- Aris Nur Huda: Saatnya Munas HIPMI XVIII Digelar di Kaltim
- Kutim Raih Penghargaan Arindama Infrastruktur di HUT ke-69 Kaltim
- Transaksi Sabu di Tanjung Laut Indah, Pemuda di Bontang Diciduk Polisi
- Ojol Bontang Minta WiFi hingga WC, Pemkot Janji Bangun Fasilitas Khusus pada 2027
- 4 Wilayah di Bontang Terendam Banjir, Guntung Paling Parah
- BPC HIPMI Samarinda dan Bandara APT Pranoto Dorong Produk UMKM Lokal Naik Kelas
- DPRD Samarinda Soroti Lemahnya Edukasi Keluarga sebagai Faktor Penghambat Penurunan Stunting
- Celni Soroti Lonjakan Jumlah Anak Pindahan, Minta Pemerintah Benahi Distribusi Siswa Antarwilayah
- Ledakan Tren Digital Pengaruhi Perilaku Sosial, DPRD Samarinda Minta Pemkot Perkuat Literasi dan Ana
- DPRD Samarinda Ingin Arah Pembangunan Kota Lebih Visioner dan Terintegrasi
Sigit Wibowo: Banjir Balikpapan Perlu Solusi Jangka Panjang

Keterangan Gambar : Anggota Komisi II DPRD Kaltim, Sigit Wibowo. (Foto: Ist)
ANALOGNEWS.id, SAMARINDA – Krisis banjir yang terus menghantui Kota Balikpapan kembali menjadi sorotan. DPRD Provinsi Kalimantan Timur menekankan perlunya perbaikan serius pada infrastruktur pengendalian banjir, mengingat meningkatnya intensitas hujan dan cuaca ekstrem.
Anggota Komisi II DPRD Kaltim, Sigit Wibowo, menyatakan banyak kawasan di Balikpapan kini tidak mampu menampung limpasan air hujan. Ia mencontohkan banjir di Batakan yang bahkan menyeret kendaraan sebagai bukti bahwa sistem drainase kota sudah tertinggal dari tantangan iklim.
“Kondisi ini sudah seperti sinyal bahaya. Cuaca tak menentu harus diantisipasi dengan infrastruktur memadai,” tegas Sigit.
Baca Lainnya :
- DPRD Kaltim Akses Wisata di Berau Masih Terbatas0
- Mahasiswa PMII Desak DPRD Kaltim Bentuk Pansus Dana Divestasi KPC0
- Reza Fachlevi Tegaskan Peran Strategis BKPRMI pada Milad ke-480
- Andi Satya: IPM Tinggi, Tapi Pembangunan Belum Merata0
- Firnadi Ikhsan Dorong Inovasi Infrastruktur di Hulu Mahakam0
Saat reses di Kelurahan Manggar, ia menerima banyak aspirasi warga yang mendesak dibangunnya sodetan langsung ke laut. Menurutnya, solusi tersebut mendesak karena hingga kini belum ada saluran besar yang mampu langsung membuang air hujan ke muara.
“Beberapa wilayah seperti MT Haryono, Gunung Samarinda, hingga Pasar Sari sangat rentan tergenang. Saluran airnya sempit dan sudah tidak relevan dengan perkembangan kota,” tambahnya.
Sigit mengusulkan penggunaan teknologi drainase bawah tanah, seperti box culvert, yang terbukti efektif di negara-negara maju. Ia juga menyoroti sistem kanal modern di Belanda sebagai rujukan ideal yang bisa diadaptasi di Balikpapan.
“Kalau kita ingin keluar dari siklus banjir tahunan, kita perlu pendekatan jangka panjang, bukan sekadar tambal sulam,” ujarnya.
Politikus ini menegaskan DPRD Kaltim siap mendorong sinergi anggaran lintas lembaga untuk membiayai proyek drainase strategis, termasuk di titik-titik rawan yang selama ini belum tertangani maksimal. (SRA/ADV/DPRDKALTIM)










.jpg)
