- Pemkot Bontang Pastikan APBD 2027 Fokus pada Program Prioritas di Tengah Tekanan Fiskal
- DKP3 Bontang Bekali Nelayan Pengetahuan Mitigasi Bencana untuk Kurangi Risiko di Laut
- DKP3 Bontang Perkuat Sinergi Perluas Akses Permodalan bagi Pelaku Usaha Sektor Pangan
- DKP3 Bontang Sinkronkan Data Pupuk Bersubsidi, Pastikan Distribusi Sesuai Kebutuhan Petani
- DKP3 Bontang Terapkan Penyaluran Benih Ikan Bertahap untuk Jaga Siklus Produksi Pembudidaya
- DKP3 Bontang Cek Langsung Lokasi Budidaya Ikan Sebelum Tetapkan Penerima Bantuan
- DKP3 Libatkan Kelompok Tani Dukung Pencegahan Stunting Lewat Bantuan Ayam Petelur
- DKP3 Bontang Verifikasi Bantuan Jaring, Pastikan Sesuai Kebutuhan Nelayan
- DKP3 Bontang Perkuat Pelaporan Sisa Pangan SPPG untuk Evaluasi Program MBG
- Pemkot Bontang Perluas Transaksi Non-Tunai, Tiga OPD Terima Perangkat Pembayaran Digital
Dewan Kaltim Dorong Masifkan Sosialisasi Bahaya HIV DI Kota Bontang

ANALOGNEWS.id, SAMARINDA - DPRD Kaltim mendorong Pemerintah Provinsi (Pemprov) untuk meninggalakkan sosialisasi terkait bahaya kasus HIV. Terkhusus di Kota Bontang karena sedang alami peningkatan yang tajam.
Nanda merasa prihatin dan mendorong agar masyarakat untuk belajar hidup sehat. Di Kota Bontang kata dia, pada tahun 2022 lalu kasus HIV telah mendominasi usia 24 sampai 50 tahun.
"Saya turut prihatin dengan banyaknya kasus HIV di Bontang, ini karena kurang pemahaman masyarakat tentang kasus itu," tuturnya, Senin (6/2/2023).
Baca Lainnya :
- Pelaku Usaha Pertambangan Diminta Dewan Kaltim Dihadirkan di Rapat Paripurna0
- Nanda Moeis Sosialisasikan Wawasan Kebangsaan di Makroman0
- Alokasi Anggaran Pertanian Minim, DPRD Kaltim Sentil Visi Gubernur \'Kaltim Green\'0
- Pemprov Diminta Dewan Kaltim Persiapkan Infrastruktur Pembangunan SDM0
- Ada Rp10 Triliun Dana Nasional Untuk Jalan Dikucurkan di Kaltim0
Berdasarkan data yang ada, sekitar 77 wanita yang terjangkit HIV yang sebagian besar merupakan Ibu Rumah Tangga (IRT).
"Tahun 2019 ada 96 kasus, tahun 2020 ada 59 kasus HIV dan di tahun 2022 ada 77 kasus, jumlah ini terus meningkat," ucap Nanda.
Nanda berharap agar Pemerintah terus melakukan edukasi dan sosialisasi tentang dampak buruk sebagai bentuk upaya pencegahan meningkatnya kasus HIV di Kaltim.
"Sudah sepatutnya masyarakat mendapatkan edukasi tentang kesehatan, khususnya HIV/AIDS, mulai dari penularan, pencegahannya, hingga pengobatan," ungkapnya.
Politikus PDI Perjuangan itu berharap pada tahun 2023 kasus penyebaran virus HIV ini bisa berkurang, terutama pada IRT, maka dari itu ia menyarankan agar masyarakat dapat menjalankan pola hidup sehat, bersih, dan rutin memeriksa kesehatan.
Tak hanya itu, ia pun menyebut masyarakat yang terjangkit harus dirangkul dan diberikan motivasi agar semangat menjalani perawatan kesehatan.
"Jangan dikucilkan, harus dirangkul. Maka dari itu pemprov harus galakkan edukasi tentang bahaya HIV," pungkasnya. (Ar/Adv)










.jpg)
