- HAN 2026, Pemkot Bontang dan BAZNAS Beri Dukungan bagi 300 Anak
- Bimbingan Pra Nikah Remaja, Pemkot Bontang Dorong Pelajar Fokus Siapkan Masa Depan
- HUT ke-36 PW-BKAG Bontang, Agus Haris Dorong Perempuan Perkuat Pelayanan Sosial
- Pusdiklat Paskibraka Bontang Dimulai, Agus Haris Tekankan Pembentukan Karakter
- Harganas ke-33, Wali Kota Bontang Soroti Pentingnya Kehadiran Ayah dalam Keluarga
- Wali Kota Bontang Pastikan 11 Rekomendasi BPK Masih Dikawal hingga Tuntas
- 132 Mahasiswa KKN Kolaborasi Diterjunkan ke 15 Kelurahan di Bontang
- Pemkot Bontang Perkuat Perlindungan Pekerja Konstruksi Lewat BPJS Ketenagakerjaan
- Pemkot Bontang Gandeng Dunia Usaha Jaga Keberlanjutan Jaminan Kesehatan Gratis
- Digitalisasi Transaksi Daerah Bontang Capai 83,4 Persen, Pemkot Perkuat TP2DD
Program BKKD di Kukar Terkendala SDM

Keterangan Gambar : Foto: Kepala DPMD Kukar, Arianto.
ANALOGNEWS.id, KUKAR - Program Bantuan Khusus Kepada Desa (BKKD) di Kukar yang bertujuan untuk mengangkat tenaga medis di desa-desa yang belum memiliki bidan dan perawat mengalami kendala.
Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar, Arianto, Jumat (15/3/2024).
Arianto mengungkapkan bahwa saat ini belum ada tenaga medis yang bersedia ditempatkan di desa-desa tertentu.
Baca Lainnya :
- Tri Joko Kuncoro Apresiasi Kegiatan Sosialiasi Empat Pilar di Maluhu0
- Pemerintah Kecamatan Sebulu Alokasikan Rp 18 Miliar untuk Program Pembangunan Infrastruktur 0
- Desa Kerta Buana Gelar Pertunjukan Ogoh-Ogoh0
- Beragam Program Prioritas Disdukcapil Kukar Tahun 20240
- Desa Rapak Lambur Jalankan Program Pondok Pangan Etam0
Meskipun DPMD telah menganggarkan dana khusus, masih terdapat kekosongan tenaga medis di beberapa desa.
Hal ini disebabkan oleh tidak tersedianya Sumber Daya Manusia (SDM) di daerah setempat maupun ketidaksiapan tenaga medis dari luar daerah untuk ditempatkan di desa-desa tersebut.
Arianto menambahkan bahwa pihaknya akan berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kukar untuk menetapkan desa mana saja yang memerlukan tenaga medis melalui Puskesmas.
"Kemudian pembayaran honorarium insentif kepada tenaga medis yang bersedia akan kita lakukan melalui perangkat desa,"ujar Arianto.
Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan indeks ketahanan sosial di desa-desa dengan memastikan pemenuhan tenaga medis yang cukup. Namun, tantangan dalam rekrutmen dan penempatan tenaga medis menjadi hambatan utama dalam realisasi program ini. (Adv)










.jpg)
