- HAN 2026, Pemkot Bontang dan BAZNAS Beri Dukungan bagi 300 Anak
- Bimbingan Pra Nikah Remaja, Pemkot Bontang Dorong Pelajar Fokus Siapkan Masa Depan
- HUT ke-36 PW-BKAG Bontang, Agus Haris Dorong Perempuan Perkuat Pelayanan Sosial
- Pusdiklat Paskibraka Bontang Dimulai, Agus Haris Tekankan Pembentukan Karakter
- Harganas ke-33, Wali Kota Bontang Soroti Pentingnya Kehadiran Ayah dalam Keluarga
- Wali Kota Bontang Pastikan 11 Rekomendasi BPK Masih Dikawal hingga Tuntas
- 132 Mahasiswa KKN Kolaborasi Diterjunkan ke 15 Kelurahan di Bontang
- Pemkot Bontang Perkuat Perlindungan Pekerja Konstruksi Lewat BPJS Ketenagakerjaan
- Pemkot Bontang Gandeng Dunia Usaha Jaga Keberlanjutan Jaminan Kesehatan Gratis
- Digitalisasi Transaksi Daerah Bontang Capai 83,4 Persen, Pemkot Perkuat TP2DD
Dewan Kaltim Dorong Masifkan Sosialisasi Bahaya HIV DI Kota Bontang

ANALOGNEWS.id, SAMARINDA - DPRD Kaltim mendorong Pemerintah Provinsi (Pemprov) untuk meninggalakkan sosialisasi terkait bahaya kasus HIV. Terkhusus di Kota Bontang karena sedang alami peningkatan yang tajam.
Nanda merasa prihatin dan mendorong agar masyarakat untuk belajar hidup sehat. Di Kota Bontang kata dia, pada tahun 2022 lalu kasus HIV telah mendominasi usia 24 sampai 50 tahun.
"Saya turut prihatin dengan banyaknya kasus HIV di Bontang, ini karena kurang pemahaman masyarakat tentang kasus itu," tuturnya, Senin (6/2/2023).
Baca Lainnya :
- Pelaku Usaha Pertambangan Diminta Dewan Kaltim Dihadirkan di Rapat Paripurna0
- Nanda Moeis Sosialisasikan Wawasan Kebangsaan di Makroman0
- Alokasi Anggaran Pertanian Minim, DPRD Kaltim Sentil Visi Gubernur \'Kaltim Green\'0
- Pemprov Diminta Dewan Kaltim Persiapkan Infrastruktur Pembangunan SDM0
- Ada Rp10 Triliun Dana Nasional Untuk Jalan Dikucurkan di Kaltim0
Berdasarkan data yang ada, sekitar 77 wanita yang terjangkit HIV yang sebagian besar merupakan Ibu Rumah Tangga (IRT).
"Tahun 2019 ada 96 kasus, tahun 2020 ada 59 kasus HIV dan di tahun 2022 ada 77 kasus, jumlah ini terus meningkat," ucap Nanda.
Nanda berharap agar Pemerintah terus melakukan edukasi dan sosialisasi tentang dampak buruk sebagai bentuk upaya pencegahan meningkatnya kasus HIV di Kaltim.
"Sudah sepatutnya masyarakat mendapatkan edukasi tentang kesehatan, khususnya HIV/AIDS, mulai dari penularan, pencegahannya, hingga pengobatan," ungkapnya.
Politikus PDI Perjuangan itu berharap pada tahun 2023 kasus penyebaran virus HIV ini bisa berkurang, terutama pada IRT, maka dari itu ia menyarankan agar masyarakat dapat menjalankan pola hidup sehat, bersih, dan rutin memeriksa kesehatan.
Tak hanya itu, ia pun menyebut masyarakat yang terjangkit harus dirangkul dan diberikan motivasi agar semangat menjalani perawatan kesehatan.
"Jangan dikucilkan, harus dirangkul. Maka dari itu pemprov harus galakkan edukasi tentang bahaya HIV," pungkasnya. (Ar/Adv)










.jpg)
