- Aris Nur Huda: Saatnya Munas HIPMI XVIII Digelar di Kaltim
- Kutim Raih Penghargaan Arindama Infrastruktur di HUT ke-69 Kaltim
- Transaksi Sabu di Tanjung Laut Indah, Pemuda di Bontang Diciduk Polisi
- Ojol Bontang Minta WiFi hingga WC, Pemkot Janji Bangun Fasilitas Khusus pada 2027
- 4 Wilayah di Bontang Terendam Banjir, Guntung Paling Parah
- BPC HIPMI Samarinda dan Bandara APT Pranoto Dorong Produk UMKM Lokal Naik Kelas
- DPRD Samarinda Soroti Lemahnya Edukasi Keluarga sebagai Faktor Penghambat Penurunan Stunting
- Celni Soroti Lonjakan Jumlah Anak Pindahan, Minta Pemerintah Benahi Distribusi Siswa Antarwilayah
- Ledakan Tren Digital Pengaruhi Perilaku Sosial, DPRD Samarinda Minta Pemkot Perkuat Literasi dan Ana
- DPRD Samarinda Ingin Arah Pembangunan Kota Lebih Visioner dan Terintegrasi
Tercemar Ringan, DLH Imbau Masyarakat Tak Buang Limbah ke Sungai

Keterangan Gambar : Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bontang Syapriansyah. (Amril)
ANALOGNEWS.id - Beberapa titik sungai di Kota Bontang masuk kategori tercemar ringan yang disebabkan oleh limbah rumah tangga.
Hal itu diungkapkan oleh Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bontang Syapriansyah. Dia mengatakan ini sesuai dengan hasil uji laboratorium sampel yang diambil dari sembilan titik sungai di Kota Bontang.
"Ini hasil pantauan yang dilakukan 25 Februari 2022," ungkapnya.
Baca Lainnya :
- Hasil Pantauan IKA Sungai DLH, Masih Sesuai Standar Baku Mutu0
- Jaga Kualitas Air, DLH Bontang Rutin Pantau IKA0
- DLH Bontang Manfaatkan Sampah Organik di TPA Jadi Kompos0
- Gelar Aksi Jilid II, Masyarakat Bufferzone Bawah 8 Tuntutan untuk Pupuk Kaltim0
- Kalapas Bontang Tepis Dugaan Kekerasan Terhadap WBP0
5 titik yang tercemar ringan ini berada di sungai Jalan Soekarno Hatta, pelabuhan nelayan Guntung, Jalan Tari Dewa, Jalan Setia Lencana dan depan masjid Al-Barokah.
Pencemaran ini kata dia, disebabkan dari perilaku masyarakat yang membuang sampah ke sungai. Selain itu, pembuangan air limbah rumah tangga ke sungai melalui drainase juga menjadi penyebab.
Untuk itu, pihaknya melakukan upaya agar perilaku tersebut dapat berubah. "Perilaku masyarakat seperti ini yang perlu diubah," kata Syapriansyah.
Dia bilang, pihaknya juga telah berupaya Mensosialisasikan agar perilaku masyarakat seperti membuang limbah ke sungai dapat berubah.
Selai merubah perilaku membangun sampah ke sungai, Syapriansyah juga mengatakan melakukan penanaman pohon di bantaran sungai dan melakukan pembersihan drainase dapat mencegah pencaharian air sungai.
"Kita sudah sosialisasikan hal ini ke masyarakat," imbuhnya. (Ar/An)










.jpg)
