- Pemkot Bontang Pastikan APBD 2027 Fokus pada Program Prioritas di Tengah Tekanan Fiskal
- DKP3 Bontang Bekali Nelayan Pengetahuan Mitigasi Bencana untuk Kurangi Risiko di Laut
- DKP3 Bontang Perkuat Sinergi Perluas Akses Permodalan bagi Pelaku Usaha Sektor Pangan
- DKP3 Bontang Sinkronkan Data Pupuk Bersubsidi, Pastikan Distribusi Sesuai Kebutuhan Petani
- DKP3 Bontang Terapkan Penyaluran Benih Ikan Bertahap untuk Jaga Siklus Produksi Pembudidaya
- DKP3 Bontang Cek Langsung Lokasi Budidaya Ikan Sebelum Tetapkan Penerima Bantuan
- DKP3 Libatkan Kelompok Tani Dukung Pencegahan Stunting Lewat Bantuan Ayam Petelur
- DKP3 Bontang Verifikasi Bantuan Jaring, Pastikan Sesuai Kebutuhan Nelayan
- DKP3 Bontang Perkuat Pelaporan Sisa Pangan SPPG untuk Evaluasi Program MBG
- Pemkot Bontang Perluas Transaksi Non-Tunai, Tiga OPD Terima Perangkat Pembayaran Digital
Anggota Komisi II DPRD Kaltim Ismail Ingatkan Masyarakat Pentingnya Pengamalan Empat Konsensus Berne

ANALOGNEWS.id, SAMARINDA - Persoalan menyangkut wawasan kebangsaan merupakan suatu hal yang mendasar dalam kehidupan bernegara di Indonesia. Empat konsensus bangsa bernegara yaitu Pancasila, Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhineka Tunggal Ika, senantiasa menjadi pedoman bagi warga.
Anggota Komisi II DPRD Kaltim Ismail menyebut empat konsensus bangsa bernegara sudah semestinya harus diterapkan dalam berkehidupan. Salah satu contohnya yakni menjaga persatuan dari adanya perbedaan.
Menurunya, perbedaan suku, ras, agama, dan pandangan seyogianya merupakan suatu warna dalam kehidupan. Sehingga perbedaan itu jangan dijadikan sebagai penghalang, tapi itu merupakan sebuah kekayaan.
Baca Lainnya :
- Sambut Ramadhan, Pemuda BK Bersih-Bersih Masjid0
- Edi Damansyah Masih Bisa Mencalonkan Diri Sebagai Bupati Kukar0
- Udin Sadarkan Peran Anak Muda Narkotika Musuh Bersama0
- DPRD Mahulu Belajar ke DPRD Kaltim0
- Sutomo Jabir Ingatkan Perusahaan Pertambangan Jalankan Kewajiban0
"Karena itu merupakan buah dari Kebhinekaan yang negara kita miliki," ucap Ismail dikala penyebarluasan wawasan kebangsaan di Kutai Timur, Sabtu (4/3/2023).
Politikus asal dapil VI meliputi Bontang-Kutim-Berau ini menyampaikan memasifkan gerak-gerak edukasi persoalan wawasan kebangsaan di masa saat inu sangatlah perlu, sebagai upaya preventif dari berkembangnya teknologi yang kian meluas.
Dengan harapan para masyarakat dapat mengerti dan memahami arti pentingnya kebangsaan dalam berkehidupan.
"Agar semakin mempertebal rasa kebangsaan, nasionalisme, cinta tanah air sebagai mitigasi paham komunis ataupun negatif lainnya dalam berkehidupan, bernegara dan berbangsa," jelasnya. (Ar/An/Adv)










.jpg)
