- Pemkot Bontang Pastikan APBD 2027 Fokus pada Program Prioritas di Tengah Tekanan Fiskal
- DKP3 Bontang Bekali Nelayan Pengetahuan Mitigasi Bencana untuk Kurangi Risiko di Laut
- DKP3 Bontang Perkuat Sinergi Perluas Akses Permodalan bagi Pelaku Usaha Sektor Pangan
- DKP3 Bontang Sinkronkan Data Pupuk Bersubsidi, Pastikan Distribusi Sesuai Kebutuhan Petani
- DKP3 Bontang Terapkan Penyaluran Benih Ikan Bertahap untuk Jaga Siklus Produksi Pembudidaya
- DKP3 Bontang Cek Langsung Lokasi Budidaya Ikan Sebelum Tetapkan Penerima Bantuan
- DKP3 Libatkan Kelompok Tani Dukung Pencegahan Stunting Lewat Bantuan Ayam Petelur
- DKP3 Bontang Verifikasi Bantuan Jaring, Pastikan Sesuai Kebutuhan Nelayan
- DKP3 Bontang Perkuat Pelaporan Sisa Pangan SPPG untuk Evaluasi Program MBG
- Pemkot Bontang Perluas Transaksi Non-Tunai, Tiga OPD Terima Perangkat Pembayaran Digital
Ketua Komisi II DPRD Kaltim Tekankan Pentingnya Kualitas Produk dalam Menarik Minat Konsumen

Keterangan Gambar : Nidya listiyono anggota DPRD Kaltim
ANALOGNEWS.id, SAMARINDA - Anggota DPRD provinsi Kalimantan Timur, Nidya Listiyono menekankan pentingnya Kualitas produk agar ditingkatkan oleh pelaku-pelaku UMKM di provinsi Kalimantan Timur.
Nidya Listiyono pun mendorong agar pelaku-pelaku UMKM, untuk benar-benar memperhatikan kualitas produknya. Karena menurutnya, kualitas Produk akan secara otomatis berpengaruh dengan daya minat konsumen.
"Maka sangat perlu bagi pelaku UMKM untuk memastikan kualitas produknya bukan hanya sekedar mencari keuntungan saja, Kalau ada kualitas pasti kan ada harganya kan," ungkap Nidya, beberapa waktu lalu
Baca Lainnya :
- DPRD Sebut Program UMKM Pemerintah Kurang Disosialisasikan0
- DPRD Kaltim Menyambut Kunjungan 350 Siswa-Siswi MTs Negeri Samarinda0
- DPRD Kaltim menyambut Kunjungan ALHI0
- Usai Setujui Menjadi Perda, Ranperda PUG Dalam Proses Tahap Fasilitasi Menuju Kemendagri0
- Komisi IV DPRD Kaltim Sampaikan Laporan Akhir Ranperda PUG Pada Sidang Paripurna ke 400
Politisi Golkar tersebut juga beranggapan bahwa, produk lokal di Provinsi Kaltim sebenarnya sangat banyak, hanya saja yang masih dianggap minim adalah promosinya terhadap masyarakat.
"Seperti sarung khas Kaltim, rotan dan lainnya. Itu semua produk yang memiliki nilai jual tinggi," terangnya.
Lanjutnya, Nidya juga mengatakan bahwa semua pelaku UMKM memiliki peluang, tinggal bagaimana memanfaatkan peluang misalnya, dengan memaksimalkan pemanfaatan teknologi yang sedang berkembang.
"Merek lokal seharusnya bisa di branding-kan hingga ke luar pulau. Selama ini merek yang ada di pasaran hanya merek umum. Kita tidak pernah memiliki merek asli dari Kaltim," bebernya.
Hal tersebut ia anggap merupakan bagian dari strategi marketing yang sepatutnya dipahami oleh para pelaku UMKM demi meningkatkan profit dan values produk lokal. (Adv)










.jpg)
