Breaking News
- SATRIA Hadir di Bontang, Jadi Ruang Digital Informatif dan Ramah Anak
- Neni Minta Orang Tua Awasi Ruang Digital Anak, Jangan Biarkan Smartphone Tanpa Kontrol
- Agus Haris Sebut Pemkot dan KONI Saling Membutuhkan, Pembinaan Atlet Harus Diperkuat
- APBD 2027 Tertekan, Neni Perketat Belanja Pemkot Bontang
- RAPBD 2027 Bontang Tembus Rp2 Triliun, Neni Ungkap Ada Kurang Bayar DBH Rp402,58 Miliar
- Pemkot Bontang Dorong Penanggulangan TB Jadi Bagian dari Pelayanan Publik
- Agus Haris Desak PLN Hentikan Pemadaman Bergilir di Bontang
- Pemkot Bontang Siapkan Integrasi Program Mengaji ke Wajar 19.00-21.00
- Pemkot Bontang Kaji Skema Tambahan Guru Ngaji Berbasis Jumlah Murid
- 15.410 KK di Bontang Terima Bantuan Beras Selama Tiga Bulan
APBD 2027 Tertekan, Neni Perketat Belanja Pemkot Bontang

Analognews.id, BONTANG - Pemerintah Kota Bontang akan memperketat belanja pada 2027 menyusul kondisi fiskal daerah yang lebih terbatas. Sejumlah belanja pendukung bakal diefisienkan agar anggaran dapat lebih banyak diarahkan untuk pelayanan publik dan program prioritas.
Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni mengatakan efisiensi menjadi langkah yang tidak dapat dihindari dalam penyusunan RAPBD 2027.
“Efisiensi belanja tidak dapat dihindari. Tujuannya sederhana, karena ruang fiskal lebih terbatas, maka belanja pendukung harus dibatasi agar anggaran yang tersedia dapat diarahkan kepada pelayanan dan prioritas utama,” ucapnya, Selasa (15/9/2026).
Dalam arah kebijakan tersebut, Pemkot Bontang melakukan pengetatan terhadap sejumlah belanja, seperti alat tulis kantor dan barang pakai habis, percetakan dan suvenir, belanja sewa, kegiatan seremonial, perjalanan dinas, makanan dan minuman rapat, seminar, kajian dan analisis, jasa konsultansi, honor kegiatan, pendidikan dan pelatihan, bimbingan teknis, hingga pemeliharaan.
Neni menegaskan efisiensi dilakukan secara selektif. Belanja yang tidak memiliki keterkaitan kuat dengan pelayanan atau pencapaian target kinerja dapat dikurangi, disederhanakan, atau ditunda.
Namun, kebijakan tersebut tidak boleh mengganggu fungsi pelayanan kepada masyarakat.
Sejumlah kendaraan operasional yang berkaitan langsung dengan pelayanan juga tetap menjadi perhatian. Ambulans, kendaraan pemadam kebakaran, kendaraan kebencanaan, kendaraan ketertiban, kendaraan pelayanan lapangan, hingga armada pengangkut sampah tetap mendapat dukungan sesuai kebutuhan pelayanan.
Di sisi pembangunan fisik, Pemkot tetap mempertahankan sejumlah agenda prioritas. Di antaranya pembangunan Rumah Sakit Taman Sehat, peningkatan Jalan Kapten Piere Tendean di kawasan Bontang Kuala, penataan trotoar di koridor jalan nasional, perbaikan drainase dan bangunan perkuatan tebing sungai untuk pengendalian banjir, serta pembangunan sarana dan prasarana olahraga.
Selain itu, tujuh program unggulan daerah tetap diarahkan berjalan sesuai kemampuan fiskal dan tingkat prioritasnya, yakni Bontang Sehat untuk Semua, Bontang Pintar, Gerakan Ekonomi Bontang, Digitalisasi Pelayanan, Menata Bontang, Komitmen Bontang, dan Inovasi Bontang.
“Yang berubah adalah cara kita menentukan prioritas dan cara kita menggunakan anggaran,” ujar Neni.
Write a Facebook Comment
Tuliskan Komentar anda dari account Facebook
View all comments










.jpg)
