- Aris Nur Huda: Saatnya Munas HIPMI XVIII Digelar di Kaltim
- Kutim Raih Penghargaan Arindama Infrastruktur di HUT ke-69 Kaltim
- Transaksi Sabu di Tanjung Laut Indah, Pemuda di Bontang Diciduk Polisi
- Ojol Bontang Minta WiFi hingga WC, Pemkot Janji Bangun Fasilitas Khusus pada 2027
- 4 Wilayah di Bontang Terendam Banjir, Guntung Paling Parah
- BPC HIPMI Samarinda dan Bandara APT Pranoto Dorong Produk UMKM Lokal Naik Kelas
- DPRD Samarinda Soroti Lemahnya Edukasi Keluarga sebagai Faktor Penghambat Penurunan Stunting
- Celni Soroti Lonjakan Jumlah Anak Pindahan, Minta Pemerintah Benahi Distribusi Siswa Antarwilayah
- Ledakan Tren Digital Pengaruhi Perilaku Sosial, DPRD Samarinda Minta Pemkot Perkuat Literasi dan Ana
- DPRD Samarinda Ingin Arah Pembangunan Kota Lebih Visioner dan Terintegrasi
Donald Trump Selamat dari Upaya Pembunuhan saat Kampanye di Pennsylvania

Keterangan Gambar : Donald Trump Selamat dari Upaya Pembunuhan saat Kampanye di Pennsylvania
ANALOGNEWS.id - Donald Trump, calon presiden Amerika Serikat (AS), menjadi target upaya pembunuhan saat berkampanye di Butler, Pennsylvania, pada hari Sabtu waktu setempat.
Meskipun tertembak, mantan presiden AS itu hanya mengalami luka ringan pada telinganya.
Dalam kejadian tersebut, Trump segera dievakuasi dari panggung oleh tim keamanannya, dengan darah terlihat mengalir dari telinga kanannya.
Baca Lainnya :
- Masa Jabatan Kades Diperpanjang Dua Tahun, DPRD Kutim: Selesaikan Janji Kampanye!0
- Kadis PU Kutim Dua Kali Mangkir Rapat, DPRD Kecewa0
- Karyawan Bank Jago Bobol Ratusan Rekening, Kerugian Rp1,3 Miliar0
- Kasus Apderis Masing Gantung, Kapolres Imbau Masyarakat Hati-hati Terima Tawaran Bisnis0
- Polisi: Tersangka Bulang Perintahkan 2 Eksekutor Bakar Rumah Wartawan Karo0
Seorang saksi di lokasi kampanye mengatakan kepada BBC bahwa ia melihat seorang pria berpakaian kamuflase coklat naik ke atap sebuah gedung dengan membawa senapan, dan langsung memperingatkan polisi.
“Secret Service sedang melihat kami dari atas gudang, saya menunjuk ke atap itu—dan tiba-tiba, lima tembakan terdengar,” kata saksi tersebut, Minggu (14/7/2024), dilansir Sindonews.
Setelah melepaskan tembakan, pria bersenjata tersebut ditembak mati oleh agen Secret Service.
Kandidat presiden dari kubu independen, Robert F Kennedy Jr, merespon insiden tersebut dengan seruan persatuan dan doa untuk Trump dan keluarganya.
“Sekarang adalah waktunya bagi setiap orang Amerika yang mencintai negara kita untuk mundur dari perpecahan, meninggalkan semua kekerasan, dan bersatu dalam doa untuk Presiden Trump dan keluarganya,” ujar Kennedy.
Insiden penembakan ini mencoreng citra AS sebagai negara demokrasi terbesar di dunia, yang telah lama didominasi oleh dua partai politik utama, Demokrat dan Republik, sejak pertengahan tahun 1800-an.










.jpg)
