- Aris Nur Huda: Saatnya Munas HIPMI XVIII Digelar di Kaltim
- Kutim Raih Penghargaan Arindama Infrastruktur di HUT ke-69 Kaltim
- Transaksi Sabu di Tanjung Laut Indah, Pemuda di Bontang Diciduk Polisi
- Ojol Bontang Minta WiFi hingga WC, Pemkot Janji Bangun Fasilitas Khusus pada 2027
- 4 Wilayah di Bontang Terendam Banjir, Guntung Paling Parah
- BPC HIPMI Samarinda dan Bandara APT Pranoto Dorong Produk UMKM Lokal Naik Kelas
- DPRD Samarinda Soroti Lemahnya Edukasi Keluarga sebagai Faktor Penghambat Penurunan Stunting
- Celni Soroti Lonjakan Jumlah Anak Pindahan, Minta Pemerintah Benahi Distribusi Siswa Antarwilayah
- Ledakan Tren Digital Pengaruhi Perilaku Sosial, DPRD Samarinda Minta Pemkot Perkuat Literasi dan Ana
- DPRD Samarinda Ingin Arah Pembangunan Kota Lebih Visioner dan Terintegrasi
DPRD Kaltim Usulkan Kenaikan Insentif Guru Honorer Swasta

Keterangan Gambar : Ketua Komisi IV DPRD Kaltim, H. Baba. (Foto: Ist)
ANALOGNEWS.id, SAMARINDA – Komisi IV DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) mengusulkan kenaikan insentif bagi guru honorer di sekolah swasta sebesar 50 persen atau Rp500 ribu per bulan. Jika disetujui, insentif yang sebelumnya Rp1 juta akan naik menjadi Rp1,5 juta per bulan.
Usulan tersebut disepakati dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang melibatkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim, Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setdaprov Kaltim, Dewan Pendidikan Kaltim, serta Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Swasta, Senin (25/8/2025).
“Kita sesuai juknis, berapa persen kenaikan insentifnya,” ujar Ketua Komisi IV DPRD Kaltim, H. Baba, usai RDP di Kantor DPRD Kaltim.
Baca Lainnya :
- Usulan Kenaikan Insentif Guru Honorer Swasta Disepakati0
- Komisi III DPRD Kaltim Bahas Realisasi dan Rencana Anggaran PUPR-PERA dan ESDM0
- Sekwan DPRD Kaltim Hadiri Morning Briefing Bahas Perbaikan Kearsipan0
- Muhammad Husni Fahruddin Pastikan Pembangunan IKN Tetap Prioritas0
- Salehuddin Dorong Penyediaan Sarpras Pendidikan yang Memadai di Kaltim0
Ia menjelaskan, usulan ini dilatarbelakangi adanya kesenjangan insentif yang cukup jauh antara guru honorer swasta dan guru honorer di sekolah negeri. Saat ini, guru honorer swasta rata-rata hanya menerima Rp1 juta, sedangkan guru honorer negeri bisa memperoleh hingga Rp2,5 juta per bulan.
“Perbedaan ini sudah terlalu jauh antara guru negeri dan swasta. Karena itu perlu ada kebijakan yang lebih adil,” tegas H. Baba. (SRA/ADV/DPRDKALTIM)










.jpg)
