- Aris Nur Huda: Saatnya Munas HIPMI XVIII Digelar di Kaltim
- Kutim Raih Penghargaan Arindama Infrastruktur di HUT ke-69 Kaltim
- Transaksi Sabu di Tanjung Laut Indah, Pemuda di Bontang Diciduk Polisi
- Ojol Bontang Minta WiFi hingga WC, Pemkot Janji Bangun Fasilitas Khusus pada 2027
- 4 Wilayah di Bontang Terendam Banjir, Guntung Paling Parah
- BPC HIPMI Samarinda dan Bandara APT Pranoto Dorong Produk UMKM Lokal Naik Kelas
- DPRD Samarinda Soroti Lemahnya Edukasi Keluarga sebagai Faktor Penghambat Penurunan Stunting
- Celni Soroti Lonjakan Jumlah Anak Pindahan, Minta Pemerintah Benahi Distribusi Siswa Antarwilayah
- Ledakan Tren Digital Pengaruhi Perilaku Sosial, DPRD Samarinda Minta Pemkot Perkuat Literasi dan Ana
- DPRD Samarinda Ingin Arah Pembangunan Kota Lebih Visioner dan Terintegrasi
DPRD Kaltim Desak Dishub Tuntaskan Polemik Tarif Ojol

Keterangan Gambar : Anggota Komisi II DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Abdul Giaz. (Foto: Ist)
ANALOGNEWS.id, SAMARINDA – Anggota Komisi II DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Abdul Giaz, mendesak Dinas Perhubungan (Dishub) Kaltim segera menyelesaikan polemik tarif ojek online (ojol) dan taksi online.
Desakan ini ia sampaikan saat menghadiri aksi damai ribuan driver yang tergabung dalam Aliansi Mitra Kaltim Bersatu (AMKB) di Kantor Gubernur Kaltim. Aksi diikuti driver lintas aplikasi dari Samarinda, Balikpapan, dan Tenggarong dengan empat tuntutan, termasuk penegakan SK Gubernur Nomor 100.3.3.1/K.673/2023 tentang Penetapan Tarif Angkutan Sewa Khusus (ASK) serta penghapusan program tarif murah seperti slot, akses hemat, dan double order.
Giaz menegaskan Dishub sebagai penengah harus bersikap profesional. “SK Gubernur ada, bahkan Pak Wakil Gubernur sudah memerintahkan penindakan dalam 1x24 jam. Artinya Dishub punya dasar hukum dan arahan jelas,” ujarnya.
Baca Lainnya :
- DPRD Kaltim Ingatkan Tantangan Pembangunan 350 Unit SPPG0
- DPRD Kaltim Apresiasi Program Insentif Guru Ngaji di Kukar0
- Ketua DPRD Kaltim Dorong Percepatan Jalan Perbatasan Kubar–Mahulu Rampung 20260
- Ananda Emira Moeis Ajak Warga Kaltim Kibarkan Merah Putih Sejak Awal Agustus0
- Ananda Emira Moeis Siap Kembali Pimpin PDIP Kaltim0
Ia juga menyoroti dampak aksi terhadap masyarakat. Kemacetan parah terjadi di Samarinda akibat ribuan driver turun ke jalan. “Hari ini ada dua yang dirugikan: driver dan masyarakat karena macet total,” ucapnya.
Menurutnya, aksi AMKB kali ini merupakan yang kedelapan sejak 2023, sehingga pemerintah daerah perlu memberi solusi permanen agar persoalan tidak terus berulang. “Harus ada penyelesaian yang benar-benar tuntas supaya tidak terus merugikan driver dan masyarakat,” tegasnya. (SRA/ADV/DPRDKALTIM)










.jpg)
