- Pemkot Bontang Pastikan APBD 2027 Fokus pada Program Prioritas di Tengah Tekanan Fiskal
- DKP3 Bontang Bekali Nelayan Pengetahuan Mitigasi Bencana untuk Kurangi Risiko di Laut
- DKP3 Bontang Perkuat Sinergi Perluas Akses Permodalan bagi Pelaku Usaha Sektor Pangan
- DKP3 Bontang Sinkronkan Data Pupuk Bersubsidi, Pastikan Distribusi Sesuai Kebutuhan Petani
- DKP3 Bontang Terapkan Penyaluran Benih Ikan Bertahap untuk Jaga Siklus Produksi Pembudidaya
- DKP3 Bontang Cek Langsung Lokasi Budidaya Ikan Sebelum Tetapkan Penerima Bantuan
- DKP3 Libatkan Kelompok Tani Dukung Pencegahan Stunting Lewat Bantuan Ayam Petelur
- DKP3 Bontang Verifikasi Bantuan Jaring, Pastikan Sesuai Kebutuhan Nelayan
- DKP3 Bontang Perkuat Pelaporan Sisa Pangan SPPG untuk Evaluasi Program MBG
- Pemkot Bontang Perluas Transaksi Non-Tunai, Tiga OPD Terima Perangkat Pembayaran Digital
Izin PBG Harus Penuhi Syarat Arsitek Bersertifikat, DPM-PTSP Bontang: Segera Dibahas
_(14)_20.jpg)
ANALOG NEWS - Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Bontang berencana melakukan rapat dengan pihak Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Kota Bontang.
Langkah ini diambil sebagai tindak lanjut dari aturan mengenai penyedia jasa arsitek yang diatur dalam Undang-Undang Cipta Kerja, khususnya terkait Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) yang menuntut adanya tahapan kompleks.
"Untuk menjadi arsitek bersertifikasi saat ini tidaklah mudah," ujar Kepala Bidang Perizinan DPM-PTSP Bontang, Febtri.
Baca Lainnya :
- Kepala DPM-PTSP Bontang: Kita Siap Jadi Kota Tujuan Investor0
- Layanan Tenant Dinas Lingkungan Hidup di DPM-PTSP Bontang0
- Soal Reklame Rokok, Ini Kata DPM-PTSP Bontang0
- Langkah Prosedur Izin Reklame DPM-PTSP Bontang0
- Beragam Bentuk Pelayanan DPM-PTSP Bontang0
Ia menambahkan bahwa dari ratusan arsitek yang ada di Kota Bontang, hanya sedikit yang memiliki sertifikasi.
""Salah satu masalah di Bontang adalah jumlah arsitek bersertifikasi yang terbatas, padahal ada ratusan permohonan. Meskipun ada banyak arsitek, hanya sedikit yang memiliki sertifikasi," ungkapnya.
Kata dia, hal Ini terus-terus menjadi masalah besar bagis siapapun yang ingin mengurus izin tersebut.
"Dalam rapat dengan PU, PTSP Provinsi, dan IAI Cabang Kaltim, saya bertanya apakah harga jasa arsitek bisa diturunkan," tambahnya.
Terlebih lagi, biaya yang tinggi membuat banyak orang enggan mengurus izin.
"Saya berharap arsitek bisa menetapkan rentang harga yang lebih terjangkau," sambung Febtri.
Proses untuk mendapatkan sertifikasi arsitek sangat rumit, mahasiswa arsitektur yang lulus harus mendaftar di IAI dan magang selama 2 tahun.
Setelah itu, mereka harus menjalani ujian teori, praktek, dan lainnya. Jika lulus, baru mereka mendapatkan sertifikat IAI dan mendaftar di PTSP provinsi untuk mendapatkan lisensi.
"Jadi, betapa sulitnya mendapatkan satu lembar sertifikat itu," jelasnya.
Karena itu, Fetbri mengatakan bahwa pihaknya akan mengundang pihak PU dan IAI Kota Bontang untuk mengadakan rapat terkait masalah ini.
"Pemohon tentunya akan menghadapi permasalahan biaya jasa arsitek yang tinggi, terutama untuk rumah tinggal. Untuk mengatasinya, kami berencana segera membahasnya bulan ini atau awal bulan depan," pungkasnya. (ADV)










.jpg)
