- Pemkot Bontang Pastikan APBD 2027 Fokus pada Program Prioritas di Tengah Tekanan Fiskal
- DKP3 Bontang Bekali Nelayan Pengetahuan Mitigasi Bencana untuk Kurangi Risiko di Laut
- DKP3 Bontang Perkuat Sinergi Perluas Akses Permodalan bagi Pelaku Usaha Sektor Pangan
- DKP3 Bontang Sinkronkan Data Pupuk Bersubsidi, Pastikan Distribusi Sesuai Kebutuhan Petani
- DKP3 Bontang Terapkan Penyaluran Benih Ikan Bertahap untuk Jaga Siklus Produksi Pembudidaya
- DKP3 Bontang Cek Langsung Lokasi Budidaya Ikan Sebelum Tetapkan Penerima Bantuan
- DKP3 Libatkan Kelompok Tani Dukung Pencegahan Stunting Lewat Bantuan Ayam Petelur
- DKP3 Bontang Verifikasi Bantuan Jaring, Pastikan Sesuai Kebutuhan Nelayan
- DKP3 Bontang Perkuat Pelaporan Sisa Pangan SPPG untuk Evaluasi Program MBG
- Pemkot Bontang Perluas Transaksi Non-Tunai, Tiga OPD Terima Perangkat Pembayaran Digital
Ini yang Harus Dimiliki Calon Kepala Otorita IKN Nusantara Menurut Ketua TWAP Samarinda

ANALOGNEWS.ID - Ketua Tim Walikota untuk Akselerasi Pembangunan (TWAP) Kota Samarinda Syaparudin memberi pendapat terkait kriteria Kepala Otorita Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.
Dia mencatat tiga kriteria yang harus dimiliki siapapun yang kelak ditunjuk Presiden Jokowi memimpin Badan Otorita IKN Nusantara.
“Pertama harus memiliki kemampuan manajemen pemerintahan dan tata kota berkelas global,” kata Syaparudin, Jumat (4/2/2022).
Baca Lainnya :
- Virus Corona Kembali Melonjak, Kapasitas PTM Dikurangi. Berikut Aturannya0
- Target Pemindahan IKN Rampung di 2024, ASN Mulai Dipindah Secara Tertahap0
- Pesawat Susi Air Diusir Satpol PP, Pengamat Sebut Memindahkan Pesawat Butuh Penanganan Khusus0
- Din Syamsuddin akan Gugat UU IKN ke MK0
- Digelari Sultan Hingga Mampu Beli Klub Bola, Ini Sumber Kekayaan Raffi Ahmad0
Kedua, calon Kepala Badan Otorita IKN Nusantara harus memiliki kemampuan pergaulan dan adaptasi dengan budaya dan peradaban dunia.
“Dan ketiga, dia harus memiliki jaringan dengan kepentingan pemangku kepentingan ekonomi global dan punya jam terbang tinggi,” imbuhnya.
Syaparudin tak menyebut nama. Soal sejumlah nama awal yang dimunculkan Jokowi mulai mantan Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro, mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, mantan Dirut PT Wijaya Karya Tumiyana hingga mantan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas. Syaparudin tak ingin menanggapi.
Demikian juga nama-nama baru yang muncul karena ungkapan Jokowi, calon Kepala Badan Otorita harus mantan kepala daerah dan berlatar arsitek. Di antara profil itu muncullah nama mantan wali kota Surabaya Tri Rismaharini dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.
Mereka disebut-sebut akan dipilih Presiden Jokowi untuk fokus membangun IKN dengan konsep green city dan smart city. Istana Negara di tengah hutan.
“Soal siapa yang paling layak, sepenuhnya kita serahkan ke Pak Presiden Jokowi. Beliau yang paling paham kapasitas para calon,” jawab Syaparudin.
Sedangkan soal beberapa nama tokoh lokal yang digadang-gadang bisa memimpin Badan Otorita IKN karena dinilai lebih mengerti seluk beluk daerah, seperti Gubernur Isran Noor, mantan wali kota Balikpapan Rizal Efendi, mantan gubernur Kaltara Irianto Lambrie, mantan wali kota Samarinda Syaharie Jaang dan mantan Sekda Provinsi Kaltim HM Sa’bani, Syaparudin tetap tak menyebut nama.
“Saya hanya berharap agar tokoh Kaltim terakomodasi di dalam Badan Otorita IKN,” tandasnya.
Hingga hari ini, Presiden Joko Widodo (Jokowi) belum menetapkan siapa yang akan duduk di kursi Kepala Badan Otorita Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Bahkan dua pekan sejak UU IKN disahkan DPR, Jokowi pun belum juga menyebut nama. (Redaksi)










.jpg)
