- HAN 2026, Pemkot Bontang dan BAZNAS Beri Dukungan bagi 300 Anak
- Bimbingan Pra Nikah Remaja, Pemkot Bontang Dorong Pelajar Fokus Siapkan Masa Depan
- HUT ke-36 PW-BKAG Bontang, Agus Haris Dorong Perempuan Perkuat Pelayanan Sosial
- Pusdiklat Paskibraka Bontang Dimulai, Agus Haris Tekankan Pembentukan Karakter
- Harganas ke-33, Wali Kota Bontang Soroti Pentingnya Kehadiran Ayah dalam Keluarga
- Wali Kota Bontang Pastikan 11 Rekomendasi BPK Masih Dikawal hingga Tuntas
- 132 Mahasiswa KKN Kolaborasi Diterjunkan ke 15 Kelurahan di Bontang
- Pemkot Bontang Perkuat Perlindungan Pekerja Konstruksi Lewat BPJS Ketenagakerjaan
- Pemkot Bontang Gandeng Dunia Usaha Jaga Keberlanjutan Jaminan Kesehatan Gratis
- Digitalisasi Transaksi Daerah Bontang Capai 83,4 Persen, Pemkot Perkuat TP2DD
Pentingnya Kolaborasi dalam Peningkatan Tempat Wisata di Kalimantan Timur

Analognews.id, Samarinda - Kalimantan Timur saat ini membutuhkan perhatian lebih dari pemerintah provinsi dan pihak terkait untuk mengembangkan sektor pariwisata.
Dalam konteks ini, Hasbar, Analisis Kebijakan Ahli Muda Bidang Pemberdayaan Pemuda dari Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim, menekankan pentingnya kolaborasi antara berbagai dinas untuk meningkatkan tempat wisata.
Baca Lainnya :
- Dispora Kaltim Dukung Pengembangan Pramuka untuk Pembentukan Karakter Pemuda0
- Akademi Olahraga Hadir di Kaltim: Dispora Luncurkan Program Pembinaan Atlet Terpadu0
- Optimalisasi Karang Taruna: Langkah Dispora Kaltim dalam Memajukan Pemuda di Daerah0
- Rangkaian HKN ke-60, Dinkes Bontang Gelar Pertandingan Badminton0
- Syarifatul Optimis Hadirkan Rumah Sakit Tipe B untuk Fasilitas Kesehatan Berkualitas di Berau0
Menurut Hasbar, Dispora memiliki keterbatasan dalam pembinaan dan peningkatan tempat wisata. “Kami hanya memfasilitasi. Untuk pembinaan seperti musik atau wisata biasanya berasal dari Dinas Pariwisata. Tugas kami lebih kepada memberikan dukungan,” ungkapnya, Jumat (1/11/2024).
Dia juga menyoroti bahwa kolaborasi yang telah terjalin belum sepenuhnya maksimal. Anggaran yang ada memiliki batasan, sehingga tidak memungkinkan Dispora untuk memberikan bantuan langsung kepada kelompok-kelompok wisata. “Bentuk bantuan kami saat ini hanya sebatas peningkatan keterampilan. Pelatihan yang kami adakan pun bersifat global,” tambah Hasbar.
Lebih lanjut, Hasbar menjelaskan bahwa pengembangan life skill sangat bergantung pada permintaan dari para pemuda. Ia menyebutkan bahwa Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) telah membuka peluang bagi pemuda untuk menampilkan kreativitas dan keterampilan mereka.
Walaupun peningkatan tempat wisata sangat penting, Hasbar menegaskan bahwa hal tersebut memerlukan kolaborasi yang kuat antara dinas-dinas terkait. Dispora juga berkomitmen untuk memberikan ruang bagi pelatihan life skill kepada pemuda di Kalimantan Timur, guna mendukung pengembangan sektor pariwisata di daerah tersebut.(Adv).










.jpg)
