namun, ada juga klaim bahwa transaksi tersebut hanya berupa pinjam pakai, bukan perjualbelian.
Surya menyayangkan tindakan tersebut, mengingat bantuan itu dirancang untuk meningkatkan pemberdayaan ekonomi nelayan.
Lurah Kuala Samboja, Usman, turut mendampingi DKP Kukar dalam proses verifikasi. Ia berharap kejadian ini menjadi pelajaran dan tidak terulang di masa depan. "Bantuan ini penting untuk kebutuhan ekonomi nelayan. Kami ingin memastikan semuanya digunakan sesuai peruntukannya," ungkap Usman.
Surya menjelaskan bahwa bantuan kapal ini diberikan melalui proses seleksi ketat, berdasarkan data *Penyasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem* (P3KE) yang dikelola oleh Rumah Besar Penanggulangan Kemiskinan (RBPK). Data penerima diverifikasi bersama antara pihak kelurahan samboja kuala, penyuluh dan petugas Dinas Kelautan dan Perikanan untuk memastikan bahwa penerima benar-benar nelayan aktif dan masuk dalam data RBPK.
Selain itu, setiap penerima bantuan diwajibkan menandatangani fakta integritas dan siap diaudit oleh lembaga pengawas seperti BPK, BPKP, hingga KPK. "Ini untuk memastikan bantuan tidak disalahgunakan atau diperjualbelikan," kata Surya.
DKP Kukar berkomitmen mendalami kasus ini hingga tuntas. Jika ditemukan pelanggaran, oknum yang terlibat akan ditindak sesuai hukum. Ke depan, DKP Kukar juga menegaskan pentingnya pembinaan berkelanjutan agar kejadian serupa tidak terulang.
“Bantuan ini adalah untuk meningkatkan kesejahteraan, bukan untuk disalahgunakan. Kami akan terus mengawasi agar semua berjalan sesuai aturan,” tutup Surya.
Kasus ini menjadi pengingat pentingnya tanggung jawab bersama dalam memanfaatkan bantuan pemerintah. Para nelayan di Kuala Samboja diharapkan dapat menjaga kepercayaan ini demi kesejahteraan mereka sendiri dan komunitas. Bukan hanya sekadar bantuan, kapal tersebut adalah harapan akan masa depan yang lebih baik bagi para nelayan Kukar. (MF)










.jpg)
