- HAN 2026, Pemkot Bontang dan BAZNAS Beri Dukungan bagi 300 Anak
- Bimbingan Pra Nikah Remaja, Pemkot Bontang Dorong Pelajar Fokus Siapkan Masa Depan
- HUT ke-36 PW-BKAG Bontang, Agus Haris Dorong Perempuan Perkuat Pelayanan Sosial
- Pusdiklat Paskibraka Bontang Dimulai, Agus Haris Tekankan Pembentukan Karakter
- Harganas ke-33, Wali Kota Bontang Soroti Pentingnya Kehadiran Ayah dalam Keluarga
- Wali Kota Bontang Pastikan 11 Rekomendasi BPK Masih Dikawal hingga Tuntas
- 132 Mahasiswa KKN Kolaborasi Diterjunkan ke 15 Kelurahan di Bontang
- Pemkot Bontang Perkuat Perlindungan Pekerja Konstruksi Lewat BPJS Ketenagakerjaan
- Pemkot Bontang Gandeng Dunia Usaha Jaga Keberlanjutan Jaminan Kesehatan Gratis
- Digitalisasi Transaksi Daerah Bontang Capai 83,4 Persen, Pemkot Perkuat TP2DD
Andi Satya: IPM Tinggi, Tapi Pembangunan Belum Merata

Keterangan Gambar : Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kaltim, Andi Satya Adi Saputra. (Foto: Ist)
ANALOGNEWS.id, SAMARINDA – Meski Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kaltim 2024 naik menjadi 78,79, DPRD menyoroti ketimpangan antarwilayah.
Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kaltim, Andi Satya Adi Saputra, menegaskan angka tersebut belum mencerminkan pemerataan pembangunan. Ketimpangan nyata masih terlihat antara kota besar seperti Samarinda, Balikpapan, dan Bontang dengan daerah tertinggal seperti Mahakam Ulu dan Kutai Barat.
“Disparitas terutama terlihat di bidang pendidikan. Kota besar menikmati infrastruktur dan akses lebih baik, sementara daerah lain kesulitan,” ujarnya.
Baca Lainnya :
- Firnadi Ikhsan Dorong Inovasi Infrastruktur di Hulu Mahakam0
- Sugiyono Dorong Pemerintah Paser Ajukan Listrik dan PJU ke Pemprov Kaltim0
- Agusriansyah Ridwan Dorong Peta Jalan Pengembangan Pemuda Kaltim Pasca-Tambang0
- H. Baba Ingatkan Anak Muda: Pendidikan Tetap Prioritas Meski Jadi Influencer0
- DPRD dan Pemprov Kaltim Sepakati Perubahan KUA-PPAS 20250
Andi mendorong pemerintah provinsi menerapkan kebijakan afirmatif, seperti pemerataan infrastruktur pendidikan, distribusi guru, beasiswa, dan penguatan pendidikan vokasi agar generasi muda di seluruh Kaltim siap menghadapi kebutuhan lokal.
“IPM tinggi tidak cukup hanya di angka. Pembangunan SDM harus benar-benar merata, tanpa meninggalkan satu pun kabupaten,” tandasnya. (SRA/ADV/DPRDKALTIM)










.jpg)
