- HAN 2026, Pemkot Bontang dan BAZNAS Beri Dukungan bagi 300 Anak
- Bimbingan Pra Nikah Remaja, Pemkot Bontang Dorong Pelajar Fokus Siapkan Masa Depan
- HUT ke-36 PW-BKAG Bontang, Agus Haris Dorong Perempuan Perkuat Pelayanan Sosial
- Pusdiklat Paskibraka Bontang Dimulai, Agus Haris Tekankan Pembentukan Karakter
- Harganas ke-33, Wali Kota Bontang Soroti Pentingnya Kehadiran Ayah dalam Keluarga
- Wali Kota Bontang Pastikan 11 Rekomendasi BPK Masih Dikawal hingga Tuntas
- 132 Mahasiswa KKN Kolaborasi Diterjunkan ke 15 Kelurahan di Bontang
- Pemkot Bontang Perkuat Perlindungan Pekerja Konstruksi Lewat BPJS Ketenagakerjaan
- Pemkot Bontang Gandeng Dunia Usaha Jaga Keberlanjutan Jaminan Kesehatan Gratis
- Digitalisasi Transaksi Daerah Bontang Capai 83,4 Persen, Pemkot Perkuat TP2DD
Samsung dan Microsoft Diretas Sekelompok Remaja

Keterangan Gambar : (int)
ANALOGNEWS.id - Kepolisian London menahan tujuh remaja yang diduga terkait dengan kelompok hacker Lapsus$. Sindikat hacker ini diyakini merupakan otak di balik peretasan beberapa perusahaan teknologi besar seperti Samsung dan Microsoft.
"Kepolisian Kota London telah melakukan penyelidikan dengan mitranya terhadap anggota kelompok peretasan," kata Detektif Inspektur Michael O'Sullivan dalam pernyataan resminya, seperti dikutip dari The Verge, Jumat (25/3/2022).
"Tujuh orang berusia antara 16 dan 21 telah ditahan sehubungan dengan penyelidikan ini dan semuanya telah dibebaskan untuk diselidiki. Penyelidikan kami tetap berlangsung," sambungnya.
Baca Lainnya :
- Halle Berry Kecewa, Belum Ada Wanita Kulit Hitam di Piala Oscar Setelahnya0
- Personil Koramil Loktuan Gelar Karya Bhakti Bersih-bersih Rumah Ibadah0
- KPK Serahkan Rampasan Korupsi Senilai Rp24,27 Miliar ke Sejumlah Instansi0
- Menkes Target Enam Bulan Kedepan Indonesia Masuk Fase Endemi0
- Menkominfo Usulkan Pemilu 2024 Terapkan Pemungutan Suara Secara Online 0
Sindikat hacker Lapsus$ mengaku bertanggung jawab atas peretasan skala besar yang dialami oleh perusahaan teknologi, termasuk Nvidia, Samsung, Ubisoft, Okta, dan Microsoft.
Sebelum berita penahanan ini terkuak, sebuah laporan mengungkap bahwa seorang remaja yang tinggal di Oxford, Inggris merupakan pimpinan kelompok tersebut. Tapi Kepolisian London tidak mengatakan apakah remaja tersebut termasuk salah satu dari tujuh remaja yang ditahan.
Identitas pemimpin kelompok Lapsus$ berhasil terungkap berkat beberapa konsumen yang marah dan membongkar identitasnya lewat doxing. Menurut laporan pakar keamanan siber Brian Krebs, pemimpin sindikat tersebut membeli Doxbin, situs di mana orang-orang bisa mencari informasi pribadi orang lain.
Tapi pemimpin kelompok hacker itu tidak bisa mengelola situsnya dengan baik. Ia kabarnya menyerahkan kendali situs pada bulan Januari, tapi membocorkan semua data set Doxbin ke Telegram, dan komunitas Doxbin kemudian membalas dengan membocorkan identitasnya.
BBC News kemudian mewawancarai ayah remaja tersebut. Ia mengaku tidak mengetahui aktivitas putranya dan keterlibatannya dengan sindikat hacker.
"Saya tidak pernah mengetahui apapun tentang semua ini sampai baru-baru ini. Dia tidak pernah bicara soal meretas apapun, tapi dia memang mahir menggunakan komputer dan menghabiskan banyak waktu di depan komputer," kata ayah remaja tersebut.
"Saya selalu berpikir kalau dia hanya main game. Kami akan mencoba menghentikannya menggunakan komputer," sambungnya.










.jpg)
