- Pemkot Bontang Pastikan APBD 2027 Fokus pada Program Prioritas di Tengah Tekanan Fiskal
- DKP3 Bontang Bekali Nelayan Pengetahuan Mitigasi Bencana untuk Kurangi Risiko di Laut
- DKP3 Bontang Perkuat Sinergi Perluas Akses Permodalan bagi Pelaku Usaha Sektor Pangan
- DKP3 Bontang Sinkronkan Data Pupuk Bersubsidi, Pastikan Distribusi Sesuai Kebutuhan Petani
- DKP3 Bontang Terapkan Penyaluran Benih Ikan Bertahap untuk Jaga Siklus Produksi Pembudidaya
- DKP3 Bontang Cek Langsung Lokasi Budidaya Ikan Sebelum Tetapkan Penerima Bantuan
- DKP3 Libatkan Kelompok Tani Dukung Pencegahan Stunting Lewat Bantuan Ayam Petelur
- DKP3 Bontang Verifikasi Bantuan Jaring, Pastikan Sesuai Kebutuhan Nelayan
- DKP3 Bontang Perkuat Pelaporan Sisa Pangan SPPG untuk Evaluasi Program MBG
- Pemkot Bontang Perluas Transaksi Non-Tunai, Tiga OPD Terima Perangkat Pembayaran Digital
Damayanti Soroti Minimnya Keterwakilan Perempuan di DPRD Kaltim 2024–2029
.jpg)
Keterangan Gambar : Anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Damayanti. (Foto: Ist)
ANALOGNEWS.id, SAMARINDA - Anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Damayanti, menyuarakan keprihatinannya atas rendahnya jumlah anggota dewan perempuan yang terpilih pada periode 2024–2029.
Dari total 55 anggota DPRD Kaltim terpilih, hanya delapan di antaranya adalah perempuan. Angka ini mengalami penurunan dibandingkan periode sebelumnya yang mencapai 11 orang.
“Partisipasi perempuan bukan soal memenuhi kuota semata, tapi soal hadirnya perspektif unik yang lahir dari pengalaman langsung sebagai perempuan,” ujar.
Baca Lainnya :
- Abdul Giaz Dorong Transportasi Daring Lokal: Wujudkan Kedaulatan Digital di Kaltim0
- Andi Satya Soroti Krisis Tenaga Medis di Kaltim, Dorong Telemedicine dan Beasiswa Kedokteran0
- Hartono Basuki Soroti Minimnya Fasilitas RS di Paser, Dorong Benkeu Kesehatan dari Provinsi0
- Angka Stunting di Kukar Terus Menurun, DPRD Kaltim Apresiasi Peran Ketua RT dan Serukan Penguatan Ke0
- Firnadi Ikhsan Sosialisasikan Perda Ketertiban Umum di Kubar: Perkuat Peran Masyarakat dalam Mewujud0
Menurut politisi perempuan ini, keterwakilan perempuan di parlemen sangat krusial untuk memastikan kebijakan yang lahir berpihak pada isu-isu perempuan, anak, dan keluarga.
Damayanti menilai bahwa berkurangnya keterwakilan perempuan mencerminkan masih besarnya tantangan yang dihadapi kaum perempuan di dunia politik. Tantangan tersebut antara lain minimnya dukungan sosial, keterbatasan akses politik, hingga beban ganda dalam kehidupan domestik.
“Kita butuh regenerasi pemimpin perempuan yang kuat, agar suara perempuan tak hanya simbolis, tapi benar-benar punya daya pengaruh dalam pengambilan kebijakan,” tegasnya.
Ia juga mendorong agar ke depan partai politik lebih serius mendorong kader perempuan untuk maju, sekaligus memberikan pelatihan dan ruang aktualisasi yang setara. Menurutnya, kehadiran perempuan di legislatif adalah bagian penting dari demokrasi yang sehat dan representatif. (SRA/ADV/DPRDKALTIM)










.jpg)
