- Andalkan Aplikasi “Hadap Balau”, Neni: Tekan Angka Pengangguran
- Neni Sebut Kearsipan Jadi Fondasi Reformasi Birokrasi di Bontang
- Perkim Bontang Belum Berencana Tambah Rusunawa di Pusat Kota, Fokus Pemetaan Kebutuhan Berdasarkan D
- Perkim Bontang Genjot Perbaikan Unit Rusunawa Rusak, Target Kurangi Daftar Tunggu Penghuni
- Perkim Bontang Sebut Untuk Antrean Hunian di Rusunawa Api-Api dan Loktuan Masih Mengular
- Perbedaan Tarif Rusunawa Disesuaikan dengan Kondisi Bangunan, Bukan Fasilitas
- Perkim Bontang Terapkan Tarif Bertingkat di Rusunawa, Lantai Bawah Lebih Mahal karena Akses Lebih Mu
- Tarif Rusunawa di Bontang Berbeda Tiap Lantai, Perkim Pastikan Fasilitas Tetap Sama
- Sepi Peminat, Rusunawa Guntung Jadi Bahan Evaluasi Perkim Bontang
- Akses Jauh Jadi Kendala, Peminat Rusunawa Guntung Masih Relatif Rendah
Neni Sebut Kearsipan Jadi Fondasi Reformasi Birokrasi di Bontang

Keterangan Gambar : Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni di kegiatan sosialisasi dan workshop, di Hotel Grand Mutiara (Ist).
Analognews.id, BONTANG - Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menegaskan pentingnya akan ketertiban administrasi dan tata kelola kearsipan, sebagai bagian dari upaya memperkuat kualitas pemerintahan di Kota Bontang.
Baca Lainnya :
- Perkim Bontang Belum Berencana Tambah Rusunawa di Pusat Kota, Fokus Pemetaan Kebutuhan Berdasarkan D0
- Perkim Bontang Genjot Perbaikan Unit Rusunawa Rusak, Target Kurangi Daftar Tunggu Penghuni0
- Perkim Bontang Sebut Untuk Antrean Hunian di Rusunawa Api-Api dan Loktuan Masih Mengular0
- Perbedaan Tarif Rusunawa Disesuaikan dengan Kondisi Bangunan, Bukan Fasilitas0
- Perkim Bontang Terapkan Tarif Bertingkat di Rusunawa, Lantai Bawah Lebih Mahal karena Akses Lebih Mu0
Hal tersebut disampaikannya saat membuka Sosialisasi dan Workshop Audit Sistem Kearsipan Internal (ASKI), digelar di Ballroom Hotel Grand Mutiara, Selasa (12/05/2026).
Dalam sambutannya, Neni mengaitkan urgensi penataan administrasi dengan posisi strategis Kota Bontang sebagai daerah penyangga dan mitra strategis Ibu Kota Nusantara (IKN). Menurutnya, kondisi tersebut menuntut Pemerintah Kota Bontang untuk mampu menunjukkan standar tata kelola pemerintahan yang baik atau good governance.
“Semangat ‘Bontang Berbenah’ harus kita implementasikan di seluruh lini. Kearsipan yang tertib akan menjadi fondasi bagi peningkatan nilai Reformasi Birokrasi Pemerintah Kota Bontang,” kata Neni.
Ia menilai, pengelolaan arsip yang baik tidak hanya berkaitan dengan administrasi semata, tetapi juga menjadi indikator penting dalam membangun pemerintahan yang profesional, transparan, dan akuntabel.
Oleh karena itu, Neni meminta untuk para arsiparis di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang, untuk menjadi garda terdepan dalam upaya penyelamatan sejarah dan dokumentasi perjalanan pembangunan daerah.
Selain itu, para kepala perangkat daerah juga diminta menjadikan hasil audit kearsipan sebagai bahan evaluasi sekaligus kompas dalam memperbaiki sistem internal di masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
“Maka, melalui penguatan sistem kearsipan yang tertib dan terintegrasi, kualitas administrasi pemerintahan akan semakin meningkat dan berdampak langsung pada penguatan reformasi birokrasi di Kota Bontang,” tutupnya.










.jpg)
