- Aris Nur Huda: Saatnya Munas HIPMI XVIII Digelar di Kaltim
- Kutim Raih Penghargaan Arindama Infrastruktur di HUT ke-69 Kaltim
- Transaksi Sabu di Tanjung Laut Indah, Pemuda di Bontang Diciduk Polisi
- Ojol Bontang Minta WiFi hingga WC, Pemkot Janji Bangun Fasilitas Khusus pada 2027
- 4 Wilayah di Bontang Terendam Banjir, Guntung Paling Parah
- BPC HIPMI Samarinda dan Bandara APT Pranoto Dorong Produk UMKM Lokal Naik Kelas
- DPRD Samarinda Soroti Lemahnya Edukasi Keluarga sebagai Faktor Penghambat Penurunan Stunting
- Celni Soroti Lonjakan Jumlah Anak Pindahan, Minta Pemerintah Benahi Distribusi Siswa Antarwilayah
- Ledakan Tren Digital Pengaruhi Perilaku Sosial, DPRD Samarinda Minta Pemkot Perkuat Literasi dan Ana
- DPRD Samarinda Ingin Arah Pembangunan Kota Lebih Visioner dan Terintegrasi
Syarifatul Syadiah Soroti Pemindahan Upacara HUT RI ke Jakarta: IKN Seharusnya Jadi Pusat Perayaan

Keterangan Gambar : Anggota Komisi III DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Syarifatul Syadiah. (Foto: Ist)
ANALOGNEWS.id, SAMARINDA – Anggota Komisi III DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Syarifatul Syadiah, mengkritisi keputusan pemerintah memindahkan lokasi upacara Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia (RI) dari Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara ke Jakarta. Ia menilai keputusan tersebut tidak sejalan dengan komitmen menjadikan IKN sebagai pusat pemerintahan nasional.
“IKN sudah ditetapkan sebagai Ibu Kota Negara. Semestinya upacara kenegaraan seperti HUT RI tetap digelar di sana. Saya mempertanyakan pertimbangan apa yang membuatnya dipindahkan kembali ke Jakarta,” ujar Syarifatul saat ditemui di Samarinda.
Politisi Partai Golkar itu menilai, pemindahan lokasi upacara membawa dampak negatif bagi Kalimantan Timur. Menurutnya, pelaksanaan peringatan kemerdekaan di IKN akan memberikan dampak positif, terutama dalam meningkatkan geliat ekonomi lokal dan memperkenalkan IKN kepada publik nasional maupun internasional.
Baca Lainnya :
- Salehuddin Sosialisasikan Perda Pendidikan Pancasila di Kukar: Perkuat Nilai Kebangsaan di Era Digit0
- Agusriansyah Soroti Keterisolasian Desa di Kutim, Dorong Pemekaran DOB Sangkulirang Seberang0
- Kutim Cetak Sejarah Juara Umum MTQ Kaltim ke-45, DPRD Apresiasi Prestasi dan Dampaknya0
- EBIFF 2025, Panggung Diplomasi Budaya Kaltim ke Dunia Internasional0
- Syarifatul Syadiah Bantah Penghapusan Anggaran Media: Hanya Penyesuaian, Bukan Ditiadakan0
“Ini tentu menjadi kerugian bagi Kaltim. Kita berharap tahun depan perayaan HUT RI kembali digelar di IKN dan terus berlanjut di sana,” katanya.
Syarifatul juga menegaskan pentingnya konsistensi pemerintah dalam membuktikan komitmennya terhadap IKN. Ia menilai, pembangunan ibu kota baru bukan hanya proyek fisik, melainkan harus diikuti dengan aktivitas kenegaraan yang strategis.
“IKN tidak boleh hanya menjadi label administratif. Ia harus menjadi simbol nyata pusat pemerintahan dan kedaulatan bangsa,” tegasnya.
Sebelumnya, Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan, Hasan Nasbi, mengumumkan bahwa upacara HUT ke-80 RI pada 17 Agustus 2025 akan digelar di Jakarta. Panitia pelaksana telah dibentuk oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, dengan koordinasi lintas kementerian dan lembaga.
Adapun Presiden Prabowo Subianto telah meluncurkan tema dan logo resmi HUT ke-80 RI dalam acara di Istana Negara, Jakarta, Rabu (23/7/2025), sebagai penanda dimulainya rangkaian peringatan kemerdekaan tahun ini. (SRA/ADV/DPRDKALTIM)










.jpg)
