- Turnamen Voli Putri Bontang Jadi Wadah Pemberdayaan Perempuan dan UMKM
- Kapal Fiber dan Jaring Gillnet Disiapkan, DKP3 Bontang Dorong Produktivitas KUB Nelayan
- DKP3 Perkuat Pengawasan Distribusi MBG, Pastikan Makanan Aman hingga Diterima Siswa
- Pemkot Serahkan Penanganan Sengketa Kapal Roro ke Kejaksaan, Neni: Itu Aset Pemerintah
- DKP3 Dorong Produktivitas Peternakan, Bantuan Kambing dan Pakan Difokuskan untuk Pengembangan Ternak
- DKP3 Libatkan Lintas OPD Susun FSVA 2026, Data Ketahanan Pangan Tiap Kelurahan Diverifikasi
- Libatkan Pelajar dalam Perintis Anti Narkoba, Wali Kota Bontang Pastian Pengurus Bebas Narkoba
- DKP3 Gandeng Universitas Brawijaya Kembangkan BONTAMI, Perkuat Hilirisasi Rumput Laut Bontang
- DP3AKB Bontang Sosialisasikan Aplikasi Si SAKA, Permudah Masyarakat Laporkan Dugaan Kekerasan
- Pemkot Bontang Pastikan APBD 2027 Fokus pada Program Prioritas di Tengah Tekanan Fiskal
Yenni Eviliana Usulkan Tambahan Anggaran untuk Pemberdayaan Perempuan Pedesaan

Keterangan Gambar : Wakil Ketua DPRD Kaltim, Yenni Eviliana. (Foto: Ist)
ANALOGNEWS.id, SAMARINDA - Wakil Ketua DPRD Kaltim, Yenni Eviliana, mengusulkan agar alokasi anggaran untuk pemberdayaan perempuan, khususnya di wilayah pedesaan, ditingkatkan. Ia menilai langkah ini penting untuk memastikan program-program yang ada dapat memberikan dampak lebih besar bagi kesejahteraan masyarakat.
“Pemberdayaan perempuan dari Pemprov selama ini berjalan terus, tapi saya rasa perlu ditingkatkan lagi, terutama untuk perempuan di pedesaan,” ujar Yenni kepada awak media.
Yenni mengungkapkan bahwa anggaran yang tersedia saat ini masih terbatas, sehingga berbagai program sering kali hanya berjalan dengan kapasitas minimal. Ia berharap tambahan dana dapat mendukung pelaksanaan program yang lebih menyeluruh dan efektif.
“Kalau kita ibaratkan, anggarannya cukup, tapi sebenarnya masih dicukup-cukupkan. Dengan tambahan anggaran, pemberdayaan perempuan bisa lebih maksimal,” katanya.
Ia menekankan bahwa perempuan, terutama di pedesaan, memiliki potensi besar untuk menjadi motor penggerak ekonomi lokal. Namun, mereka seringkali terkendala akses terhadap pelatihan, modal usaha, dan pendampingan. Yenni yakin, dengan dukungan yang lebih besar, perempuan dapat berkontribusi lebih signifikan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Program pelatihan, akses modal usaha, dan pendampingan yang lebih intensif perlu difokuskan agar perempuan dapat mengambil peran lebih besar dalam perekonomian daerah,” jelas Yenni.
Yenni juga mengajak pemerintah dan pihak terkait untuk lebih memperhatikan kebutuhan perempuan di desa yang kerap terpinggirkan dari pembangunan.
Menurutnya, pemberdayaan perempuan bukan hanya soal peningkatan ekonomi, tetapi juga soal penguatan kapasitas individu untuk membawa perubahan positif di lingkungannya.
“Saya percaya, dengan alokasi anggaran yang lebih besar, perempuan di Kalimantan Timur, terutama di pedesaan, dapat menjadi penggerak perubahan yang signifikan,” tutup Yenni. (Fai/Adv/DPRDKaltim)










.jpg)
