- Pemkot Bontang Pastikan APBD 2027 Fokus pada Program Prioritas di Tengah Tekanan Fiskal
- DKP3 Bontang Bekali Nelayan Pengetahuan Mitigasi Bencana untuk Kurangi Risiko di Laut
- DKP3 Bontang Perkuat Sinergi Perluas Akses Permodalan bagi Pelaku Usaha Sektor Pangan
- DKP3 Bontang Sinkronkan Data Pupuk Bersubsidi, Pastikan Distribusi Sesuai Kebutuhan Petani
- DKP3 Bontang Terapkan Penyaluran Benih Ikan Bertahap untuk Jaga Siklus Produksi Pembudidaya
- DKP3 Bontang Cek Langsung Lokasi Budidaya Ikan Sebelum Tetapkan Penerima Bantuan
- DKP3 Libatkan Kelompok Tani Dukung Pencegahan Stunting Lewat Bantuan Ayam Petelur
- DKP3 Bontang Verifikasi Bantuan Jaring, Pastikan Sesuai Kebutuhan Nelayan
- DKP3 Bontang Perkuat Pelaporan Sisa Pangan SPPG untuk Evaluasi Program MBG
- Pemkot Bontang Perluas Transaksi Non-Tunai, Tiga OPD Terima Perangkat Pembayaran Digital
Tari Kencet Papatai Hiasi BCC, Dinkes Bontang Beri Pesan Stop Bullying dan Kesehatan Mental

Keterangan Gambar : Rombongan Dinkes Bontang di Bontang City Carnival.
ANALOGNEWS.id, BONTANG – Dalam perayaan HUT Kota Bontang, Dinas Kesehatan Kota Bontang mencuri perhatian di Bontang City Carnival (BCC) pada Sabtu (19/10/2024) dengan penampilan memukau Tari Kencet Papatai. Tarian ini bukan sekadar hiburan, tapi juga sarat pesan sosial penting bagi masyarakat.
Tari Kencet Papatai, yang merupakan kreasi modern berbasis budaya Dayak, memadukan gerakan lincah dan akrobatik, menggambarkan persaingan dua pemuda yang berusaha menunjukkan kegagahan mereka di hadapan para wanita cantik.
Namun, yang membuat tarian ini istimewa adalah penyisipan pesan moral terkait masalah sosial yang relevan, khususnya bullying dan kesehatan mental.
Baca Lainnya :
- Mie Gacoan Akan Hadir di Bontang, Wali Kota Imbau Segera Urus Izin0
- DPM-PTSP Bontang: Mie Gacoan Belum Urus Izin0
- DPM-PTSP Bontang Sesalkan Peluncuran Gerai Tanpa Pemberitahuan0
- Banyak Pemohon Izin Usaha di DPM-PTSP Bontang, Wali Kota: Terus Tingkatkan0
- Pelayanan Terus Membaik, Banyak Pemohon Izin Usaha0
Melalui drama yang mengiringi tarian, penonton diajak melihat kisah seorang siswa yang menjadi korban bullying di sekolah. Didera tekanan mental, siswa tersebut tetap berjuang untuk bangkit. Pesan kuat "Stop Bullying" menjadi inti dari pertunjukan ini, dengan menekankan pentingnya dukungan bagi mereka yang mengalami penindasan.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Bontang, Bahtiar Mabe, menjelaskan bahwa tarian ini tak hanya bertujuan untuk menghibur, tetapi juga sebagai alat kampanye untuk meningkatkan kesadaran akan kesehatan mental di kalangan masyarakat, terutama generasi muda.
“Kami ingin masyarakat, terutama pelajar, lebih sadar akan dampak serius bullying terhadap kesehatan mental. Korban bullying sering mengalami tekanan psikologis yang berat, dan melalui tarian ini kami berharap pesan untuk menghentikan bullying dapat tersampaikan dengan efektif,” ujar Bahtiar Mabe.
Dengan kombinasi budaya dan pesan moral yang kuat, Tari Kencet Papatai sukses membawa pesan penting bagi generasi muda: budaya tidak hanya bisa menjadi sarana hiburan, tetapi juga media penyampaian pesan yang relevan dan mendalam untuk masa depan yang lebih baik. (*)










.jpg)
