- Perkim Bontang Belum Berencana Tambah Rusunawa di Pusat Kota, Fokus Pemetaan Kebutuhan Berdasarkan D
- Perkim Bontang Genjot Perbaikan Unit Rusunawa Rusak, Target Kurangi Daftar Tunggu Penghuni
- Perkim Bontang Sebut Untuk Antrean Hunian di Rusunawa Api-Api dan Loktuan Masih Mengular
- Perbedaan Tarif Rusunawa Disesuaikan dengan Kondisi Bangunan, Bukan Fasilitas
- Perkim Bontang Terapkan Tarif Bertingkat di Rusunawa, Lantai Bawah Lebih Mahal karena Akses Lebih Mu
- Tarif Rusunawa di Bontang Berbeda Tiap Lantai, Perkim Pastikan Fasilitas Tetap Sama
- Sepi Peminat, Rusunawa Guntung Jadi Bahan Evaluasi Perkim Bontang
- Akses Jauh Jadi Kendala, Peminat Rusunawa Guntung Masih Relatif Rendah
- Rusunawa Api-Api Jadi Primadona, Tarif Murah dan Lokasi Strategis Jadi Daya Tarik
- Perkim Bontang Andalkan Perbaikan Fasilitas dan Digitalisasi untuk Dongkrak Hunian Rusunawa
Perkim Bontang Genjot Perbaikan Unit Rusunawa Rusak, Target Kurangi Daftar Tunggu Penghuni

Keterangan Gambar : Kepala Perkim Bontang, Usman
Analognews.id, BONTANG – Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Perkim) Kota Bontang terus melakukan pembenahan, terhadap sejumlah unit Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) yang mengalami kerusakan. Upaya ini dilakukan untuk menambah kapasitas hunian yang dapat ditempati masyarakat, sekaligus mengurangi panjangnya daftar tunggu calon penghuni.
Baca Lainnya :
- Perkim Bontang Sebut Untuk Antrean Hunian di Rusunawa Api-Api dan Loktuan Masih Mengular0
- Perbedaan Tarif Rusunawa Disesuaikan dengan Kondisi Bangunan, Bukan Fasilitas0
- Perkim Bontang Terapkan Tarif Bertingkat di Rusunawa, Lantai Bawah Lebih Mahal karena Akses Lebih Mu0
- Tarif Rusunawa di Bontang Berbeda Tiap Lantai, Perkim Pastikan Fasilitas Tetap Sama0
- Sepi Peminat, Rusunawa Guntung Jadi Bahan Evaluasi Perkim Bontang0
Kepala Perkim Bontang, Usman, mengatakan saat ini masih terdapat beberapa unit Rusunawa yang belum dapat dimanfaatkan, karena memerlukan perbaikan. Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi ketersediaan kamar, di tengah tingginya permintaan hunian sewa dari masyarakat.
Menurutnya, perbaikan unit yang rusak menjadi prioritas agar aset yang dimiliki pemerintah dapat kembali difungsikan, secara optimal dan memberikan manfaat bagi warga yang membutuhkan tempat tinggal.
“Kami saat ini terus berupaya melakukan perbaikan terhadap unit-unit yang mengalami kerusakan, agar dapat kembali difungsikan dan menambah kapasitas hunian yang tersedia,” ungkapnya, Selasa (23/6/2026).
Ia menjelaskan, tambahan unit yang kembali layak huni akan membantu pemerintah dalam memenuhi kebutuhan masyarakat yang saat ini masih berada dalam daftar tunggu, khususnya di Rusunawa Api-Api dan Loktuan yang tingkat keterisiannya sudah sangat tinggi.
“Langkah tersebut diharapkan dapat membantu mengurangi daftar tunggu calon penghuni yang terus bertambah, di setiap tahunnya,” katanya.
Usman mengakui bahwa minat masyarakat terhadap Rusunawa masih cukup besar, karena menawarkan hunian yang layak dengan tarif yang relatif terjangkau. Kondisi ini membuat ketersediaan unit menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah, terutama ketika sejumlah kamar tidak dapat digunakan akibat kerusakan.
Karena itu, selain melakukan perbaikan fisik, Perkim juga terus berupaya meningkatkan pengelolaan Rusunawa agar seluruh unit yang tersedia, dapat dimanfaatkan secara maksimal.
“Dengan bertambahnya jumlah kamar yang siap huni, peluang masyarakat untuk mendapatkan tempat tinggal di Rusunawa juga diharapkan semakin besar,” tambahnya.
Perkim optimistis langkah perbaikan yang dilakukan dapat meningkatkan tingkat hunian, sekaligus mendukung pencapaian target pengelolaan Rusunawa yang lebih efektif. Di sisi lain, masyarakat yang sedang menunggu giliran menempati Rusunawa diharapkan dapat segera memperoleh, unit setelah proses perbaikan selesai dilakukan.
Melalui upaya tersebut, pemerintah berharap keberadaan Rusunawa dapat terus menjadi solusi hunian bagi warga Bontang, khususnya bagi masyarakat yang membutuhkan tempat tinggal dengan biaya sewa yang terjangkau dan fasilitas yang memadai.










.jpg)
