- Aris Nur Huda: Saatnya Munas HIPMI XVIII Digelar di Kaltim
- Kutim Raih Penghargaan Arindama Infrastruktur di HUT ke-69 Kaltim
- Transaksi Sabu di Tanjung Laut Indah, Pemuda di Bontang Diciduk Polisi
- Ojol Bontang Minta WiFi hingga WC, Pemkot Janji Bangun Fasilitas Khusus pada 2027
- 4 Wilayah di Bontang Terendam Banjir, Guntung Paling Parah
- BPC HIPMI Samarinda dan Bandara APT Pranoto Dorong Produk UMKM Lokal Naik Kelas
- DPRD Samarinda Soroti Lemahnya Edukasi Keluarga sebagai Faktor Penghambat Penurunan Stunting
- Celni Soroti Lonjakan Jumlah Anak Pindahan, Minta Pemerintah Benahi Distribusi Siswa Antarwilayah
- Ledakan Tren Digital Pengaruhi Perilaku Sosial, DPRD Samarinda Minta Pemkot Perkuat Literasi dan Ana
- DPRD Samarinda Ingin Arah Pembangunan Kota Lebih Visioner dan Terintegrasi
SiLPA APBD 2023 Tinggi, Andi Faiz : Bisa Jadi Bahan Pertimbangan di APBD-Perubahan 2023

ANALOGNEWS.id, BONTANG - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bontang menyebut Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2022 jumlahnya cukup tinggi, mencapai Rp 396 Miliar.
Hal ini diungkapkan Andi Faiz saat rapat kerja penyampaian pemandangan umum Fraksi-fraksi DPRD terhadap rancangan peraturan daerah Kota Bontang, tentang pertanggungjawaban pelaksanaan APBD tahun 2022.
Menurutnya, besarnya nilai SiLPA di APBD 2022 disebabkan oleh kurangnya dana yang tersalurkan dan Dana Bagi Hasil (DBH) yang masuk. Namun, SiLPA itu disebut Faiz lebih banyak yang bersifat positif.
Baca Lainnya :
- Dewan Minta Pemkot Segera Realisasikan Pengadaan Lahan Pemakaman Baru0
- Bakhtiar Wakkang Menyoal Pembentukan Koperasi Disdamkartan yang Pakai Kop Surat Pemerintah 0
- DPRD Bontang Pertanyakan Serapan Bansos Tidak Maksimal 0
- Bakhtiar Wakkang Kecewa, Soal Akses Jalan Bagi Warga di SDN 012 Bontang Selatan Belum Terealisasi 0
- Event 77 Dikritik Dewan, Faisal : Tidak Merata Pelaksanaannya0
"SiLPA itu kan ada yang positif dan negatif. Tapi untuk APBD 2022 SiLPAnya lebih sedikit negatifnya, karena banyak anggaran yang bergerak," ujarnya.
Politikus Partai Golkar ini pun meminta kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang agar laporan SiLPA di APBD 2023 menjadi rujukan di APBD-Perubahan 2023 mendatang, sesuai rekomendasi Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) yang masuk dalam Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Walikota Bontang.
"Ya harapannya semoga laporan pelaksanaan APBD 2022 ini bisa menjadi catatan dan dasar pemerintah untuk mengalokasikan anggaran di APBD-Perubahan 2023 ini. Juga, rekomendasi dari DPRD terhadap Anggaran P2 APBD tahun 2022 perlu dilampirkan. Karena APBD digunakan seluas-luasnya untuk kepentingan masyarakat," timpalnya.
Adapun rincian SiLPA terakumulasi dari surplus atau defisit dari dari hitungan selisih antara pendapatan dan belanja realisasi sebesar Rp353 Miliar lebih dengan persentase 395,07 persen. Sementara selisih antara Anggaran Pembiayaan Penerimaan Daerah dan Anggaran Pembiayaan Pengeluaran Daerah tercatat realisasi netto nya mencapai Rp42 Miliar. Sehingga nilai silPA tahun anggaran 2022 lalu sebesar Rp396 Miliar.
Sementara itu, SiLPA sendiri merupakan selisih lebih realisasi penerimaan dan pengeluaran anggaran selama satu periode anggaran. Terjadinya SiLPA biasanya disebabkan kurangnya pelaksanaan proyek atau program yang telah dianggarkan, kelebihan alokasi dana, atau adanya perubahan kebijakan yang mempengaruhi realisasi anggaran. (Yy/An)










.jpg)
