- HAN 2026, Pemkot Bontang dan BAZNAS Beri Dukungan bagi 300 Anak
- Bimbingan Pra Nikah Remaja, Pemkot Bontang Dorong Pelajar Fokus Siapkan Masa Depan
- HUT ke-36 PW-BKAG Bontang, Agus Haris Dorong Perempuan Perkuat Pelayanan Sosial
- Pusdiklat Paskibraka Bontang Dimulai, Agus Haris Tekankan Pembentukan Karakter
- Harganas ke-33, Wali Kota Bontang Soroti Pentingnya Kehadiran Ayah dalam Keluarga
- Wali Kota Bontang Pastikan 11 Rekomendasi BPK Masih Dikawal hingga Tuntas
- 132 Mahasiswa KKN Kolaborasi Diterjunkan ke 15 Kelurahan di Bontang
- Pemkot Bontang Perkuat Perlindungan Pekerja Konstruksi Lewat BPJS Ketenagakerjaan
- Pemkot Bontang Gandeng Dunia Usaha Jaga Keberlanjutan Jaminan Kesehatan Gratis
- Digitalisasi Transaksi Daerah Bontang Capai 83,4 Persen, Pemkot Perkuat TP2DD
PKD Kaltim 2025 Resmi Dibuka, Tegaskan Komitmen Jaga Warisan Behineka

Keterangan Gambar : Anggota DPRD Kaltim, Dr. Sarkowi V. Zahry, hadir mewakili Ketua DPRD Kaltim pada acara PKD Kaltim 2025. (Foto: Humas DPRD Kaltim)
ANALOGNEWS.id, SAMARINDA - Pekan Kebudayaan Daerah (PKD) Kalimantan Timur 2025 resmi dibuka di Halaman Parkir Stadion Segiri Samarinda, Kamis (19/6/2025) malam, mengusung tema “Menjaga Warisan Behineka, untuk Harmoni Pilar Budaya Kaltim” sebagai wujud komitmen pelestarian keberagaman budaya Benua Etam.
PKD tahun ini menyoroti tiga pilar budaya utama Kaltim, yakni Keraton, Pedalaman, dan Pesisir, yang merepresentasikan akar sejarah, nilai luhur, dan dinamika peradaban daerah. Dalam sambutan mewakili Ketua DPRD Kaltim, anggota DPRD Sarkowi V. Zahry menegaskan pentingnya budaya sebagai denyut nadi sekaligus arah masa depan Kaltim.
“Warisan behineka adalah denyut nadi Kaltim. Dari adat Dayak, Kutai, Banjar, hingga budaya pendatang, semua bersatu dalam harmoni. DPRD Kaltim berkomitmen menjaga dan memperkuat pilar budaya ini melalui kebijakan yang inklusif dan berkelanjutan,” ujar Sarkowi.
Baca Lainnya :
- Komisi II DPRD Kaltim Evaluasi Kontribusi PT KKT terhadap PAD0
- SMAN 10 Samarinda Jadi Sekolah Garuda Transformasi, DPRD Kaltim Apresiasi0
- Tangis Haru Warnai Kepulangan Jamaah Haji Kloter Kedua Kaltim, Wakil Ketua DPRD Hadir Menyambut0
- DPRD Kaltim Dukung Peran Mahasiswa dalam Pembangunan di Kongres BEM Se-Kalimantan0
- Penanganan Stunting di Kaltim Butuh Sinergi dan Kesadaran Masyarakat0
Ia menjelaskan bahwa ketiga pilar budaya tidak hanya merefleksikan wilayah geografis, melainkan penanda peradaban dan identitas yang harus dirawat bersama. Budaya Keraton melambangkan nilai dan kearifan kerajaan seperti Kutai dan Paser, Pedalaman mencerminkan keharmonisan masyarakat Dayak dengan alam, dan Pesisir melambangkan keterbukaan serta dinamika masyarakat maritim.
Sarkowi juga menekankan peran DPRD Kaltim dalam memastikan keberlanjutan budaya melalui dukungan komunitas, ruang ekspresi kreatif, dan generasi muda sebagai penjaga nilai-nilai luhur.
“Warisan behineka ini bukan sekadar untuk dikenang, tetapi harus dihidupi dan diwariskan. Kami akan mendorong regulasi dan kebijakan anggaran yang mendukung pelestarian budaya secara inklusif,” tambahnya.
Kegiatan PKD 2025 menjadi bukti nyata bahwa keberagaman adalah fondasi sosial yang kuat, terutama saat Kaltim melangkah menjadi pusat Ibu Kota Nusantara (IKN). Semangat behineka diharapkan menjadi landasan kebijakan yang berkeadilan, berbudaya, dan bermartabat bagi masa depan Kaltim. (SRA/ADV/DPRDKALTIM)










.jpg)
