- Aris Nur Huda: Saatnya Munas HIPMI XVIII Digelar di Kaltim
- Kutim Raih Penghargaan Arindama Infrastruktur di HUT ke-69 Kaltim
- Transaksi Sabu di Tanjung Laut Indah, Pemuda di Bontang Diciduk Polisi
- Ojol Bontang Minta WiFi hingga WC, Pemkot Janji Bangun Fasilitas Khusus pada 2027
- 4 Wilayah di Bontang Terendam Banjir, Guntung Paling Parah
- BPC HIPMI Samarinda dan Bandara APT Pranoto Dorong Produk UMKM Lokal Naik Kelas
- DPRD Samarinda Soroti Lemahnya Edukasi Keluarga sebagai Faktor Penghambat Penurunan Stunting
- Celni Soroti Lonjakan Jumlah Anak Pindahan, Minta Pemerintah Benahi Distribusi Siswa Antarwilayah
- Ledakan Tren Digital Pengaruhi Perilaku Sosial, DPRD Samarinda Minta Pemkot Perkuat Literasi dan Ana
- DPRD Samarinda Ingin Arah Pembangunan Kota Lebih Visioner dan Terintegrasi
Andi Satya: IPM Tinggi, Tapi Pembangunan Belum Merata

Keterangan Gambar : Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kaltim, Andi Satya Adi Saputra. (Foto: Ist)
ANALOGNEWS.id, SAMARINDA – Meski Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kaltim 2024 naik menjadi 78,79, DPRD menyoroti ketimpangan antarwilayah.
Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kaltim, Andi Satya Adi Saputra, menegaskan angka tersebut belum mencerminkan pemerataan pembangunan. Ketimpangan nyata masih terlihat antara kota besar seperti Samarinda, Balikpapan, dan Bontang dengan daerah tertinggal seperti Mahakam Ulu dan Kutai Barat.
“Disparitas terutama terlihat di bidang pendidikan. Kota besar menikmati infrastruktur dan akses lebih baik, sementara daerah lain kesulitan,” ujarnya.
Baca Lainnya :
- Firnadi Ikhsan Dorong Inovasi Infrastruktur di Hulu Mahakam0
- Sugiyono Dorong Pemerintah Paser Ajukan Listrik dan PJU ke Pemprov Kaltim0
- Agusriansyah Ridwan Dorong Peta Jalan Pengembangan Pemuda Kaltim Pasca-Tambang0
- H. Baba Ingatkan Anak Muda: Pendidikan Tetap Prioritas Meski Jadi Influencer0
- DPRD dan Pemprov Kaltim Sepakati Perubahan KUA-PPAS 20250
Andi mendorong pemerintah provinsi menerapkan kebijakan afirmatif, seperti pemerataan infrastruktur pendidikan, distribusi guru, beasiswa, dan penguatan pendidikan vokasi agar generasi muda di seluruh Kaltim siap menghadapi kebutuhan lokal.
“IPM tinggi tidak cukup hanya di angka. Pembangunan SDM harus benar-benar merata, tanpa meninggalkan satu pun kabupaten,” tandasnya. (SRA/ADV/DPRDKALTIM)










.jpg)
