- Aris Nur Huda: Saatnya Munas HIPMI XVIII Digelar di Kaltim
- Kutim Raih Penghargaan Arindama Infrastruktur di HUT ke-69 Kaltim
- Transaksi Sabu di Tanjung Laut Indah, Pemuda di Bontang Diciduk Polisi
- Ojol Bontang Minta WiFi hingga WC, Pemkot Janji Bangun Fasilitas Khusus pada 2027
- 4 Wilayah di Bontang Terendam Banjir, Guntung Paling Parah
- BPC HIPMI Samarinda dan Bandara APT Pranoto Dorong Produk UMKM Lokal Naik Kelas
- DPRD Samarinda Soroti Lemahnya Edukasi Keluarga sebagai Faktor Penghambat Penurunan Stunting
- Celni Soroti Lonjakan Jumlah Anak Pindahan, Minta Pemerintah Benahi Distribusi Siswa Antarwilayah
- Ledakan Tren Digital Pengaruhi Perilaku Sosial, DPRD Samarinda Minta Pemkot Perkuat Literasi dan Ana
- DPRD Samarinda Ingin Arah Pembangunan Kota Lebih Visioner dan Terintegrasi
Kadis PU Kutim Dua Kali Mangkir Rapat, DPRD Kecewa

Keterangan Gambar : Anggota DPRD Kutai Timur, Faizal Rachman. (Ist)
ANALOGNEWS.id, KUTAI TIMUR – Kekecewaan melanda Anggota DPRD Kutai Timur, Faizal Rachman, terhadap Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) yang absen dua kali dari undangan rapat.
“Ini harus jadi evaluasi bagi pejabat yang sering mangkir,” ujar Faizal kepada media.
Politikus PDIP itu menjelaskan, rapat diadakan untuk dinas dengan sisa lebih pembiayaan anggaran (Silpa) tertinggi, termasuk Dinas PU Kutai Timur yang menyisakan Rp 423 miliar dari Rp 1,9 triliun anggaran. "Hanya Rp 1,5 triliun yang terserap," tambahnya.
Baca Lainnya :
- Karyawan Bank Jago Bobol Ratusan Rekening, Kerugian Rp1,3 Miliar0
- Kasus Apderis Masing Gantung, Kapolres Imbau Masyarakat Hati-hati Terima Tawaran Bisnis0
- Polisi: Tersangka Bulang Perintahkan 2 Eksekutor Bakar Rumah Wartawan Karo0
- Tersangka Pembakar Rumah Wartawan di Karo Jadi 3 Orang!0
- Perubahan Anggaran 2024 Kukar Dipastikan dalam Rapat di Jakarta0
Pemanggilan rapat bukan untuk menghakimi, tapi mencari solusi atas Silpa besar tersebut. Faizal menekankan pentingnya klarifikasi kendala yang dihadapi Dinas PU demi kemajuan pembangunan Kutai Timur.
"Harus ada penjelasan mengapa terjadi Silpa. Kami butuh diskusi untuk mencegah hal serupa di masa depan. Jangan kirim perwakilan yang tidak kompeten," tegasnya.
Faizal berharap ke depannya tidak ada lagi ketidakhadiran yang menghambat pembangunan. "Sinergi antara eksekutif dan legislatif sangat penting. Jangan sampai dipanggil rapat, tapi tidak hadir," pungkasnya. (Adv)

Views: 832










.jpg)
