- Turnamen Voli Putri Bontang Jadi Wadah Pemberdayaan Perempuan dan UMKM
- Kapal Fiber dan Jaring Gillnet Disiapkan, DKP3 Bontang Dorong Produktivitas KUB Nelayan
- DKP3 Perkuat Pengawasan Distribusi MBG, Pastikan Makanan Aman hingga Diterima Siswa
- Pemkot Serahkan Penanganan Sengketa Kapal Roro ke Kejaksaan, Neni: Itu Aset Pemerintah
- DKP3 Dorong Produktivitas Peternakan, Bantuan Kambing dan Pakan Difokuskan untuk Pengembangan Ternak
- DKP3 Libatkan Lintas OPD Susun FSVA 2026, Data Ketahanan Pangan Tiap Kelurahan Diverifikasi
- Libatkan Pelajar dalam Perintis Anti Narkoba, Wali Kota Bontang Pastian Pengurus Bebas Narkoba
- DKP3 Gandeng Universitas Brawijaya Kembangkan BONTAMI, Perkuat Hilirisasi Rumput Laut Bontang
- DP3AKB Bontang Sosialisasikan Aplikasi Si SAKA, Permudah Masyarakat Laporkan Dugaan Kekerasan
- Pemkot Bontang Pastikan APBD 2027 Fokus pada Program Prioritas di Tengah Tekanan Fiskal
Sapto: Generasi Muda Perlu Pemahaman Politik yang Lebih Mendalam

Keterangan Gambar : Anggota DPRD Kaltim, Sapto Setyo Pramono. (Foto: HUMAS Sekretariat DPRD Kaltim)
ANALOGNEWS.id, SAMARINDA - Anggota DPRD Kaltim, Sapto Setyo Pramono, mengungkapkan keprihatinannya terhadap generasi muda yang semakin mengandalkan media sosial sebagai sumber utama pengetahuan politik. Fenomena ini, menurutnya, berisiko menimbulkan pemahaman yang dangkal dan kurang berdasar.
“Politik itu bukan hanya soal protes atau mengikuti opini di media sosial. Anak muda harus belajar dengan benar, dengan bimbingan guru atau ahli, bukan hanya mengandalkan Google atau platform digital lainnya,” kata Sapto.
Sapto menegaskan bahwa memahami politik memerlukan proses belajar yang mendalam, termasuk memahami nilai-nilai yang benar untuk kepentingan bersama. Ia mengingatkan bahwa politik idealnya dijalankan dengan prinsip kemaslahatan, sebagaimana diajarkan oleh Rasulullah.
Di era serba digital, Sapto melihat banyak anak muda yang cenderung ingin segalanya serba instan, termasuk dalam menyuarakan pendapat. Ia mengkritisi tindakan protes yang hanya berisi keluhan tanpa diikuti solusi konkret.
“Protes tanpa solusi itu tidak cukup. Generasi muda harus melewati proses belajar yang benar agar mereka tidak hanya menjadi pihak yang mengeluh, tetapi juga mampu memberikan perubahan nyata,” tambahnya.
Sapto berharap anak muda tidak hanya terjebak dalam opini dunia maya yang kerap tidak terverifikasi, tetapi juga mau mendalami politik melalui jalur yang lebih bijak dan bertanggung jawab. Dengan pengetahuan politik yang mendalam, generasi muda diharapkan dapat berkontribusi nyata dalam membangun bangsa.
“Jangan sampai generasi muda hanya menjadi konsumen informasi di media sosial. Mereka harus menjadi generasi yang aktif dan berpikir kritis untuk kemajuan bangsa,” pungkas Sapto. (Fai/Adv/DPRDKaltim)










.jpg)
