- Turnamen Voli Putri Bontang Jadi Wadah Pemberdayaan Perempuan dan UMKM
- Kapal Fiber dan Jaring Gillnet Disiapkan, DKP3 Bontang Dorong Produktivitas KUB Nelayan
- DKP3 Perkuat Pengawasan Distribusi MBG, Pastikan Makanan Aman hingga Diterima Siswa
- Pemkot Serahkan Penanganan Sengketa Kapal Roro ke Kejaksaan, Neni: Itu Aset Pemerintah
- DKP3 Dorong Produktivitas Peternakan, Bantuan Kambing dan Pakan Difokuskan untuk Pengembangan Ternak
- DKP3 Libatkan Lintas OPD Susun FSVA 2026, Data Ketahanan Pangan Tiap Kelurahan Diverifikasi
- Libatkan Pelajar dalam Perintis Anti Narkoba, Wali Kota Bontang Pastian Pengurus Bebas Narkoba
- DKP3 Gandeng Universitas Brawijaya Kembangkan BONTAMI, Perkuat Hilirisasi Rumput Laut Bontang
- DP3AKB Bontang Sosialisasikan Aplikasi Si SAKA, Permudah Masyarakat Laporkan Dugaan Kekerasan
- Pemkot Bontang Pastikan APBD 2027 Fokus pada Program Prioritas di Tengah Tekanan Fiskal
Upacara Penetapan Komponen Cadangan: Sapto Setyo Pramono Dorong Kesiapan Bela Negara

Keterangan Gambar : Sapto Setyo Pramono Hadiri Upacara Penetapan Komcas Matra Darat Gelombang ll di di Lapangan Merdeka Balikpapan. (Foto : Ist)
ANALOGNEWS.id, BALIKPAPAN – Anggota Dewan Perwakiln Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur (Kaltim), Sapto Setyo Pramono, menghadiri Upacara Penetapan Komponen Cadangan (Komcad) Matra Darat Gelombang II Tahun 2024 di Lapangan Merdeka Balikpapan pada Rabu (20/11/2024).
Acara tersebut dipimpin oleh Panglima Kodam VI/Mulawarman, Mayjen TNI Tri Budi Utomo, yang membacakan amanat tertulis Menteri Pertahanan, Letjen TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin.
Sapto, yang hadir mewakili Ketua DPRD Kaltim, Hasanuddin Mas’ud, menilai keberadaan Komcad sebagai langkah strategis dalam menjaga pertahanan negara.
“Komponen Cadangan adalah bagian dari Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang terdiri dari matra darat, laut, dan udara, yang dapat digerakkan oleh presiden dalam keadaan perang atau darurat nasional dengan persetujuan DPR," jelasnya.
Dalam pidatonya, Sapto menegaskan bahwa bela negara bukan hanya tanggung jawab Kementerian Pertahanan, melainkan kewajiban seluruh komponen bangsa. Ia mengapresiasi program Komcad sebagai bentuk nyata upaya bela negara yang harus terus ditingkatkan.
“Bela negara ini sangat penting. Kalau bisa, wajib militer diterapkan. Dengan jiwa nasionalisme yang kuat, kesiapsiagaan kita dapat dimulai sejak dini, terutama di tengah situasi dunia yang saat ini tidak dalam kondisi baik-baik saja,” ungkapnya.
Sapto juga menyatakan dukungannya untuk upaya legislasi yang lebih tegas terkait kewajiban bela negara. Ia berharap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto bersama DPR RI dapat segera menyusun dan mengesahkan undang-undang tentang Wajib Militer (Wamil).
“Kegiatan ini sangat bagus. Kami dari DPRD selalu mendukung dan mendorong pemerintah untuk mengesahkan UU Wajib Militer. Ini penting untuk memperkuat kesiapan bangsa menghadapi ancaman global,” tambahnya.
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sumber Daya Pertahanan Negara, Komcad dirancang sebagai pelengkap komponen utama TNI. Tujuannya adalah memperkuat pertahanan nasional dalam menghadapi ancaman militer maupun ancaman hibrida—kombinasi antara metode militer dan nonmiliter yang dilakukan secara terselubung maupun terbuka.
Sapto berharap kehadiran Komcad dapat meningkatkan kewaspadaan dan kesiapan bangsa dalam menghadapi situasi global yang penuh ketidakpastian.
“Ini adalah langkah penting untuk memperkuat ketahanan nasional, dan kita semua memiliki tanggung jawab untuk mendukungnya," pungkasnya. (Fai/Adv/DPRDKaltim)










.jpg)
