- Pemkot Bontang Pastikan APBD 2027 Fokus pada Program Prioritas di Tengah Tekanan Fiskal
- DKP3 Bontang Bekali Nelayan Pengetahuan Mitigasi Bencana untuk Kurangi Risiko di Laut
- DKP3 Bontang Perkuat Sinergi Perluas Akses Permodalan bagi Pelaku Usaha Sektor Pangan
- DKP3 Bontang Sinkronkan Data Pupuk Bersubsidi, Pastikan Distribusi Sesuai Kebutuhan Petani
- DKP3 Bontang Terapkan Penyaluran Benih Ikan Bertahap untuk Jaga Siklus Produksi Pembudidaya
- DKP3 Bontang Cek Langsung Lokasi Budidaya Ikan Sebelum Tetapkan Penerima Bantuan
- DKP3 Libatkan Kelompok Tani Dukung Pencegahan Stunting Lewat Bantuan Ayam Petelur
- DKP3 Bontang Verifikasi Bantuan Jaring, Pastikan Sesuai Kebutuhan Nelayan
- DKP3 Bontang Perkuat Pelaporan Sisa Pangan SPPG untuk Evaluasi Program MBG
- Pemkot Bontang Perluas Transaksi Non-Tunai, Tiga OPD Terima Perangkat Pembayaran Digital
Tercemar Ringan, DLH Imbau Masyarakat Tak Buang Limbah ke Sungai

Keterangan Gambar : Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bontang Syapriansyah. (Amril)
ANALOGNEWS.id - Beberapa titik sungai di Kota Bontang masuk kategori tercemar ringan yang disebabkan oleh limbah rumah tangga.
Hal itu diungkapkan oleh Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bontang Syapriansyah. Dia mengatakan ini sesuai dengan hasil uji laboratorium sampel yang diambil dari sembilan titik sungai di Kota Bontang.
"Ini hasil pantauan yang dilakukan 25 Februari 2022," ungkapnya.
Baca Lainnya :
- Hasil Pantauan IKA Sungai DLH, Masih Sesuai Standar Baku Mutu0
- Jaga Kualitas Air, DLH Bontang Rutin Pantau IKA0
- DLH Bontang Manfaatkan Sampah Organik di TPA Jadi Kompos0
- Gelar Aksi Jilid II, Masyarakat Bufferzone Bawah 8 Tuntutan untuk Pupuk Kaltim0
- Kalapas Bontang Tepis Dugaan Kekerasan Terhadap WBP0
5 titik yang tercemar ringan ini berada di sungai Jalan Soekarno Hatta, pelabuhan nelayan Guntung, Jalan Tari Dewa, Jalan Setia Lencana dan depan masjid Al-Barokah.
Pencemaran ini kata dia, disebabkan dari perilaku masyarakat yang membuang sampah ke sungai. Selain itu, pembuangan air limbah rumah tangga ke sungai melalui drainase juga menjadi penyebab.
Untuk itu, pihaknya melakukan upaya agar perilaku tersebut dapat berubah. "Perilaku masyarakat seperti ini yang perlu diubah," kata Syapriansyah.
Dia bilang, pihaknya juga telah berupaya Mensosialisasikan agar perilaku masyarakat seperti membuang limbah ke sungai dapat berubah.
Selai merubah perilaku membangun sampah ke sungai, Syapriansyah juga mengatakan melakukan penanaman pohon di bantaran sungai dan melakukan pembersihan drainase dapat mencegah pencaharian air sungai.
"Kita sudah sosialisasikan hal ini ke masyarakat," imbuhnya. (Ar/An)










.jpg)
