- Pemkot Bontang Pastikan APBD 2027 Fokus pada Program Prioritas di Tengah Tekanan Fiskal
- DKP3 Bontang Bekali Nelayan Pengetahuan Mitigasi Bencana untuk Kurangi Risiko di Laut
- DKP3 Bontang Perkuat Sinergi Perluas Akses Permodalan bagi Pelaku Usaha Sektor Pangan
- DKP3 Bontang Sinkronkan Data Pupuk Bersubsidi, Pastikan Distribusi Sesuai Kebutuhan Petani
- DKP3 Bontang Terapkan Penyaluran Benih Ikan Bertahap untuk Jaga Siklus Produksi Pembudidaya
- DKP3 Bontang Cek Langsung Lokasi Budidaya Ikan Sebelum Tetapkan Penerima Bantuan
- DKP3 Libatkan Kelompok Tani Dukung Pencegahan Stunting Lewat Bantuan Ayam Petelur
- DKP3 Bontang Verifikasi Bantuan Jaring, Pastikan Sesuai Kebutuhan Nelayan
- DKP3 Bontang Perkuat Pelaporan Sisa Pangan SPPG untuk Evaluasi Program MBG
- Pemkot Bontang Perluas Transaksi Non-Tunai, Tiga OPD Terima Perangkat Pembayaran Digital
DPRD Kutai Timur Fokus pada Pemberdayaan UMKM untuk Atasi Pengangguran

Keterangan Gambar : Anggota DPRD Kutai Timur (Kutim), David Rante
ANALOGNEWS.id, KUTAI TIMUR – Anggota DPRD Kutai Timur (Kutim), David Rante, menegaskan komitmennya terhadap pemberdayaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai strategi utama untuk menurunkan angka pengangguran.
David, yang juga anggota Partai Gerindra, mengungkapkan bahwa UMKM memegang peranan penting dalam perekonomian daerah, bukan hanya dalam peningkatan ekonomi tetapi juga dalam menciptakan lapangan kerja.
“UMKM sangat berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi daerah dan pengurangan pengangguran. Untuk itu, mereka perlu didorong agar memanfaatkan teknologi,” ujar David.
Baca Lainnya :
- DPRD Kutai Timur Percepat Proses Pengesahan APBD 2025, Biar Pembangunan Lancar0
- DPRD Kutai Timur Apresiasi Percepatan Raperda Perkebunan Berkelanjutan0
- DPRD Kutai Timur Perjuangkan Solusi Beasiswa bagi Pelajar Terpencil0
- Anggota DPRD Kutai Timur Serap Aspirasi Warga dalam Reses di Dapil III0
- Anggota DPRD dan Wakil Bupati Kutai Timur Dorong Kolaborasi Digital di Harkitnas ke-1660
Ia menambahkan, digitalisasi dapat membantu pelaku UMKM memperluas pasar dan meningkatkan efisiensi usaha.
David Rante menekankan pentingnya teknologi informasi dalam mempromosikan dan menjual produk. “Saat ini teknologi sangat canggih, dan UMKM di Kutim harus bisa bersaing dalam hal promosi dan penjualan produk,” katanya.
Ia juga menyadari bahwa tingginya angka pengangguran di Kutai Timur sebagian besar merupakan dampak dari pandemi COVID-19, yang mengakibatkan banyak perusahaan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) dan membuat banyak pelaku UMKM gulung tikar.
“Pasca corona, dampak-dampak negatif masih dirasakan oleh masyarakat, termasuk PHK massal dan penurunan usaha UMKM,” jelasnya.
Meskipun demikian, David tetap optimis dan terus mendorong pemberdayaan UMKM. Dengan kehadiran ibu kota nusantara (IKN), ia menilai pentingnya menyiapkan sumber daya manusia yang terampil untuk meningkatkan perekonomian daerah ke depan. (Adv)

Views: 572










.jpg)
