- HAN 2026, Pemkot Bontang dan BAZNAS Beri Dukungan bagi 300 Anak
- Bimbingan Pra Nikah Remaja, Pemkot Bontang Dorong Pelajar Fokus Siapkan Masa Depan
- HUT ke-36 PW-BKAG Bontang, Agus Haris Dorong Perempuan Perkuat Pelayanan Sosial
- Pusdiklat Paskibraka Bontang Dimulai, Agus Haris Tekankan Pembentukan Karakter
- Harganas ke-33, Wali Kota Bontang Soroti Pentingnya Kehadiran Ayah dalam Keluarga
- Wali Kota Bontang Pastikan 11 Rekomendasi BPK Masih Dikawal hingga Tuntas
- 132 Mahasiswa KKN Kolaborasi Diterjunkan ke 15 Kelurahan di Bontang
- Pemkot Bontang Perkuat Perlindungan Pekerja Konstruksi Lewat BPJS Ketenagakerjaan
- Pemkot Bontang Gandeng Dunia Usaha Jaga Keberlanjutan Jaminan Kesehatan Gratis
- Digitalisasi Transaksi Daerah Bontang Capai 83,4 Persen, Pemkot Perkuat TP2DD
Siaga Kebakaran, DPRD Kaltim Ingatkan Pentingnya Hydrant di Kasasan Padat Pemukiman

Keterangan Gambar : Anggota DPRD Kaltim, Sapto Setyo Pramono. (Foto: Ist)
ANALOGNEWS.id, SAMARINDA – Meningkatnya risiko kebakaran di kawasan permukiman padat penduduk di Samarinda menarik perhatian Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur (Kaltim), Sapto Setyo Pramono. Ia menegaskan bahwa keberadaan saluran hydrant sangat penting untuk meminimalkan dampak kebakaran besar yang bisa terjadi kapan saja.
Politisi yang akrab disapa Sapto ini menekankan bahwa penentuan titik hydrant yang tepat dari PDAM, serta sistem alarm kebakaran yang terintegrasi, menjadi kunci dalam kesiapsiagaan penanganan kebakaran.
“Titik PDAM harus menjadi acuan untuk menentukan lokasi yang berpotensi mengalami bahaya kebakaran. Dengan begitu, hydrant dan alarm kebakaran dapat dipasang di tempat strategis untuk digunakan dalam keadaan darurat,” ujarnya.
Ia juga mencatat karakteristik bangunan di Samarinda yang mayoritas terbuat dari kayu, yang meningkatkan risiko kebakaran.
“Material kayu pada rumah warga meningkatkan kemungkinan terjadinya kebakaran. Oleh karena itu, perlu ada hydrant yang memungkinkan pengambilan air dengan cepat saat kejadian kebakaran,” jelasnya.
Sapto menambahkan pentingnya perencanaan yang matang dalam menentukan letak hydrant, yang harus disesuaikan dengan potensi titik api di sekitar.
“Penempatan hydrant harus melalui perhitungan yang tepat. Mitigasi perlu dipertimbangkan agar jumlah dan lokasi hydrant sesuai dengan kebutuhan di area rawan,” ungkapnya.
Ia mengingatkan bahwa salah satu penyebab kebakaran sering kali adalah korsleting listrik akibat semrawutnya kabel di permukiman padat. Terakhir, Sapto berharap adanya sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam upaya meminimalkan risiko kebakaran di Samarinda. (Fai/Adv/DPRDKaltim)










.jpg)
