- Pemkot Bontang Pastikan APBD 2027 Fokus pada Program Prioritas di Tengah Tekanan Fiskal
- DKP3 Bontang Bekali Nelayan Pengetahuan Mitigasi Bencana untuk Kurangi Risiko di Laut
- DKP3 Bontang Perkuat Sinergi Perluas Akses Permodalan bagi Pelaku Usaha Sektor Pangan
- DKP3 Bontang Sinkronkan Data Pupuk Bersubsidi, Pastikan Distribusi Sesuai Kebutuhan Petani
- DKP3 Bontang Terapkan Penyaluran Benih Ikan Bertahap untuk Jaga Siklus Produksi Pembudidaya
- DKP3 Bontang Cek Langsung Lokasi Budidaya Ikan Sebelum Tetapkan Penerima Bantuan
- DKP3 Libatkan Kelompok Tani Dukung Pencegahan Stunting Lewat Bantuan Ayam Petelur
- DKP3 Bontang Verifikasi Bantuan Jaring, Pastikan Sesuai Kebutuhan Nelayan
- DKP3 Bontang Perkuat Pelaporan Sisa Pangan SPPG untuk Evaluasi Program MBG
- Pemkot Bontang Perluas Transaksi Non-Tunai, Tiga OPD Terima Perangkat Pembayaran Digital
Kadis PU Kutim Dua Kali Mangkir Rapat, DPRD Kecewa

Keterangan Gambar : Anggota DPRD Kutai Timur, Faizal Rachman. (Ist)
ANALOGNEWS.id, KUTAI TIMUR – Kekecewaan melanda Anggota DPRD Kutai Timur, Faizal Rachman, terhadap Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) yang absen dua kali dari undangan rapat.
“Ini harus jadi evaluasi bagi pejabat yang sering mangkir,” ujar Faizal kepada media.
Politikus PDIP itu menjelaskan, rapat diadakan untuk dinas dengan sisa lebih pembiayaan anggaran (Silpa) tertinggi, termasuk Dinas PU Kutai Timur yang menyisakan Rp 423 miliar dari Rp 1,9 triliun anggaran. "Hanya Rp 1,5 triliun yang terserap," tambahnya.
Baca Lainnya :
- Karyawan Bank Jago Bobol Ratusan Rekening, Kerugian Rp1,3 Miliar0
- Kasus Apderis Masing Gantung, Kapolres Imbau Masyarakat Hati-hati Terima Tawaran Bisnis0
- Polisi: Tersangka Bulang Perintahkan 2 Eksekutor Bakar Rumah Wartawan Karo0
- Tersangka Pembakar Rumah Wartawan di Karo Jadi 3 Orang!0
- Perubahan Anggaran 2024 Kukar Dipastikan dalam Rapat di Jakarta0
Pemanggilan rapat bukan untuk menghakimi, tapi mencari solusi atas Silpa besar tersebut. Faizal menekankan pentingnya klarifikasi kendala yang dihadapi Dinas PU demi kemajuan pembangunan Kutai Timur.
"Harus ada penjelasan mengapa terjadi Silpa. Kami butuh diskusi untuk mencegah hal serupa di masa depan. Jangan kirim perwakilan yang tidak kompeten," tegasnya.
Faizal berharap ke depannya tidak ada lagi ketidakhadiran yang menghambat pembangunan. "Sinergi antara eksekutif dan legislatif sangat penting. Jangan sampai dipanggil rapat, tapi tidak hadir," pungkasnya. (Adv)

Views: 832










.jpg)
