- Pemkot Bontang Pastikan APBD 2027 Fokus pada Program Prioritas di Tengah Tekanan Fiskal
- DKP3 Bontang Bekali Nelayan Pengetahuan Mitigasi Bencana untuk Kurangi Risiko di Laut
- DKP3 Bontang Perkuat Sinergi Perluas Akses Permodalan bagi Pelaku Usaha Sektor Pangan
- DKP3 Bontang Sinkronkan Data Pupuk Bersubsidi, Pastikan Distribusi Sesuai Kebutuhan Petani
- DKP3 Bontang Terapkan Penyaluran Benih Ikan Bertahap untuk Jaga Siklus Produksi Pembudidaya
- DKP3 Bontang Cek Langsung Lokasi Budidaya Ikan Sebelum Tetapkan Penerima Bantuan
- DKP3 Libatkan Kelompok Tani Dukung Pencegahan Stunting Lewat Bantuan Ayam Petelur
- DKP3 Bontang Verifikasi Bantuan Jaring, Pastikan Sesuai Kebutuhan Nelayan
- DKP3 Bontang Perkuat Pelaporan Sisa Pangan SPPG untuk Evaluasi Program MBG
- Pemkot Bontang Perluas Transaksi Non-Tunai, Tiga OPD Terima Perangkat Pembayaran Digital
Rekrut TKD Tidak Dibuka Umum, DPRD Sebut Disdamkartan Langgar Aturan
.jpg)
Keterangan Gambar : Abdul Samad, Anggota DPRD Bontang. (L)
ANALOGNEWS.id, BONTANG - Anggota DPRD Bontang, Abdul Samad menyebut perekrutan Tenaga Kerja Daerah (TKD) di Dinas Pemadam Kebaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Kota Bontang tak transparan
Abdul Samad mengaku mendapat laporan dari masyarakat jika perekrutan yang dilakukan Didamkartan tidak transparan.
Pokitisi Hanura ini mengatakan, tindakan yang dilakukan oleh Didamkartan itu bertolak belakang dengan undang-undnagbsoal tenaga kerja dan Perda Nomor 10 Tahun 2018 tentang Rekrutmen dan Penempatan Tenaga Kerja mengatur pemberdayaan masyarakat atau tenaga lokal Bontang.
Baca Lainnya :
- Daya Serap Anggaran Minim, Salehuddin Dorong Disdikbud Kelolah Program dengan Baik0
- Komisi III Kembali Sidak Griya Wisata, Fasum dan Fasos Terkendala Aturan0
- Banyak OPD Belum Capai Target Realisasi Anggaran, DPRD Dukung Upaya Pj Gubernur Lakukan Evaluasi0
- Keterlibatan Sekolah dan Ortu Kurangi Kasus Bullying Dalam Dunia Pendidikan0
- Keseragaman Informasi Tak Sampai di Desa-desa, DPRD Kaltim Dorong Pemerataan Digitalisasi0
“Beberapa waktu lalu saya menerima aduan masyarakat setelah itu saya langsung WA Kadisdamkartan tapi sejak saya WA per 9 September lalu sampai saat ini belum ada respon,” katanya dalam rapat paripurna yang digelar beberapa waktu lalu.
“Saya sangat menyayangkan dengan adanya penerimaan ini secara tidak terbuka untuk umum,” tambah pria yang akrab disapa Aco itu.
Dia menyampaikan, tindakan Didamkartan melakukan perekrutan secara tertutup itu sangat melukai hati masyarakata, terutama bagi pencari kerja.
Aco menjelaskan, angka pencari kerja di Kota Bontang sangat tinggi, yakni 6.070 per September kemarin. Untuk itu dia menyayangkan prekeitan yang dilakukan pemerintah secara tertutup.
"Semestinya perekrutan tersebut dibuka untuk umum. Ini kan yang diterima banyak ada sekitar 50 orang lebih sedangkan rumah sakit swasta saja yang hanya membutuhkan satu tenaga ahli itu perekrutannya melalui Disnaker masa kita yang pemerrintahan justru diam-diam,” ujarnya.
Terpisah, Kadisdamkartan Bontang Amiluddin mengungkapkan, jika ratusan surat lamaran telah dia Terima sebelum pendaftaran dibuka. Bahkan, seleksi administrasi dan fisik telah dilakukan.
“Dari 53 orang yang kami rekrut ini mayoritas dari relawan-relawan Damkar,” ungkapnya. (*)










.jpg)
