- Pemkot Bontang Dorong Penanggulangan TB Jadi Bagian dari Pelayanan Publik
- Agus Haris Desak PLN Hentikan Pemadaman Bergilir di Bontang
- Pemkot Bontang Siapkan Integrasi Program Mengaji ke Wajar 19.00-21.00
- Pemkot Bontang Kaji Skema Tambahan Guru Ngaji Berbasis Jumlah Murid
- 15.410 KK di Bontang Terima Bantuan Beras Selama Tiga Bulan
- Neni Tekankan Perubahan APBD 2026 Harus Beri Dampak Nyata
- Bantuan Beras Jadi Penyangga Stabilitas Pangan di Bontang
- Neni Ungkap Alasan Sejumlah Program Bontang Ditunda
- Neni Perkuat Peran FKDM sebagai Mata dan Telinga Pemerintah
- Pemkot Bontang Bakal Tata Kandang Ayam di Bontang Lestari, Neni Minta Tak Ada Penambahan Bangunan
Pemkot Bontang Siapkan Integrasi Program Mengaji ke Wajar 19.00-21.00

Analognews.id, BONTANG – Pemerintah Kota Bontang berencana memperkuat program mengaji dalam kebijakan Wajib Belajar (Wajar) yang selama ini berlangsung pukul 19.00 hingga 21.00 Wita.
Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris mengatakan, penguatan tersebut dilakukan untuk mendukung program Alir yang didorong Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam (KKG PAI) sekaligus memperkuat pendidikan keagamaan bagi anak di luar pembelajaran umum.
Menurutnya, pendidikan anak tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan sekolah. Peran keluarga juga dibutuhkan untuk memastikan pembinaan anak terus berjalan di lingkungan rumah.
Baca Lainnya :
“Pemerintah menjamin mutu, sekolah juga menjamin mutu. Tetapi keluarga harus lebih aktif menjaga mutu anak-anaknya di rumah masing-masing,” ujar pria yang akrab disapa AH, Senin (14/9/2026).
Ia menjelaskan, pendidikan agama sebenarnya telah masuk dalam silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) di sekolah. Namun, penerapannya belum merata di seluruh satuan pendidikan.
Karena itu, Pemkot Bontang akan melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan Wajar agar porsi pendidikan umum dan kegiatan mengaji dapat diperjelas.
“Wajar itu mestinya di dalamnya sudah ada belajar pendidikan umum dan mengaji. Tetapi nanti akan kita lebih spesifikkan, misalnya ada waktu tertentu yang memang digunakan untuk mengaji,” jelasnya.
Agus mengatakan, teknis penerapan program tersebut masih perlu dibahas bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, sekolah, serta paguyuban orang tua.
Pembahasan diperlukan untuk menghitung ketersediaan jam pelajaran, kegiatan belajar mengajar, hingga kegiatan ekstrakurikuler yang sudah berjalan di sekolah.
“Nanti kami rapat dulu di Disdikbud untuk menghitung jumlah jam yang tersedia, termasuk jam pelajaran dan ekstrakurikuler. Dari situ akan dilihat program ini ditempatkan di jam yang mana,” katanya.
AH menilai penguatan pendidikan agama penting sebagai bagian dari pembentukan karakter generasi muda. Menurutnya, program tersebut juga sejalan dengan arah pembangunan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.
Pemkot Bontang, lanjutnya, menyambut baik inisiatif KKG PAI yang meluncurkan program Alir dan akan membahas bentuk dukungan pemerintah agar program tersebut dapat berkelanjutan.
“Kami akan rapat dan diskusikan bersama sekolah serta paguyuban orang tua. Harapannya program ini tidak berhenti di sini, tetapi bisa terus berjalan,” pungkasnya.










.jpg)
