- HAN 2026, Pemkot Bontang dan BAZNAS Beri Dukungan bagi 300 Anak
- Bimbingan Pra Nikah Remaja, Pemkot Bontang Dorong Pelajar Fokus Siapkan Masa Depan
- HUT ke-36 PW-BKAG Bontang, Agus Haris Dorong Perempuan Perkuat Pelayanan Sosial
- Pusdiklat Paskibraka Bontang Dimulai, Agus Haris Tekankan Pembentukan Karakter
- Harganas ke-33, Wali Kota Bontang Soroti Pentingnya Kehadiran Ayah dalam Keluarga
- Wali Kota Bontang Pastikan 11 Rekomendasi BPK Masih Dikawal hingga Tuntas
- 132 Mahasiswa KKN Kolaborasi Diterjunkan ke 15 Kelurahan di Bontang
- Pemkot Bontang Perkuat Perlindungan Pekerja Konstruksi Lewat BPJS Ketenagakerjaan
- Pemkot Bontang Gandeng Dunia Usaha Jaga Keberlanjutan Jaminan Kesehatan Gratis
- Digitalisasi Transaksi Daerah Bontang Capai 83,4 Persen, Pemkot Perkuat TP2DD
Pentingnya Pengelolaan Pasca Panen untuk Tingkatkan Kualitas Beras Lokal

Keterangan Gambar : Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Thohiron . (*)
ANALOGNEWS.id, PENAJAM - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Thohiron menyoroti pentingnya perhatian terhadap kualitas pasca panen guna meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil pertanian di wilayah tersebut.
Menurut Thohiron, langkah penanganan pasca panen yang tepat sangat berperan penting dalam memastikan kualitas dan nilai jual beras di pasaran. Ia menyampaikan bahwa kesalahan dalam waktu panen dapat mempengaruhi mutu beras secara signifikan.
"Saat ini banyak yang memanen padi sebelum waktunya dengan harapan mendapat hasil lebih cepat, padahal pola seperti ini perlu diubah. Panen harus dilakukan tepat waktu agar kualitas beras tetap terjaga," ungkapnya.
Baca Lainnya :
- Pemerintah Kabupaten PPU Harus Perhatikan TPS Perkelurahan0
- Legislator PPU Desak Pelayanan Dukcapil Bebas Biaya dan Lebih Efisien0
- DPRD PPU Minta Pemda Prioritaskan Pelestarian Situs Sejarah dan Cagar Budaya0
- Sujiati Dukung Kemandirian Suplai Ikan Air Tawar0
- DPRD PPU Tekankan Pentingnya Persiapan TPA yang Representatif untuk Masa Depan0
Ia menekankan, praktik panen yang dilakukan terlalu dini sering kali menurunkan mutu hasil yang diinginkan. Tantangan lain yang dihadapi petani PPU adalah cuaca yang tidak menentu, terutama saat musim hujan, yang dapat mengganggu proses pengeringan padi setelah dipanen.
“Petani terkadang terkendala cuaca, terutama hujan, saat musim panen. Jika padi yang dipanen tidak segera dijemur atau tertimbun dan terkena hujan, kualitas beras akan menurun drastis dalam waktu tiga hari saja,” jelasnya.
Kualitas beras yang menurun akibat tidak optimalnya pengeringan membuat harga jualnya juga ikut terpengaruh. Ia menilai bahwa tanpa penanganan pasca panen yang baik, petani akan kesulitan memperoleh keuntungan maksimal dari hasil pertanian mereka. Untuk itu, ia mendorong adanya solusi konkret untuk permasalahan tersebut.
Sebagai solusi, politisi Partai PKS itu mengusulkan penggunaan alat pengering atau dryer yang dinilai sangat dibutuhkan, terutama pada musim hujan. Dryer ini dapat membantu petani mengeringkan padi dengan cepat dan menjaga kualitas beras tetap tinggi meskipun cuaca tidak mendukung.
“Dryer ini sangat penting, terutama saat musim hujan. Dengan dryer, padi bisa cepat kering dan kualitasnya tetap bagus,” tuturnya.
Ia berharap pemerintah daerah dapat mendukung kebutuhan ini agar para petani di PPU bisa mempertahankan kualitas hasil panen mereka. Menurunya, peningkatan produktivitas pertanian tidak hanya bergantung pada teknik budidaya, namun juga pada pengelolaan pasca panen yang efektif.
“Jika kualitas terjaga, hasil panen tidak hanya bernilai tinggi di pasar lokal, tetapi juga dapat menjadi pilihan yang baik untuk pasar yang lebih luas," pungkasnya. (Adv)










.jpg)
