- Pemkot Bontang Pastikan APBD 2027 Fokus pada Program Prioritas di Tengah Tekanan Fiskal
- DKP3 Bontang Bekali Nelayan Pengetahuan Mitigasi Bencana untuk Kurangi Risiko di Laut
- DKP3 Bontang Perkuat Sinergi Perluas Akses Permodalan bagi Pelaku Usaha Sektor Pangan
- DKP3 Bontang Sinkronkan Data Pupuk Bersubsidi, Pastikan Distribusi Sesuai Kebutuhan Petani
- DKP3 Bontang Terapkan Penyaluran Benih Ikan Bertahap untuk Jaga Siklus Produksi Pembudidaya
- DKP3 Bontang Cek Langsung Lokasi Budidaya Ikan Sebelum Tetapkan Penerima Bantuan
- DKP3 Libatkan Kelompok Tani Dukung Pencegahan Stunting Lewat Bantuan Ayam Petelur
- DKP3 Bontang Verifikasi Bantuan Jaring, Pastikan Sesuai Kebutuhan Nelayan
- DKP3 Bontang Perkuat Pelaporan Sisa Pangan SPPG untuk Evaluasi Program MBG
- Pemkot Bontang Perluas Transaksi Non-Tunai, Tiga OPD Terima Perangkat Pembayaran Digital
DPRD Kutim Dorong Pemerintah Prioritaskan Pendidikan, Terutama di Wilayah 3T

Keterangan Gambar : Anggota DPRD Kutai Timur, Agusriansyah Ridwan. (ist)
ANALOGNEWS.id, KUTAI TIMUR – Anggota DPRD Kutai Timur (Kutim), Agusriansyah Ridwan menyampaikan ke pemerintah melalui organisasi perangkat daerah (OPD) sejatinya mengedepankan dunia pendidikan demi kemajuan daerah.
Dia mengatakan, hari terus melakukan mobilisasi untuk melakukan identifikasi database terhadap kebutuhan sarana dan prasarana setiap sekolah.
“Pemerintah harus terus melakukan mobilisasi untuk identifikasi database terhadap kebutuhan sarpras sekolah-sekolah,” kata Politikus PKS itu belum lama ini kepada awak media.
Baca Lainnya :
- Ketua DPRD Kutim Apresiasi Langkah Pemerintah Angkat 1.017 Honoree jadi PPPK0
- Mengupayakan Masa Depan Berkelanjutan: Perjalanan Menuju Kota Hijau0
- Dewan Komitmen Jalankan Rekomendasi BPK Usai Kutim Raih Opini WTP0
- Arfan Dorong Pemda Membenahi Sektor Pariwisata untuk Tingkatkan PAD0
- DPRD Kutim Dorong Pemerintah Lakukan Pemerataan Jaringan Internet Hingga Pelosok0
Dia pun mengapresiasi langkah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) dalam melakukan pemerataan sarana prasarana (sarpras) dan kemajuan teknologi di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Berdasarkan data dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), setidaknya terdapat 13 Desa di Kutim yang termasuk dalam wilayah 3T. Agusriansyah mengatakan, sejumlah upaya yang dilakukan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, yakni pembuatan unit kesehatan siswa (UKS), laboratorium sekolah, pembuatan ruang kelas baru, dan lainnya. Meski demikian, menurutnya masih ada beberapa sekolah yang terjangkau dalam pemenuhan sarpras.
Dia bilang, database setiap sekolah harus terupdate agar kegiatan belajar mengajar tidak terhambat atau terkendala.
“Karena akan berpengaruh pada cepat atau lambatnya suatu usulan pengadaan sarpras di setiap sekolah jika ini tidak update. Harus disiapkan database jauh sebelumnya. Jangan menjelang pengajuan, baru disusun,” sebut anggota Komisi D DPRD Kutim itu.
Ia menginginkan agar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutai Timur, terus melakukan inovasi dan jeli melihat kebutuhan pendidikan yang ada di wilayah 3T. Dengan fasilitas yang layak, menurutnya akan meningkatkan kualitas pendidikan.
“Pemerataan pendidikan di Kutim harus direalisasikan, sehingga tidak ada lagi yang tertinggal,” harapnya. (Adv)

Views: 973










.jpg)
