- Pemkot Bontang Perluas Transaksi Non-Tunai, Tiga OPD Terima Perangkat Pembayaran Digital
- DKP3 Bontang Perketat Pengawasan Mutu Bantuan Pakan Demi Dukung Produktivitas Pembudidaya
- Wawali Minta Persiapan Sekolah Rakyat Dipacu, OPD Diminta Tuntaskan Tugas Sesuai Kewenangan
- DKP3 Bontang Perkuat Kelompok Pembudidaya Ikan Lewat Bantuan Kolam, Benih, dan Pakan
- DKP3 Bontang Dorong Masjid Jadi Sentra Urban Farming Lewat Program GEMPARDAH
- DKP3 Bontang Fokus Sinkronisasi Data Nelayan dan Petani untuk Program BPJS Ketenagakerjaan
- DKP3 Bontang Siapkan Prajurit Satgas TNI Kuasai Budidaya Pertanian hingga Peternakan untuk Penugasan
- Andalkan Aplikasi Hadap Balau, Neni: Tekan Angka Pengangguran
- Neni Sebut Kearsipan Jadi Fondasi Reformasi Birokrasi di Bontang
- Perkim Bontang Belum Berencana Tambah Rusunawa di Pusat Kota, Fokus Pemetaan Kebutuhan Berdasarkan D
DKP3 Bontang Dorong Masjid Jadi Sentra Urban Farming Lewat Program GEMPARDAH

Keterangan Gambar : penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang berlangsung di Kantor BAZNAS Bontang, oleh Kepala DKP3 Ahmad Aznem, Ketua BAZNAS Kuba Siga, dan Ketua Umum BKPRMI Atim Prasojo.
Analognews.id, BONTANG - Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian (DKP3) Kota Bontang mendorong rumah ibadah bertransformasi menjadi sentra pertanian perkotaan melalui Program Gerakan Menanam Pekarangan Rumah Ibadah (GEMPARDAH). Program tersebut dijalankan melalui kolaborasi dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dan Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Kota Bontang.
Baca Lainnya :
- DKP3 Bontang Fokus Sinkronisasi Data Nelayan dan Petani untuk Program BPJS Ketenagakerjaan0
- DKP3 Bontang Siapkan Prajurit Satgas TNI Kuasai Budidaya Pertanian hingga Peternakan untuk Penugasan0
- Andalkan Aplikasi Hadap Balau, Neni: Tekan Angka Pengangguran0
- Neni Sebut Kearsipan Jadi Fondasi Reformasi Birokrasi di Bontang0
- Perkim Bontang Belum Berencana Tambah Rusunawa di Pusat Kota, Fokus Pemetaan Kebutuhan Berdasarkan D0
Komitmen itu ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang berlangsung di Kantor BAZNAS Bontang, Selasa (21/7/2026), oleh Kepala DKP3 Ahmad Aznem, Ketua BAZNAS Kuba Siga, dan Ketua Umum BKPRMI Atim Prasojo.
Melalui program ini, lahan kosong di lingkungan masjid akan dimanfaatkan untuk budidaya berbagai komoditas pangan yang dikelola bersama masyarakat dan jamaah.
Kepala DKP3 Bontang Ahmad Aznem mengatakan pihaknya akan mendampingi seluruh tahapan pelaksanaan agar setiap lokasi mampu mengembangkan pertanian perkotaan secara berkelanjutan.
“Kami tidak hanya mengajak masyarakat menanam, tetapi juga menyiapkan sistem pendampingan mulai dari teknik budidaya, penyusunan pola pengelolaan, hingga evaluasi berkala. Dengan begitu, pekarangan rumah ibadah bisa berkembang menjadi kawasan yang produktif dan memberi manfaat jangka panjang,” ujarnya.
Menurut Aznem, keberadaan masjid yang tersebar di berbagai wilayah menjadi modal besar untuk memperluas gerakan ketahanan pangan berbasis masyarakat tanpa harus bergantung pada lahan yang luas.
Selain menghasilkan bahan pangan, GEMPARDAH juga diarahkan menjadi wadah pemberdayaan ekonomi umat. Hasil budidaya diharapkan dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan jamaah sekaligus memberikan nilai ekonomi bagi kelompok penerima manfaat.
“Kalau pengelolaannya berjalan baik, rumah ibadah bisa menjadi tempat belajar urban farming sekaligus ruang pemberdayaan masyarakat. Harapannya, manfaatnya tidak berhenti pada panen, tetapi juga menciptakan aktivitas ekonomi yang terus berkembang,” jelasnya.
Dalam pelaksanaannya, program akan disinergikan dengan BAZNAS Microfinance Masjid (BMM) dan diintegrasikan ke dalam Aplikasi Menara Masjid serta Sistem Informasi Manajemen BAZNAS (SIMBA) untuk memudahkan pendataan, pemantauan, dan pelaporan.
“Harapannya, GEMPARDAH dapat menjadi model pemanfaatan pekarangan rumah ibadah yang mampu memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di tengah keterbatasan lahan perkotaan,” tukasnya.










.jpg)
