- HAN 2026, Pemkot Bontang dan BAZNAS Beri Dukungan bagi 300 Anak
- Bimbingan Pra Nikah Remaja, Pemkot Bontang Dorong Pelajar Fokus Siapkan Masa Depan
- HUT ke-36 PW-BKAG Bontang, Agus Haris Dorong Perempuan Perkuat Pelayanan Sosial
- Pusdiklat Paskibraka Bontang Dimulai, Agus Haris Tekankan Pembentukan Karakter
- Harganas ke-33, Wali Kota Bontang Soroti Pentingnya Kehadiran Ayah dalam Keluarga
- Wali Kota Bontang Pastikan 11 Rekomendasi BPK Masih Dikawal hingga Tuntas
- 132 Mahasiswa KKN Kolaborasi Diterjunkan ke 15 Kelurahan di Bontang
- Pemkot Bontang Perkuat Perlindungan Pekerja Konstruksi Lewat BPJS Ketenagakerjaan
- Pemkot Bontang Gandeng Dunia Usaha Jaga Keberlanjutan Jaminan Kesehatan Gratis
- Digitalisasi Transaksi Daerah Bontang Capai 83,4 Persen, Pemkot Perkuat TP2DD
Abaldus Badu Soroti Ketimpangan Harga Beras dan BBM di Kutai Timur

Keterangan Gambar : Anggota DPRD Kutai Timur, Abaldus Badu
ANALOGNEWS.id, KUTAI TIMUR – Anggota DPRD Kutai Timur, Abaldus Badu, mengungkapkan keprihatinan terkait perbedaan harga yang mencolok di wilayah Kecamatan Karangan dibandingkan kecamatan lain.
Berdasarkan informasi yang diterimanya, harga beras 25 kilogram di Karangan mencapai Rp 540 ribu, sedangkan bahan bakar minyak (BBM) dijual seharga Rp 23 ribu per liter. Angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan dengan harga di kecamatan lain seperti Kaubun, di mana BBM hanya sekitar Rp 18 ribu hingga Rp 19 ribu per liter.
Abaldus Badu menilai ketimpangan harga ini sangat membebani warga Karangan dan mengharapkan agar pemerintah daerah segera mengambil tindakan untuk meratakan harga di seluruh wilayah Kutai Timur.
“Perbedaan harga ini disebabkan oleh sistem distribusi yang belum merata antar kecamatan. Pemerintah daerah harus turun tangan untuk menyelesaikan masalah ini,” tegas Badu.
Politikus dari Partai Nasional Demokrat (NasDem) ini juga mengingatkan bahwa ketidakmerataan harga tidak hanya berdampak pada Karangan, namun mungkin juga terjadi di kecamatan lain. Ia berharap agar intervensi dari pemerintah dapat mengurangi beban ekonomi masyarakat dan memastikan harga-harga kebutuhan pokok tidak memberatkan rakyat.
Dengan kondisi harga yang sangat bervariasi, Badu menekankan pentingnya perhatian dan kepedulian pemerintah agar kesejahteraan masyarakat dapat lebih terjamin dan merata. (Adv)
Baca Lainnya :
- Dewan Kutai Timur Usulkan Pendekatan Sosial untuk Selesaikan Sengketa Lahan0
- Dewan Kutim Kecewa, Anggaran Pendidikan Dialihkan Tanpa Pemberitahuan0
- Dewan Kutai Timur Soroti Koordinasi OPD yang Menghambat Pelaksanaan Program0
- Dewan Kutai Timur Soroti Penyerapan Anggaran yang Belum Optimal0
- Ketua DPRD Kutai Timur Desak Dinas Pendidikan Perbaiki Sosialisasi Beasiswa0

Views: 519










.jpg)
