- HAN 2026, Pemkot Bontang dan BAZNAS Beri Dukungan bagi 300 Anak
- Bimbingan Pra Nikah Remaja, Pemkot Bontang Dorong Pelajar Fokus Siapkan Masa Depan
- HUT ke-36 PW-BKAG Bontang, Agus Haris Dorong Perempuan Perkuat Pelayanan Sosial
- Pusdiklat Paskibraka Bontang Dimulai, Agus Haris Tekankan Pembentukan Karakter
- Harganas ke-33, Wali Kota Bontang Soroti Pentingnya Kehadiran Ayah dalam Keluarga
- Wali Kota Bontang Pastikan 11 Rekomendasi BPK Masih Dikawal hingga Tuntas
- 132 Mahasiswa KKN Kolaborasi Diterjunkan ke 15 Kelurahan di Bontang
- Pemkot Bontang Perkuat Perlindungan Pekerja Konstruksi Lewat BPJS Ketenagakerjaan
- Pemkot Bontang Gandeng Dunia Usaha Jaga Keberlanjutan Jaminan Kesehatan Gratis
- Digitalisasi Transaksi Daerah Bontang Capai 83,4 Persen, Pemkot Perkuat TP2DD
Dewan Minta Drainase Sungai Gunung Elai Segera Diperbaiki

Keterangan Gambar : Komisi III tinjau sungai Gunung Elai
ANALOGNEWS.id, BONTANG - Komisi III DPRD Kota Bontang lakukan kunjungan lapangan di lokasi taah longsor di Kelurahan Gunung Elai, Senin (22/5/2023).
Anggota Komisi III Faisal mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) segera memperbaiki drainase bekas tanah longsor pada tebing di belakang Gereja Betlehem.
Dia katakan longsor tersebut sudah terbilang parah dan sangat memprihatinkan. Sehingga ia khawatir terjadi longsor susulan.
Baca Lainnya :
- Ketua DPRD Serap Aspirasi Warga RT 18 Bontang Kuala0
- Speed Run on The Road 2023 Ketua DPRD Sukses Digelar0
- Soroti Kelayakan BCM, Kaca Pembatas Kurang Aman0
- Dinding Pembatas Hampir Ambruk, DPRD Nilai Pembangunan City Mall Serampangan0
- Bakhtiar Wakkang Dorong Pemkot Bontang Beri Jaminan Kecelakaan Kerja dan Kematian Untuk Nelayan0
“PUPR harus segera bertindak, bisa lebih parah kalau dibiarkan,” kata Faisal.
Sementara Ahli Muda Jabatan Fungsional Pengelola Sumber Daya Air Dinas PUPRK Bontang, Bambang Permadi yang ikut dalam kunjungan itu mengaku akan menindak lanjuti usulan DPRD.
Dia bilang akan mengusulkan anggaran perbaikan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan mendatang.
“Kita liat waktunya, semoga bisa tertangani," ujarnya.
Awalnya, longsor itu disebabkan drainase yang buntu mengakibatkan air sungai meluap. Akibatnya, sebanyak lima bangunan terancam terkena longsor di Sungai Betlehem Kelurahan Gunung Elai, Kecamatan Bontang Utara.
Lima bangunan tersebut yakni Indomaret, English Training Center, Indo Therapy, Halal Bank serta gereja. Bahkan sungai sekitar pun mengalami penyempitan akibat longsor ini.
Menurut salah satu warga sekitar, Bahtiar Effendy hal ini sudah terjadi sejak 10 tahun lalu. Lantaran sungai tersebut tidak memiliki turap atau dinding penahan, sehingga sungai tidak mampu menahan debit air yang menyebabkan longsor.
“Drainase nya buntu, tidak ada turap juga jadi airnya langsung tumpah ke sungai mengakibatkan terjadinya longsor,”sebutnya.
Bahtiar meminta segera ada tindak lanjut berupa penurapan dan penyediaan alat sounding agar pergerakan tanah bisa dimonitor lebih awal.
“Dinding bangunan sekitar sungai pun sudah retak dan patah. Jadi ada 5 bangunan terancam kena longsor,” ujarnya. (Ar/An)










.jpg)
