- Pemkot Bontang Pastikan APBD 2027 Fokus pada Program Prioritas di Tengah Tekanan Fiskal
- DKP3 Bontang Bekali Nelayan Pengetahuan Mitigasi Bencana untuk Kurangi Risiko di Laut
- DKP3 Bontang Perkuat Sinergi Perluas Akses Permodalan bagi Pelaku Usaha Sektor Pangan
- DKP3 Bontang Sinkronkan Data Pupuk Bersubsidi, Pastikan Distribusi Sesuai Kebutuhan Petani
- DKP3 Bontang Terapkan Penyaluran Benih Ikan Bertahap untuk Jaga Siklus Produksi Pembudidaya
- DKP3 Bontang Cek Langsung Lokasi Budidaya Ikan Sebelum Tetapkan Penerima Bantuan
- DKP3 Libatkan Kelompok Tani Dukung Pencegahan Stunting Lewat Bantuan Ayam Petelur
- DKP3 Bontang Verifikasi Bantuan Jaring, Pastikan Sesuai Kebutuhan Nelayan
- DKP3 Bontang Perkuat Pelaporan Sisa Pangan SPPG untuk Evaluasi Program MBG
- Pemkot Bontang Perluas Transaksi Non-Tunai, Tiga OPD Terima Perangkat Pembayaran Digital
Samsung dan Microsoft Diretas Sekelompok Remaja

Keterangan Gambar : (int)
ANALOGNEWS.id - Kepolisian London menahan tujuh remaja yang diduga terkait dengan kelompok hacker Lapsus$. Sindikat hacker ini diyakini merupakan otak di balik peretasan beberapa perusahaan teknologi besar seperti Samsung dan Microsoft.
"Kepolisian Kota London telah melakukan penyelidikan dengan mitranya terhadap anggota kelompok peretasan," kata Detektif Inspektur Michael O'Sullivan dalam pernyataan resminya, seperti dikutip dari The Verge, Jumat (25/3/2022).
"Tujuh orang berusia antara 16 dan 21 telah ditahan sehubungan dengan penyelidikan ini dan semuanya telah dibebaskan untuk diselidiki. Penyelidikan kami tetap berlangsung," sambungnya.
Baca Lainnya :
- Halle Berry Kecewa, Belum Ada Wanita Kulit Hitam di Piala Oscar Setelahnya0
- Personil Koramil Loktuan Gelar Karya Bhakti Bersih-bersih Rumah Ibadah0
- KPK Serahkan Rampasan Korupsi Senilai Rp24,27 Miliar ke Sejumlah Instansi0
- Menkes Target Enam Bulan Kedepan Indonesia Masuk Fase Endemi0
- Menkominfo Usulkan Pemilu 2024 Terapkan Pemungutan Suara Secara Online 0
Sindikat hacker Lapsus$ mengaku bertanggung jawab atas peretasan skala besar yang dialami oleh perusahaan teknologi, termasuk Nvidia, Samsung, Ubisoft, Okta, dan Microsoft.
Sebelum berita penahanan ini terkuak, sebuah laporan mengungkap bahwa seorang remaja yang tinggal di Oxford, Inggris merupakan pimpinan kelompok tersebut. Tapi Kepolisian London tidak mengatakan apakah remaja tersebut termasuk salah satu dari tujuh remaja yang ditahan.
Identitas pemimpin kelompok Lapsus$ berhasil terungkap berkat beberapa konsumen yang marah dan membongkar identitasnya lewat doxing. Menurut laporan pakar keamanan siber Brian Krebs, pemimpin sindikat tersebut membeli Doxbin, situs di mana orang-orang bisa mencari informasi pribadi orang lain.
Tapi pemimpin kelompok hacker itu tidak bisa mengelola situsnya dengan baik. Ia kabarnya menyerahkan kendali situs pada bulan Januari, tapi membocorkan semua data set Doxbin ke Telegram, dan komunitas Doxbin kemudian membalas dengan membocorkan identitasnya.
BBC News kemudian mewawancarai ayah remaja tersebut. Ia mengaku tidak mengetahui aktivitas putranya dan keterlibatannya dengan sindikat hacker.
"Saya tidak pernah mengetahui apapun tentang semua ini sampai baru-baru ini. Dia tidak pernah bicara soal meretas apapun, tapi dia memang mahir menggunakan komputer dan menghabiskan banyak waktu di depan komputer," kata ayah remaja tersebut.
"Saya selalu berpikir kalau dia hanya main game. Kami akan mencoba menghentikannya menggunakan komputer," sambungnya.










.jpg)
