Agusriansyah Ridwan Dorong Peta Jalan Pengembangan Pemuda Kaltim Pasca-Tambang

By Redaksi 12 Sep 2025, 14:03:54 WIB DPRD Kaltim
Agusriansyah Ridwan Dorong Peta Jalan Pengembangan Pemuda Kaltim Pasca-Tambang

Keterangan Gambar : Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Agusriansyah Ridwan. (Foto: Ist)


ANALOGNEWS.id, SAMARINDA – Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Agusriansyah Ridwan, mendorong pemerintah dan organisasi kepemudaan untuk segera menyusun peta jalan pengembangan generasi muda menghadapi era pasca-tambang. Ia menilai Kalimantan Timur tidak boleh hanya mengandalkan batu bara sebagai tumpuan ekonomi, apalagi di tengah ancaman kehilangan momentum bonus demografi.

Legislator dari daerah pemilihan Bontang, Kutai Timur, dan Berau itu menyoroti belum adanya keseriusan berbagai pihak dalam menyiapkan generasi muda Kaltim untuk menghadapi masa setelah industri tambang berakhir.

“KNPI dan organisasi kepemudaan lainnya jangan hanya sibuk wacana. Harus ada program nyata: setelah tambang, pemuda mau ke mana? Apa ruang usahanya? Siapa yang fasilitasi? Ini harus dirancang sekarang,” ujarnya.

Baca Lainnya :

Agusriansyah menekankan pentingnya data sebagai dasar perencanaan. Hingga saat ini, ia belum melihat adanya database komunitas pemuda yang komprehensif di seluruh Kaltim. Padahal, data tersebut sangat penting untuk menyusun program pemberdayaan berbasis potensi lokal di tiap kabupaten dan kota.

“Kalau kita tidak tahu jumlah dan karakter pemuda di tiap daerah, bagaimana mau mendesain pelatihan atau penguatan kapasitas? Harus ada data yang jelas: jumlah, minat, potensi ekonomi. Dari situ kita bisa bangun intervensi program yang efektif,” jelasnya.

Legislator PKS itu mengingatkan bahwa Kaltim hanya memiliki waktu beberapa tahun untuk menyiapkan generasi produktif menjelang bonus demografi nasional pada 2030. Periode ini menjadi peluang besar untuk mencetak SDM unggul, tetapi jika tidak dimanfaatkan, Kaltim hanya akan menjadi penonton.

Agusriansyah menekankan bahwa pengembangan pemuda harus lintas sektor dan menggunakan pendekatan inovatif, dengan sinergi antara dinas terkait, lembaga pendidikan, dunia usaha, dan organisasi masyarakat sipil.

“Pemuda tidak cukup hanya dimotivasi. Mereka butuh ruang, pembinaan, dan akses. Itu hanya bisa terjadi kalau perencanaan kita serius. Jangan tunggu tambang habis baru kelabakan,” pungkasnya. (SRA/ADV/DPRDKALTIM)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Loading....


Kanan - Iklan Sidebar

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Instagram, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.