- Pemkot Bontang Pastikan APBD 2027 Fokus pada Program Prioritas di Tengah Tekanan Fiskal
- DKP3 Bontang Bekali Nelayan Pengetahuan Mitigasi Bencana untuk Kurangi Risiko di Laut
- DKP3 Bontang Perkuat Sinergi Perluas Akses Permodalan bagi Pelaku Usaha Sektor Pangan
- DKP3 Bontang Sinkronkan Data Pupuk Bersubsidi, Pastikan Distribusi Sesuai Kebutuhan Petani
- DKP3 Bontang Terapkan Penyaluran Benih Ikan Bertahap untuk Jaga Siklus Produksi Pembudidaya
- DKP3 Bontang Cek Langsung Lokasi Budidaya Ikan Sebelum Tetapkan Penerima Bantuan
- DKP3 Libatkan Kelompok Tani Dukung Pencegahan Stunting Lewat Bantuan Ayam Petelur
- DKP3 Bontang Verifikasi Bantuan Jaring, Pastikan Sesuai Kebutuhan Nelayan
- DKP3 Bontang Perkuat Pelaporan Sisa Pangan SPPG untuk Evaluasi Program MBG
- Pemkot Bontang Perluas Transaksi Non-Tunai, Tiga OPD Terima Perangkat Pembayaran Digital
Dewan Minta Pemkot Bontang Buat Tangga Penghubung dan Jembatan Penyeberangan di Pasar Citra Mas Lokt

Keterangan Gambar : Anggota DPRD Kota Bontang Faisal.
ANALOGNEWS.id, BONTANG - Rapat Kerja Pandangan Umum Fraksi-fraksi DPRD Bontang Terhadap Rancangan Peraturan Daerah Kota Bontang tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2022 digelar di Ruang Rapat Paripurna Gedung Sekretariat DPRD Bontang, Selasa (6/6/2023).
Dalam rapat tersebut, Fraksi Golongan Berkarya bersama Nasdem DPRD Kota Bontang menyampaikan usulan agar Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang memberi perhatian terhadap kondisi Pasar Citra Mas Loktuan, lantaran sepi pengunjung.
"Makin hari Pasar Citra Mas Loktuan sepi pengunjung dikeluhkan pedagang, pemerintah harus perhatikan ini," ujar Anggota Komisi III DPRD Bontang Faisal Fbr.
Baca Lainnya :
- DPRD Bontang Minta pemerintah Aktif Kordinasi dengan BNN Mengentaskan Narkoba di Lingkup Pemkot Bont0
- Soal Retribusi Sampah, BW Minta Pemkot Kaji Ulang0
- Hak Disamakan Kepala Dinas, Anggota DPRD Bakal Gugat ke MK0
- Kantor Lurah Berbas Pantai Batal Dibangun, Agus Haris Nilai Pemkot Kurang Teliti0
- Warga Keluhkan Turap Runtuh, Amir Desak Pemerintah Lakukan Evaluasi0
Selain itu, akses masuk dan lahan parkir yang sempit menyebabkan pedagang kesulitan dalam melakukan mobilitas barang dagangan mereka. Selain itu, juga diperlukan akses penghubung antar dua bangunan pasar itu.
Diketahui pada blok A,B,C, dan D diisi pedagang sembako, pakaian, aksesoris, dan mainan. Sedangkan blok E,F,G dan H diisi pada pedagang sayur, ikan, ayam, hingga lapak pangan. Namun, masyarakat lebih memilih belanja di blok penjual sayur dan ikan.
Sedangkan, blok sembako, pakaian, aksesoris dan peralatan rumah tangga jarang dikunjungi pembeli lantaran akses ke blok berlantai dua harus menaiki tangga yang cukup tinggi.
"Gedung pasar itu kan terbagi dua, perlu di kasih akses penghubung biar lebih memudahkan pengunjung kalau mau belanja. Seperti, tangga menuju parkiran, akses jembatan penyebrangan dari gedung satu ke gedung lain," bebernya.
Dirinya pun berharap, agar Pemkot Bontang bersama Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (Disperindagkop-UMKM) bisa merealisasikan usulan tersebut, selaras dengan visi misi Pemkot Bontang dalam menetapkan program-program pembangunan yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Bontang
"Jadi kami minta Wali Kota Bontang meninjau langsung kondisi para pedagang yang ada di Pasar Citra Mas Loktuan saat ini seperti apa, agar ada pembenahan," tandasnya.
Menanggapi usulan itu, Wakil Wali Kota Bontang Najirah mengatakan, pihaknya telah melakukan perencanaan di anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Perubahan tahun anggaran 2023, terkait usulan pembuatan tangga menuju parkiran dan akses jembatan penyebrangan dari gedung satu ke gedung dua Pasar Citra Mas Loktuan.
"Usulan ini akan kami tampung dulu, sembari menunggu hasil pembahasan berikutnya seperti apa, yang pasti kami sudah masukkan dalam daftar perencanaan di APBD-Perubahan tahun 2023 jnj," tandasnya. (Yy/An)










.jpg)
