- Pemkot Bontang Pastikan APBD 2027 Fokus pada Program Prioritas di Tengah Tekanan Fiskal
- DKP3 Bontang Bekali Nelayan Pengetahuan Mitigasi Bencana untuk Kurangi Risiko di Laut
- DKP3 Bontang Perkuat Sinergi Perluas Akses Permodalan bagi Pelaku Usaha Sektor Pangan
- DKP3 Bontang Sinkronkan Data Pupuk Bersubsidi, Pastikan Distribusi Sesuai Kebutuhan Petani
- DKP3 Bontang Terapkan Penyaluran Benih Ikan Bertahap untuk Jaga Siklus Produksi Pembudidaya
- DKP3 Bontang Cek Langsung Lokasi Budidaya Ikan Sebelum Tetapkan Penerima Bantuan
- DKP3 Libatkan Kelompok Tani Dukung Pencegahan Stunting Lewat Bantuan Ayam Petelur
- DKP3 Bontang Verifikasi Bantuan Jaring, Pastikan Sesuai Kebutuhan Nelayan
- DKP3 Bontang Perkuat Pelaporan Sisa Pangan SPPG untuk Evaluasi Program MBG
- Pemkot Bontang Perluas Transaksi Non-Tunai, Tiga OPD Terima Perangkat Pembayaran Digital
H. Baba Ingatkan Anak Muda: Pendidikan Tetap Prioritas Meski Jadi Influencer

Keterangan Gambar : Ketua Komisi IV DPRD Kalimantan Timur, H. Baba. (Foto: Ist)
ANALOGNEWS.id, SAMARINDA – Ketua Komisi IV DPRD Kalimantan Timur, H. Baba, mengingatkan pentingnya keseimbangan antara karier digital dan pendidikan formal, di tengah maraknya tren anak muda yang lebih memilih menjadi influencer.
Menurut Baba, menjadi influencer bukan hal yang salah, tetapi seharusnya tidak menjadi alasan meninggalkan pendidikan. “Kalau bisa menghasilkan uang dari medsos, bagus. Tapi jangan lupakan pendidikan, karena itu bekal jangka panjang,” ujar H. Baba.
Fenomena ini, kata dia, tidak bisa dilepaskan dari realitas ekonomi keluarga. Minimnya lapangan kerja, tingginya gaya hidup, dan popularitas dunia digital menjadi tantangan baru bagi generasi muda.
Baca Lainnya :
- DPRD dan Pemprov Kaltim Sepakati Perubahan KUA-PPAS 20250
- DPRD Kaltim Dorong Optimalisasi Pengelolaan Mess Pemprov di Balikpapan0
- DPRD Kaltim Dorong Penguatan BLK untuk Persiapkan Tenaga Kerja IKN0
- DPRD Kaltim Terima Kunjungan PKDN Sespimti Polri Dikreg 340
- Komisi I DPRD Kaltim Tinjau Status Aset Kantor KPU Balikpapan0
Baba berbagi pengalaman pribadi. Ia pernah bekerja sejak muda demi tetap bersekolah. “Saya juga dulu kerja sambil sekolah. Tidak ada yang membiayai, tapi saya tetap berusaha. Itu prinsip,” kisah politisi PDI Perjuangan itu.
Ia memahami sebagian anak muda mungkin harus menunda pendidikan untuk membantu ekonomi keluarga. Namun, ia menekankan, penundaan bukan berarti menyerah. “Kalau memang harus bekerja dulu, tidak apa-apa. Tapi setelah itu, lanjutkan lagi sekolahnya. Bisa sambil kuliah atau ikut pelatihan keterampilan. Jangan berhenti belajar,” ucapnya.
H. Baba berharap generasi muda yang meniti karier di dunia digital tetap menjadikan pendidikan sebagai prioritas. Tidak harus selalu kuliah formal, tetapi setidaknya memiliki landasan pengetahuan agar tidak hanya sukses di dunia maya, tetapi juga berdaya saing secara intelektual.
“Popularitas bisa naik dan turun, tapi pendidikan itu akan bertahan. Jangan sampai generasi kita hanya pintar bikin konten, tapi miskin wawasan,” pungkasnya. (SRA/ADV/DPRDKALTIM)










.jpg)
