- Pemkot Bontang Pastikan APBD 2027 Fokus pada Program Prioritas di Tengah Tekanan Fiskal
- DKP3 Bontang Bekali Nelayan Pengetahuan Mitigasi Bencana untuk Kurangi Risiko di Laut
- DKP3 Bontang Perkuat Sinergi Perluas Akses Permodalan bagi Pelaku Usaha Sektor Pangan
- DKP3 Bontang Sinkronkan Data Pupuk Bersubsidi, Pastikan Distribusi Sesuai Kebutuhan Petani
- DKP3 Bontang Terapkan Penyaluran Benih Ikan Bertahap untuk Jaga Siklus Produksi Pembudidaya
- DKP3 Bontang Cek Langsung Lokasi Budidaya Ikan Sebelum Tetapkan Penerima Bantuan
- DKP3 Libatkan Kelompok Tani Dukung Pencegahan Stunting Lewat Bantuan Ayam Petelur
- DKP3 Bontang Verifikasi Bantuan Jaring, Pastikan Sesuai Kebutuhan Nelayan
- DKP3 Bontang Perkuat Pelaporan Sisa Pangan SPPG untuk Evaluasi Program MBG
- Pemkot Bontang Perluas Transaksi Non-Tunai, Tiga OPD Terima Perangkat Pembayaran Digital
Andi Satya: IPM Tinggi, Tapi Pembangunan Belum Merata

Keterangan Gambar : Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kaltim, Andi Satya Adi Saputra. (Foto: Ist)
ANALOGNEWS.id, SAMARINDA – Meski Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kaltim 2024 naik menjadi 78,79, DPRD menyoroti ketimpangan antarwilayah.
Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kaltim, Andi Satya Adi Saputra, menegaskan angka tersebut belum mencerminkan pemerataan pembangunan. Ketimpangan nyata masih terlihat antara kota besar seperti Samarinda, Balikpapan, dan Bontang dengan daerah tertinggal seperti Mahakam Ulu dan Kutai Barat.
“Disparitas terutama terlihat di bidang pendidikan. Kota besar menikmati infrastruktur dan akses lebih baik, sementara daerah lain kesulitan,” ujarnya.
Baca Lainnya :
- Firnadi Ikhsan Dorong Inovasi Infrastruktur di Hulu Mahakam0
- Sugiyono Dorong Pemerintah Paser Ajukan Listrik dan PJU ke Pemprov Kaltim0
- Agusriansyah Ridwan Dorong Peta Jalan Pengembangan Pemuda Kaltim Pasca-Tambang0
- H. Baba Ingatkan Anak Muda: Pendidikan Tetap Prioritas Meski Jadi Influencer0
- DPRD dan Pemprov Kaltim Sepakati Perubahan KUA-PPAS 20250
Andi mendorong pemerintah provinsi menerapkan kebijakan afirmatif, seperti pemerataan infrastruktur pendidikan, distribusi guru, beasiswa, dan penguatan pendidikan vokasi agar generasi muda di seluruh Kaltim siap menghadapi kebutuhan lokal.
“IPM tinggi tidak cukup hanya di angka. Pembangunan SDM harus benar-benar merata, tanpa meninggalkan satu pun kabupaten,” tandasnya. (SRA/ADV/DPRDKALTIM)










.jpg)
