- HAN 2026, Pemkot Bontang dan BAZNAS Beri Dukungan bagi 300 Anak
- Bimbingan Pra Nikah Remaja, Pemkot Bontang Dorong Pelajar Fokus Siapkan Masa Depan
- HUT ke-36 PW-BKAG Bontang, Agus Haris Dorong Perempuan Perkuat Pelayanan Sosial
- Pusdiklat Paskibraka Bontang Dimulai, Agus Haris Tekankan Pembentukan Karakter
- Harganas ke-33, Wali Kota Bontang Soroti Pentingnya Kehadiran Ayah dalam Keluarga
- Wali Kota Bontang Pastikan 11 Rekomendasi BPK Masih Dikawal hingga Tuntas
- 132 Mahasiswa KKN Kolaborasi Diterjunkan ke 15 Kelurahan di Bontang
- Pemkot Bontang Perkuat Perlindungan Pekerja Konstruksi Lewat BPJS Ketenagakerjaan
- Pemkot Bontang Gandeng Dunia Usaha Jaga Keberlanjutan Jaminan Kesehatan Gratis
- Digitalisasi Transaksi Daerah Bontang Capai 83,4 Persen, Pemkot Perkuat TP2DD
Kaltim Bertekad Tingkatkan Indeks Pembangunan Pemuda untuk Dukung IKN Nusantara

Analognews.id, Samarinda-Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Timur, Agus Hari Kesuma (AHK), mengungkapkan bahwa Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) Kaltim berada di peringkat 17 dari 38 provinsi di Indonesia.
Pencapaian ini dianggap krusial, mengingat Kaltim akan menjadi penyangga utama Ibu Kota Nusantara (IKN), sehingga peningkatan IPP dinilai sangat penting.
Baca Lainnya :
- Optimalisasi Karang Taruna: Langkah Dispora Kaltim dalam Memajukan Pemuda di Daerah0
- Dispora Kaltim Jaring Atlet Sepak Bola Terbaik untuk Pra Popnas di Kendari0
- Alda, Pemuda Pelopor dari Tenggarong: Inspirasi di Bidang Pendidikan dan Keterampilan Menjahit0
- Minat Olahraga Masyarakat Kaltim Masih Rendah, Dispora Berupaya Meningkatkan Partisipasi0
- Program Kepemudaan Kaltim Harus Diselaraskan Dengan Program di Kabupaten Kota0
“Kita harus banyak kerja keras untuk meningkatkan IPP di Kaltim. Apalagi kita akan menjadi IKN. Kita harus punya SDM yang berakhlak mulia dan berdaya saing,” ujar Agus, sapaannya.
Agus menjelaskan bahwa IPP adalah indikator kualitas hidup pemuda yang dilihat dari enam aspek, yaitu pendidikan, kesehatan, kesejahteraan, kesempatan kerja, partisipasi dan kepemimpinan, serta gender dan diskriminasi.
Pemerintah menargetkan IPP nasional mencapai angka 57,67 pada akhir tahun 2024.
“Kita harus meningkatkan semua domain IPP agar bisa mencapai target nasional,” jelasnya.
Dispora Kaltim saat ini tengah melakukan berbagai upaya untuk membangun kualitas pemuda di provinsi tersebut, salah satunya dengan melibatkan seluruh elemen terkait, termasuk akademisi, pemerintah, swasta, media, masyarakat, serta organisasi kepemudaan.
“Kita butuh sinergitas dan komitmen bersama dari berbagai pihak. Pemuda adalah subjek utama dalam pembangunan IPP,” tambahnya.
AHK berharap dengan peningkatan IPP, Kalimantan Timur dapat memanfaatkan peluang bonus demografi dan mencetak pemuda yang mampu menjadi pemimpin masa depan yang berkualitas.
“Kita ingin mencetak SDM unggul yang memiliki daya saing tinggi, baik di kota maupun di desa. Kita ingin mereka bisa berkontribusi untuk kemajuan Kaltim dan Indonesia,” pungkasnya. (Adv)










.jpg)
