- HAN 2026, Pemkot Bontang dan BAZNAS Beri Dukungan bagi 300 Anak
- Bimbingan Pra Nikah Remaja, Pemkot Bontang Dorong Pelajar Fokus Siapkan Masa Depan
- HUT ke-36 PW-BKAG Bontang, Agus Haris Dorong Perempuan Perkuat Pelayanan Sosial
- Pusdiklat Paskibraka Bontang Dimulai, Agus Haris Tekankan Pembentukan Karakter
- Harganas ke-33, Wali Kota Bontang Soroti Pentingnya Kehadiran Ayah dalam Keluarga
- Wali Kota Bontang Pastikan 11 Rekomendasi BPK Masih Dikawal hingga Tuntas
- 132 Mahasiswa KKN Kolaborasi Diterjunkan ke 15 Kelurahan di Bontang
- Pemkot Bontang Perkuat Perlindungan Pekerja Konstruksi Lewat BPJS Ketenagakerjaan
- Pemkot Bontang Gandeng Dunia Usaha Jaga Keberlanjutan Jaminan Kesehatan Gratis
- Digitalisasi Transaksi Daerah Bontang Capai 83,4 Persen, Pemkot Perkuat TP2DD
Tinjau Penanganan Longsor di Kalumpang, PUPR Pemprov Sulbar Ajak Masyarakat Lebih Waspada Cuaca Ekst
Pemprov Sulbar

Keterangan Gambar : Plt Kadis PUPR, tinjau penanganan longsor
ANALOG NEWS - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pemprov Sulbar melakukan peninjauan penanganan longsor di di Kecamatan Kalumpang, Kabupaten Mamuju, Kamis , 11 Januari 2024
Plt. Kepala Dinas PUPR Sulbar Rachmad mengatakan, hujan deras Senin 8 Januari kemarin, mengakibatkan longsor di 8 titik di Kalumpang. Empat desa sulit diakses, yakni Desa Karataun, Desa Batuisi, Desa Lasa dan Desa Salumakki.
"Ada delapan titik longsor, di Desa Lasa', saat kami mendapatkan laporan terjadi longsor kami langsung kirim alat berat kesini, (Kalumpang)," kata Rachmad.
Baca Lainnya :
- Dua Pengedar Narkoba di Bontang Ditangkap, Polisi Amankan 5,61 Gram Sabu0
- Bawaslu Kaltim Gandeng BSSN Tangkal Ancaman Siber dan Hoaks Pemilu 20240
- DPRD Bontang Sahkan 13 Peraturan Daerah Sepanjang 20230
- Rekrut TKD Tidak Dibuka Umum, DPRD Sebut Disdamkartan Langgar Aturan0
- Daya Serap Anggaran Minim, Salehuddin Dorong Disdikbud Kelolah Program dengan Baik0
Rachmad berharap masyarakat tetap waspada saat melintasi titik longsor apalagi saat kondisi hujan deras.
"Kita perlu mengantisipasi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, pohon tumbang, angin kencang, hingga tanah longsor," ungkapnya.
Dia juga terus berkoordinasi dengan Kabupaten dan instansi terkait agar tetap siaga mengantisipasi terjadinya longsor di wilayah Sulbar. Menurutnya, dalam mengantisipasi kebencanaan dibutuhkan keterlibatan semua elemen dan masyarakat.
“Kita koordinasi secara rutin dan berkala baik antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan instansi vertikal terkait untuk mengantisipasi pencegahan dampak dari cuaca ekstrem," kata Rachmad. (adv)










.jpg)
