- Pemkot Bontang Pastikan APBD 2027 Fokus pada Program Prioritas di Tengah Tekanan Fiskal
- DKP3 Bontang Bekali Nelayan Pengetahuan Mitigasi Bencana untuk Kurangi Risiko di Laut
- DKP3 Bontang Perkuat Sinergi Perluas Akses Permodalan bagi Pelaku Usaha Sektor Pangan
- DKP3 Bontang Sinkronkan Data Pupuk Bersubsidi, Pastikan Distribusi Sesuai Kebutuhan Petani
- DKP3 Bontang Terapkan Penyaluran Benih Ikan Bertahap untuk Jaga Siklus Produksi Pembudidaya
- DKP3 Bontang Cek Langsung Lokasi Budidaya Ikan Sebelum Tetapkan Penerima Bantuan
- DKP3 Libatkan Kelompok Tani Dukung Pencegahan Stunting Lewat Bantuan Ayam Petelur
- DKP3 Bontang Verifikasi Bantuan Jaring, Pastikan Sesuai Kebutuhan Nelayan
- DKP3 Bontang Perkuat Pelaporan Sisa Pangan SPPG untuk Evaluasi Program MBG
- Pemkot Bontang Perluas Transaksi Non-Tunai, Tiga OPD Terima Perangkat Pembayaran Digital
Program BKKD di Kukar Terkendala SDM

Keterangan Gambar : Foto: Kepala DPMD Kukar, Arianto.
ANALOGNEWS.id, KUKAR - Program Bantuan Khusus Kepada Desa (BKKD) di Kukar yang bertujuan untuk mengangkat tenaga medis di desa-desa yang belum memiliki bidan dan perawat mengalami kendala.
Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar, Arianto, Jumat (15/3/2024).
Arianto mengungkapkan bahwa saat ini belum ada tenaga medis yang bersedia ditempatkan di desa-desa tertentu.
Baca Lainnya :
- Tri Joko Kuncoro Apresiasi Kegiatan Sosialiasi Empat Pilar di Maluhu0
- Pemerintah Kecamatan Sebulu Alokasikan Rp 18 Miliar untuk Program Pembangunan Infrastruktur 0
- Desa Kerta Buana Gelar Pertunjukan Ogoh-Ogoh0
- Beragam Program Prioritas Disdukcapil Kukar Tahun 20240
- Desa Rapak Lambur Jalankan Program Pondok Pangan Etam0
Meskipun DPMD telah menganggarkan dana khusus, masih terdapat kekosongan tenaga medis di beberapa desa.
Hal ini disebabkan oleh tidak tersedianya Sumber Daya Manusia (SDM) di daerah setempat maupun ketidaksiapan tenaga medis dari luar daerah untuk ditempatkan di desa-desa tersebut.
Arianto menambahkan bahwa pihaknya akan berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kukar untuk menetapkan desa mana saja yang memerlukan tenaga medis melalui Puskesmas.
"Kemudian pembayaran honorarium insentif kepada tenaga medis yang bersedia akan kita lakukan melalui perangkat desa,"ujar Arianto.
Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan indeks ketahanan sosial di desa-desa dengan memastikan pemenuhan tenaga medis yang cukup. Namun, tantangan dalam rekrutmen dan penempatan tenaga medis menjadi hambatan utama dalam realisasi program ini. (Adv)










.jpg)
