- Aris Nur Huda: Saatnya Munas HIPMI XVIII Digelar di Kaltim
- Kutim Raih Penghargaan Arindama Infrastruktur di HUT ke-69 Kaltim
- Transaksi Sabu di Tanjung Laut Indah, Pemuda di Bontang Diciduk Polisi
- Ojol Bontang Minta WiFi hingga WC, Pemkot Janji Bangun Fasilitas Khusus pada 2027
- 4 Wilayah di Bontang Terendam Banjir, Guntung Paling Parah
- BPC HIPMI Samarinda dan Bandara APT Pranoto Dorong Produk UMKM Lokal Naik Kelas
- DPRD Samarinda Soroti Lemahnya Edukasi Keluarga sebagai Faktor Penghambat Penurunan Stunting
- Celni Soroti Lonjakan Jumlah Anak Pindahan, Minta Pemerintah Benahi Distribusi Siswa Antarwilayah
- Ledakan Tren Digital Pengaruhi Perilaku Sosial, DPRD Samarinda Minta Pemkot Perkuat Literasi dan Ana
- DPRD Samarinda Ingin Arah Pembangunan Kota Lebih Visioner dan Terintegrasi
Samsung dan Microsoft Diretas Sekelompok Remaja

Keterangan Gambar : (int)
ANALOGNEWS.id - Kepolisian London menahan tujuh remaja yang diduga terkait dengan kelompok hacker Lapsus$. Sindikat hacker ini diyakini merupakan otak di balik peretasan beberapa perusahaan teknologi besar seperti Samsung dan Microsoft.
"Kepolisian Kota London telah melakukan penyelidikan dengan mitranya terhadap anggota kelompok peretasan," kata Detektif Inspektur Michael O'Sullivan dalam pernyataan resminya, seperti dikutip dari The Verge, Jumat (25/3/2022).
"Tujuh orang berusia antara 16 dan 21 telah ditahan sehubungan dengan penyelidikan ini dan semuanya telah dibebaskan untuk diselidiki. Penyelidikan kami tetap berlangsung," sambungnya.
Baca Lainnya :
- Halle Berry Kecewa, Belum Ada Wanita Kulit Hitam di Piala Oscar Setelahnya0
- Personil Koramil Loktuan Gelar Karya Bhakti Bersih-bersih Rumah Ibadah0
- KPK Serahkan Rampasan Korupsi Senilai Rp24,27 Miliar ke Sejumlah Instansi0
- Menkes Target Enam Bulan Kedepan Indonesia Masuk Fase Endemi0
- Menkominfo Usulkan Pemilu 2024 Terapkan Pemungutan Suara Secara Online 0
Sindikat hacker Lapsus$ mengaku bertanggung jawab atas peretasan skala besar yang dialami oleh perusahaan teknologi, termasuk Nvidia, Samsung, Ubisoft, Okta, dan Microsoft.
Sebelum berita penahanan ini terkuak, sebuah laporan mengungkap bahwa seorang remaja yang tinggal di Oxford, Inggris merupakan pimpinan kelompok tersebut. Tapi Kepolisian London tidak mengatakan apakah remaja tersebut termasuk salah satu dari tujuh remaja yang ditahan.
Identitas pemimpin kelompok Lapsus$ berhasil terungkap berkat beberapa konsumen yang marah dan membongkar identitasnya lewat doxing. Menurut laporan pakar keamanan siber Brian Krebs, pemimpin sindikat tersebut membeli Doxbin, situs di mana orang-orang bisa mencari informasi pribadi orang lain.
Tapi pemimpin kelompok hacker itu tidak bisa mengelola situsnya dengan baik. Ia kabarnya menyerahkan kendali situs pada bulan Januari, tapi membocorkan semua data set Doxbin ke Telegram, dan komunitas Doxbin kemudian membalas dengan membocorkan identitasnya.
BBC News kemudian mewawancarai ayah remaja tersebut. Ia mengaku tidak mengetahui aktivitas putranya dan keterlibatannya dengan sindikat hacker.
"Saya tidak pernah mengetahui apapun tentang semua ini sampai baru-baru ini. Dia tidak pernah bicara soal meretas apapun, tapi dia memang mahir menggunakan komputer dan menghabiskan banyak waktu di depan komputer," kata ayah remaja tersebut.
"Saya selalu berpikir kalau dia hanya main game. Kami akan mencoba menghentikannya menggunakan komputer," sambungnya.










.jpg)
