- Aris Nur Huda: Saatnya Munas HIPMI XVIII Digelar di Kaltim
- Kutim Raih Penghargaan Arindama Infrastruktur di HUT ke-69 Kaltim
- Transaksi Sabu di Tanjung Laut Indah, Pemuda di Bontang Diciduk Polisi
- Ojol Bontang Minta WiFi hingga WC, Pemkot Janji Bangun Fasilitas Khusus pada 2027
- 4 Wilayah di Bontang Terendam Banjir, Guntung Paling Parah
- BPC HIPMI Samarinda dan Bandara APT Pranoto Dorong Produk UMKM Lokal Naik Kelas
- DPRD Samarinda Soroti Lemahnya Edukasi Keluarga sebagai Faktor Penghambat Penurunan Stunting
- Celni Soroti Lonjakan Jumlah Anak Pindahan, Minta Pemerintah Benahi Distribusi Siswa Antarwilayah
- Ledakan Tren Digital Pengaruhi Perilaku Sosial, DPRD Samarinda Minta Pemkot Perkuat Literasi dan Ana
- DPRD Samarinda Ingin Arah Pembangunan Kota Lebih Visioner dan Terintegrasi
PKD Kaltim 2025 Resmi Dibuka, Tegaskan Komitmen Jaga Warisan Behineka

Keterangan Gambar : Anggota DPRD Kaltim, Dr. Sarkowi V. Zahry, hadir mewakili Ketua DPRD Kaltim pada acara PKD Kaltim 2025. (Foto: Humas DPRD Kaltim)
ANALOGNEWS.id, SAMARINDA - Pekan Kebudayaan Daerah (PKD) Kalimantan Timur 2025 resmi dibuka di Halaman Parkir Stadion Segiri Samarinda, Kamis (19/6/2025) malam, mengusung tema “Menjaga Warisan Behineka, untuk Harmoni Pilar Budaya Kaltim” sebagai wujud komitmen pelestarian keberagaman budaya Benua Etam.
PKD tahun ini menyoroti tiga pilar budaya utama Kaltim, yakni Keraton, Pedalaman, dan Pesisir, yang merepresentasikan akar sejarah, nilai luhur, dan dinamika peradaban daerah. Dalam sambutan mewakili Ketua DPRD Kaltim, anggota DPRD Sarkowi V. Zahry menegaskan pentingnya budaya sebagai denyut nadi sekaligus arah masa depan Kaltim.
“Warisan behineka adalah denyut nadi Kaltim. Dari adat Dayak, Kutai, Banjar, hingga budaya pendatang, semua bersatu dalam harmoni. DPRD Kaltim berkomitmen menjaga dan memperkuat pilar budaya ini melalui kebijakan yang inklusif dan berkelanjutan,” ujar Sarkowi.
Baca Lainnya :
- Komisi II DPRD Kaltim Evaluasi Kontribusi PT KKT terhadap PAD0
- SMAN 10 Samarinda Jadi Sekolah Garuda Transformasi, DPRD Kaltim Apresiasi0
- Tangis Haru Warnai Kepulangan Jamaah Haji Kloter Kedua Kaltim, Wakil Ketua DPRD Hadir Menyambut0
- DPRD Kaltim Dukung Peran Mahasiswa dalam Pembangunan di Kongres BEM Se-Kalimantan0
- Penanganan Stunting di Kaltim Butuh Sinergi dan Kesadaran Masyarakat0
Ia menjelaskan bahwa ketiga pilar budaya tidak hanya merefleksikan wilayah geografis, melainkan penanda peradaban dan identitas yang harus dirawat bersama. Budaya Keraton melambangkan nilai dan kearifan kerajaan seperti Kutai dan Paser, Pedalaman mencerminkan keharmonisan masyarakat Dayak dengan alam, dan Pesisir melambangkan keterbukaan serta dinamika masyarakat maritim.
Sarkowi juga menekankan peran DPRD Kaltim dalam memastikan keberlanjutan budaya melalui dukungan komunitas, ruang ekspresi kreatif, dan generasi muda sebagai penjaga nilai-nilai luhur.
“Warisan behineka ini bukan sekadar untuk dikenang, tetapi harus dihidupi dan diwariskan. Kami akan mendorong regulasi dan kebijakan anggaran yang mendukung pelestarian budaya secara inklusif,” tambahnya.
Kegiatan PKD 2025 menjadi bukti nyata bahwa keberagaman adalah fondasi sosial yang kuat, terutama saat Kaltim melangkah menjadi pusat Ibu Kota Nusantara (IKN). Semangat behineka diharapkan menjadi landasan kebijakan yang berkeadilan, berbudaya, dan bermartabat bagi masa depan Kaltim. (SRA/ADV/DPRDKALTIM)










.jpg)
