- HAN 2026, Pemkot Bontang dan BAZNAS Beri Dukungan bagi 300 Anak
- Bimbingan Pra Nikah Remaja, Pemkot Bontang Dorong Pelajar Fokus Siapkan Masa Depan
- HUT ke-36 PW-BKAG Bontang, Agus Haris Dorong Perempuan Perkuat Pelayanan Sosial
- Pusdiklat Paskibraka Bontang Dimulai, Agus Haris Tekankan Pembentukan Karakter
- Harganas ke-33, Wali Kota Bontang Soroti Pentingnya Kehadiran Ayah dalam Keluarga
- Wali Kota Bontang Pastikan 11 Rekomendasi BPK Masih Dikawal hingga Tuntas
- 132 Mahasiswa KKN Kolaborasi Diterjunkan ke 15 Kelurahan di Bontang
- Pemkot Bontang Perkuat Perlindungan Pekerja Konstruksi Lewat BPJS Ketenagakerjaan
- Pemkot Bontang Gandeng Dunia Usaha Jaga Keberlanjutan Jaminan Kesehatan Gratis
- Digitalisasi Transaksi Daerah Bontang Capai 83,4 Persen, Pemkot Perkuat TP2DD
Anggota Komisi II DPRD Kaltim Ismail Ingatkan Masyarakat Pentingnya Pengamalan Empat Konsensus Berne

ANALOGNEWS.id, SAMARINDA - Persoalan menyangkut wawasan kebangsaan merupakan suatu hal yang mendasar dalam kehidupan bernegara di Indonesia. Empat konsensus bangsa bernegara yaitu Pancasila, Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhineka Tunggal Ika, senantiasa menjadi pedoman bagi warga.
Anggota Komisi II DPRD Kaltim Ismail menyebut empat konsensus bangsa bernegara sudah semestinya harus diterapkan dalam berkehidupan. Salah satu contohnya yakni menjaga persatuan dari adanya perbedaan.
Menurunya, perbedaan suku, ras, agama, dan pandangan seyogianya merupakan suatu warna dalam kehidupan. Sehingga perbedaan itu jangan dijadikan sebagai penghalang, tapi itu merupakan sebuah kekayaan.
Baca Lainnya :
- Sambut Ramadhan, Pemuda BK Bersih-Bersih Masjid0
- Edi Damansyah Masih Bisa Mencalonkan Diri Sebagai Bupati Kukar0
- Udin Sadarkan Peran Anak Muda Narkotika Musuh Bersama0
- DPRD Mahulu Belajar ke DPRD Kaltim0
- Sutomo Jabir Ingatkan Perusahaan Pertambangan Jalankan Kewajiban0
"Karena itu merupakan buah dari Kebhinekaan yang negara kita miliki," ucap Ismail dikala penyebarluasan wawasan kebangsaan di Kutai Timur, Sabtu (4/3/2023).
Politikus asal dapil VI meliputi Bontang-Kutim-Berau ini menyampaikan memasifkan gerak-gerak edukasi persoalan wawasan kebangsaan di masa saat inu sangatlah perlu, sebagai upaya preventif dari berkembangnya teknologi yang kian meluas.
Dengan harapan para masyarakat dapat mengerti dan memahami arti pentingnya kebangsaan dalam berkehidupan.
"Agar semakin mempertebal rasa kebangsaan, nasionalisme, cinta tanah air sebagai mitigasi paham komunis ataupun negatif lainnya dalam berkehidupan, bernegara dan berbangsa," jelasnya. (Ar/An/Adv)










.jpg)
