DKP3 Bontang Dorong Masjid Jadi Sentra Urban Farming Lewat Program GEMPARDAH

By Redaksi 21 Jul 2026, 18:37:24 WIB Pemkot Bontang
DKP3 Bontang Dorong Masjid Jadi Sentra Urban Farming Lewat Program GEMPARDAH

Keterangan Gambar : penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang berlangsung di Kantor BAZNAS Bontang, oleh Kepala DKP3 Ahmad Aznem, Ketua BAZNAS Kuba Siga, dan Ketua Umum BKPRMI Atim Prasojo.




Analognews.id, BONTANG - Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian (DKP3) Kota Bontang mendorong rumah ibadah bertransformasi menjadi sentra pertanian perkotaan melalui Program Gerakan Menanam Pekarangan Rumah Ibadah (GEMPARDAH). Program tersebut dijalankan melalui kolaborasi dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dan Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kota Bontang.

Baca Lainnya :

Komitmen itu ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang berlangsung di Kantor BAZNAS Bontang, Selasa (21/7/2026), oleh Kepala DKP3 Ahmad Aznem, Ketua BAZNAS Kuba Siga, dan Ketua Umum BKPRMI Atim Prasojo.

Melalui program ini, lahan kosong di lingkungan masjid akan dimanfaatkan untuk budidaya berbagai komoditas pangan yang dikelola bersama masyarakat dan jamaah.

Kepala DKP3 Bontang Ahmad Aznem mengatakan pihaknya akan mendampingi seluruh tahapan pelaksanaan agar setiap lokasi mampu mengembangkan pertanian perkotaan secara berkelanjutan.

“Kami tidak hanya mengajak masyarakat menanam, tetapi juga menyiapkan sistem pendampingan mulai dari teknik budidaya, penyusunan pola pengelolaan, hingga evaluasi berkala. Dengan begitu, pekarangan rumah ibadah bisa berkembang menjadi kawasan yang produktif dan memberi manfaat jangka panjang,” ujarnya.

Menurut Aznem, keberadaan masjid yang tersebar di berbagai wilayah menjadi modal besar untuk memperluas gerakan ketahanan pangan berbasis masyarakat tanpa harus bergantung pada lahan yang luas.

Selain menghasilkan bahan pangan, GEMPARDAH juga diarahkan menjadi wadah pemberdayaan ekonomi umat. Hasil budidaya diharapkan dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan jamaah sekaligus memberikan nilai ekonomi bagi kelompok penerima manfaat.

“Kalau pengelolaannya berjalan baik, rumah ibadah bisa menjadi tempat belajar urban farming sekaligus ruang pemberdayaan masyarakat. Harapannya, manfaatnya tidak berhenti pada panen, tetapi juga menciptakan aktivitas ekonomi yang terus berkembang,” jelasnya.

Dalam pelaksanaannya, program akan disinergikan dengan BAZNAS Microfinance Masjid (BMM) dan diintegrasikan ke dalam Aplikasi Menara Masjid serta Sistem Informasi Manajemen BAZNAS (SIMBA) untuk memudahkan pendataan, pemantauan, dan pelaporan.

“Harapannya, GEMPARDAH dapat menjadi model pemanfaatan pekarangan rumah ibadah yang mampu memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di tengah keterbatasan lahan perkotaan,” tukasnya.




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Loading....


Kanan - Iklan Sidebar

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Instagram, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.