- Aris Nur Huda: Saatnya Munas HIPMI XVIII Digelar di Kaltim
- Kutim Raih Penghargaan Arindama Infrastruktur di HUT ke-69 Kaltim
- Transaksi Sabu di Tanjung Laut Indah, Pemuda di Bontang Diciduk Polisi
- Ojol Bontang Minta WiFi hingga WC, Pemkot Janji Bangun Fasilitas Khusus pada 2027
- 4 Wilayah di Bontang Terendam Banjir, Guntung Paling Parah
- BPC HIPMI Samarinda dan Bandara APT Pranoto Dorong Produk UMKM Lokal Naik Kelas
- DPRD Samarinda Soroti Lemahnya Edukasi Keluarga sebagai Faktor Penghambat Penurunan Stunting
- Celni Soroti Lonjakan Jumlah Anak Pindahan, Minta Pemerintah Benahi Distribusi Siswa Antarwilayah
- Ledakan Tren Digital Pengaruhi Perilaku Sosial, DPRD Samarinda Minta Pemkot Perkuat Literasi dan Ana
- DPRD Samarinda Ingin Arah Pembangunan Kota Lebih Visioner dan Terintegrasi
Tari Kencet Papatai Hiasi BCC, Dinkes Bontang Beri Pesan Stop Bullying dan Kesehatan Mental

Keterangan Gambar : Rombongan Dinkes Bontang di Bontang City Carnival.
ANALOGNEWS.id, BONTANG – Dalam perayaan HUT Kota Bontang, Dinas Kesehatan Kota Bontang mencuri perhatian di Bontang City Carnival (BCC) pada Sabtu (19/10/2024) dengan penampilan memukau Tari Kencet Papatai. Tarian ini bukan sekadar hiburan, tapi juga sarat pesan sosial penting bagi masyarakat.
Tari Kencet Papatai, yang merupakan kreasi modern berbasis budaya Dayak, memadukan gerakan lincah dan akrobatik, menggambarkan persaingan dua pemuda yang berusaha menunjukkan kegagahan mereka di hadapan para wanita cantik.
Namun, yang membuat tarian ini istimewa adalah penyisipan pesan moral terkait masalah sosial yang relevan, khususnya bullying dan kesehatan mental.
Baca Lainnya :
- Mie Gacoan Akan Hadir di Bontang, Wali Kota Imbau Segera Urus Izin0
- DPM-PTSP Bontang: Mie Gacoan Belum Urus Izin0
- DPM-PTSP Bontang Sesalkan Peluncuran Gerai Tanpa Pemberitahuan0
- Banyak Pemohon Izin Usaha di DPM-PTSP Bontang, Wali Kota: Terus Tingkatkan0
- Pelayanan Terus Membaik, Banyak Pemohon Izin Usaha0
Melalui drama yang mengiringi tarian, penonton diajak melihat kisah seorang siswa yang menjadi korban bullying di sekolah. Didera tekanan mental, siswa tersebut tetap berjuang untuk bangkit. Pesan kuat "Stop Bullying" menjadi inti dari pertunjukan ini, dengan menekankan pentingnya dukungan bagi mereka yang mengalami penindasan.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Bontang, Bahtiar Mabe, menjelaskan bahwa tarian ini tak hanya bertujuan untuk menghibur, tetapi juga sebagai alat kampanye untuk meningkatkan kesadaran akan kesehatan mental di kalangan masyarakat, terutama generasi muda.
“Kami ingin masyarakat, terutama pelajar, lebih sadar akan dampak serius bullying terhadap kesehatan mental. Korban bullying sering mengalami tekanan psikologis yang berat, dan melalui tarian ini kami berharap pesan untuk menghentikan bullying dapat tersampaikan dengan efektif,” ujar Bahtiar Mabe.
Dengan kombinasi budaya dan pesan moral yang kuat, Tari Kencet Papatai sukses membawa pesan penting bagi generasi muda: budaya tidak hanya bisa menjadi sarana hiburan, tetapi juga media penyampaian pesan yang relevan dan mendalam untuk masa depan yang lebih baik. (*)










.jpg)
