- Aris Nur Huda: Saatnya Munas HIPMI XVIII Digelar di Kaltim
- Kutim Raih Penghargaan Arindama Infrastruktur di HUT ke-69 Kaltim
- Transaksi Sabu di Tanjung Laut Indah, Pemuda di Bontang Diciduk Polisi
- Ojol Bontang Minta WiFi hingga WC, Pemkot Janji Bangun Fasilitas Khusus pada 2027
- 4 Wilayah di Bontang Terendam Banjir, Guntung Paling Parah
- BPC HIPMI Samarinda dan Bandara APT Pranoto Dorong Produk UMKM Lokal Naik Kelas
- DPRD Samarinda Soroti Lemahnya Edukasi Keluarga sebagai Faktor Penghambat Penurunan Stunting
- Celni Soroti Lonjakan Jumlah Anak Pindahan, Minta Pemerintah Benahi Distribusi Siswa Antarwilayah
- Ledakan Tren Digital Pengaruhi Perilaku Sosial, DPRD Samarinda Minta Pemkot Perkuat Literasi dan Ana
- DPRD Samarinda Ingin Arah Pembangunan Kota Lebih Visioner dan Terintegrasi
Menkes Target Enam Bulan Kedepan Indonesia Masuk Fase Endemi

Keterangan Gambar : ILustrasi (int)
ANALOGNEWS.id - Pemerintah menargetkan Indonesia bisa masuk fase endemi enam bulan kedepan sejak akhir Maret 2022. Hal itu Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI, Rabu (23/3/2022).
Menurut Budi hal ini dapat tercapai jika varian baru tidak ada lagi. "Saya rasa mungkin di akhir bulan ini tingkat reproduksi kita bisa di bawah satu. Jadi kalau Maret bisa di bawah satu, kita tarik enam bulan dari Maret, kalau mudah-mudahan tidak ada varian baru ya, mudah-mudahan bisa kita atasi," jelasnya .
Menkes mengungkapkan, agar COVID-19 dapat mencapai endemi, beberapa faktor yang diperlukan untuk mendukungnya. Mulai dari kontak hingga pengujian.
Baca Lainnya :
- Menkominfo Usulkan Pemilu 2024 Terapkan Pemungutan Suara Secara Online 0
- Vaksin Booster Jadi Syarat Mudik0
- Buruh dan Petani Unjuk Rasa Terkait Kelangkaan dan Kenaikan Harga Minyak Goreng0
- Stok Masih Defisit, Indonesia Perlu Impor Pangan0
- Polres Bontang Kirim Bantuan Makanan dan Personil ke Kutim0
Pengujian ini dilakukan untuk mengelola kesehatan terhadap COVID-19, termasuk self testing yang dimasukkan ke dalam program transisi.
"Memang benar. Seperti yang tadi kami sampaikan untuk transisi menjadi endemi, tanggung jawab pengelolaan kesehatan terhadap COVID-19 itu harus dimiliki dan dijangkau oleh masing-masing individu, termasuk pengujiannya," kata Menkes Budi.
Dalam mendukung program ini, Kementerian Kesehatan juga akan mendorong masyarakat untuk melakukan self testing menggunakan rapid antigen. Bahkan sudah ada izin edarnya.
"Sudah ada yang punya izin edar juga di sini, itu juga bisa kita pakai," bebernya.
"Nanti kita akan sosialisasikan dan juga kita mengajak masyarakat, agar lebih sering melakukan self testing saja di rumah," jelas Menkes Budi.
Selain tes antigen, self testing ini juga bisa mengukur suhu tubuh dan tidak perlu ke dokter. Jika agak panas, lanjut Menkes Budi, dapat diatasi dengan mengkonsumsi obat.
“Kita berharap kesadaran masyarakat itu penting sebagai komponen transisi dari pandemi jadi endemi,” pungkasnya. (Merah/AN)










.jpg)
