- Turnamen Voli Putri Bontang Jadi Wadah Pemberdayaan Perempuan dan UMKM
- Kapal Fiber dan Jaring Gillnet Disiapkan, DKP3 Bontang Dorong Produktivitas KUB Nelayan
- DKP3 Perkuat Pengawasan Distribusi MBG, Pastikan Makanan Aman hingga Diterima Siswa
- Pemkot Serahkan Penanganan Sengketa Kapal Roro ke Kejaksaan, Neni: Itu Aset Pemerintah
- DKP3 Dorong Produktivitas Peternakan, Bantuan Kambing dan Pakan Difokuskan untuk Pengembangan Ternak
- DKP3 Libatkan Lintas OPD Susun FSVA 2026, Data Ketahanan Pangan Tiap Kelurahan Diverifikasi
- Libatkan Pelajar dalam Perintis Anti Narkoba, Wali Kota Bontang Pastian Pengurus Bebas Narkoba
- DKP3 Gandeng Universitas Brawijaya Kembangkan BONTAMI, Perkuat Hilirisasi Rumput Laut Bontang
- DP3AKB Bontang Sosialisasikan Aplikasi Si SAKA, Permudah Masyarakat Laporkan Dugaan Kekerasan
- Pemkot Bontang Pastikan APBD 2027 Fokus pada Program Prioritas di Tengah Tekanan Fiskal
Subandi Imbau Warga Samarinda Hindari Panic Buying Jelang Natal dan Tahun Baru

Keterangan Gambar : Anggota DPRD Kaltim, Subandi. (Foto : Ist)
ANALOGNEWS.id, SAMARINDA – Menjelang perayaan Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2024, Anggota DPRD Kalimantan Timur, Subandi, mengingatkan masyarakat agar tetap tenang dan tidak melakukan panic buying. Ia juga menekankan pentingnya menjaga situasi tetap kondusif menjelang akhir tahun, terutama di wilayah yang kini menjadi lokasi Ibu Kota Negara (IKN).
“Harapan saya, masyarakat Kaltim, khususnya Samarinda, dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam menjaga situasi tetap kondusif menjelang Natal dan Tahun Baru. Kita tidak ingin ada hal-hal yang tidak diinginkan terjadi,” ujar Subandi.
Subandi mengakui bahwa lonjakan harga bahan pokok penting (bapokting) sering terjadi menjelang libur akhir tahun. Namun, ia mengimbau masyarakat agar tidak panik atau menimbun barang kebutuhan pokok.
“Sering kali ada kekhawatiran soal ketersediaan barang yang memicu *panic buying*. Tapi sejauh ini, harga bapokting di Kaltim masih stabil, jadi tidak perlu cemas berlebihan,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa aksi penimbunan justru bisa memicu inflasi yang merugikan semua pihak, terutama masyarakat kecil yang kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Sebagai bagian dari provinsi yang kini menjadi lokasi IKN, Subandi menekankan bahwa masyarakat Samarinda harus menunjukkan sikap yang lebih bijak dalam menghadapi situasi seperti ini.
“Kaltim sudah menjadi sorotan karena keberadaan IKN. Kita harus menunjukkan bahwa kita siap menjadi teladan dalam menjaga stabilitas, termasuk dalam hal kebutuhan pokok,” katanya.
Subandi juga mendorong pemerintah daerah untuk memantau distribusi dan ketersediaan bahan pokok di pasar. Selain itu, ia meminta pelaku usaha tidak mengambil keuntungan berlebihan dengan menaikkan harga secara tidak wajar.
“Semua pihak harus bekerja sama, baik pemerintah maupun pedagang, untuk memastikan stok barang cukup dan harga tetap stabil,” pungkasnya.
Dengan langkah-langkah ini, Subandi optimistis perayaan Natal dan Tahun Baru di Kaltim akan berlangsung aman, tertib, dan jauh dari gejolak yang merugikan masyarakat. (Fai/Adv/DPRDKaltim)










.jpg)
