- Pemkot Bontang Pastikan APBD 2027 Fokus pada Program Prioritas di Tengah Tekanan Fiskal
- DKP3 Bontang Bekali Nelayan Pengetahuan Mitigasi Bencana untuk Kurangi Risiko di Laut
- DKP3 Bontang Perkuat Sinergi Perluas Akses Permodalan bagi Pelaku Usaha Sektor Pangan
- DKP3 Bontang Sinkronkan Data Pupuk Bersubsidi, Pastikan Distribusi Sesuai Kebutuhan Petani
- DKP3 Bontang Terapkan Penyaluran Benih Ikan Bertahap untuk Jaga Siklus Produksi Pembudidaya
- DKP3 Bontang Cek Langsung Lokasi Budidaya Ikan Sebelum Tetapkan Penerima Bantuan
- DKP3 Libatkan Kelompok Tani Dukung Pencegahan Stunting Lewat Bantuan Ayam Petelur
- DKP3 Bontang Verifikasi Bantuan Jaring, Pastikan Sesuai Kebutuhan Nelayan
- DKP3 Bontang Perkuat Pelaporan Sisa Pangan SPPG untuk Evaluasi Program MBG
- Pemkot Bontang Perluas Transaksi Non-Tunai, Tiga OPD Terima Perangkat Pembayaran Digital
Ketua DPRD Kaltim Minta RSUD Transparan Kelola Dana Hibah

Keterangan Gambar : Ketua DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Hasanuddin Mas’ud. (Foto: Ist)
ANALOGNEWS.id, SAMARINDA – Ketua DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Hasanuddin Mas’ud, meminta seluruh Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) yang menerima dana hibah dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk menyusun laporan keuangan secara transparan. Langkah ini dinilai penting sebagai bentuk pertanggungjawaban manajemen RSUD terhadap penggunaan anggaran publik.
“Selama ini laporan penggunaan hibah tidak pernah ditembuskan ke DPRD, padahal kami memiliki kewenangan untuk memastikan dana tersebut dikelola dengan benar,” tegas Hasanuddin.
Ia menilai, pengelolaan dana rumah sakit sebaiknya dirancang bersama Dinas Kesehatan agar alokasi anggaran lebih terukur. Dengan begitu, Komisi IV DPRD dapat memantau strategi pengelolaan anggaran kesehatan secara menyeluruh, termasuk perencanaan layanan jangka panjang.
Baca Lainnya :
- DPRD Kaltim Dorong Integrasi CSR untuk Kurangi Ketergantungan DBH0
- DPRD Kaltim Usulkan Kenaikan Insentif Guru Honorer Swasta0
- Usulan Kenaikan Insentif Guru Honorer Swasta Disepakati0
- Komisi III DPRD Kaltim Bahas Realisasi dan Rencana Anggaran PUPR-PERA dan ESDM0
- Sekwan DPRD Kaltim Hadiri Morning Briefing Bahas Perbaikan Kearsipan0
Saat ini, laporan keuangan rumah sakit umumnya hanya disampaikan ke pemerintah, sehingga DPRD kesulitan mendapatkan informasi detail dan fungsi pengawasan menjadi terbatas. Padahal, potensi pendapatan RSUD di Kaltim cukup besar.
Berdasarkan data, RSUD AWS Samarinda menghasilkan sekitar Rp545 miliar per tahun, RSUD Kanudjoso Djatiwibowo Balikpapan Rp478 miliar, RSUD Atma Husada Mahakam Rp23 miliar, RSUD Mata Rp14 miliar, dan RSUD Aji Muhammad Salehuddin II sekitar Rp1,8 miliar.
Selain itu, Dinas Kesehatan Kaltim juga menyiapkan tambahan anggaran sebesar Rp16,8 miliar untuk memenuhi kebutuhan tenaga medis, khususnya dokter spesialis. “Tambahan anggaran ini diharapkan bisa memperkuat pelayanan sekaligus mengurangi kekurangan tenaga ahli di rumah sakit daerah,” jelasnya.
Hasanuddin menegaskan, tata kelola rumah sakit yang baik akan berdampak langsung pada pendapatan, efisiensi, serta kualitas layanan. Ia juga mendorong RSUD menghadirkan inovasi dalam pelayanan dan memastikan fasilitas dasar, seperti ruang rawat dan tempat tidur pasien, terpenuhi. “Kami optimis dana publik yang diberikan dapat benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat melalui peningkatan layanan kesehatan di seluruh Kaltim,” pungkasnya. (SRA/ADV/DPRDKALTIM)










.jpg)
