- Pemkot Bontang Pastikan APBD 2027 Fokus pada Program Prioritas di Tengah Tekanan Fiskal
- DKP3 Bontang Bekali Nelayan Pengetahuan Mitigasi Bencana untuk Kurangi Risiko di Laut
- DKP3 Bontang Perkuat Sinergi Perluas Akses Permodalan bagi Pelaku Usaha Sektor Pangan
- DKP3 Bontang Sinkronkan Data Pupuk Bersubsidi, Pastikan Distribusi Sesuai Kebutuhan Petani
- DKP3 Bontang Terapkan Penyaluran Benih Ikan Bertahap untuk Jaga Siklus Produksi Pembudidaya
- DKP3 Bontang Cek Langsung Lokasi Budidaya Ikan Sebelum Tetapkan Penerima Bantuan
- DKP3 Libatkan Kelompok Tani Dukung Pencegahan Stunting Lewat Bantuan Ayam Petelur
- DKP3 Bontang Verifikasi Bantuan Jaring, Pastikan Sesuai Kebutuhan Nelayan
- DKP3 Bontang Perkuat Pelaporan Sisa Pangan SPPG untuk Evaluasi Program MBG
- Pemkot Bontang Perluas Transaksi Non-Tunai, Tiga OPD Terima Perangkat Pembayaran Digital
Pentingnya Kolaborasi dalam Peningkatan Tempat Wisata di Kalimantan Timur

Analognews.id, Samarinda - Kalimantan Timur saat ini membutuhkan perhatian lebih dari pemerintah provinsi dan pihak terkait untuk mengembangkan sektor pariwisata.
Dalam konteks ini, Hasbar, Analisis Kebijakan Ahli Muda Bidang Pemberdayaan Pemuda dari Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim, menekankan pentingnya kolaborasi antara berbagai dinas untuk meningkatkan tempat wisata.
Baca Lainnya :
- Dispora Kaltim Dukung Pengembangan Pramuka untuk Pembentukan Karakter Pemuda0
- Akademi Olahraga Hadir di Kaltim: Dispora Luncurkan Program Pembinaan Atlet Terpadu0
- Optimalisasi Karang Taruna: Langkah Dispora Kaltim dalam Memajukan Pemuda di Daerah0
- Rangkaian HKN ke-60, Dinkes Bontang Gelar Pertandingan Badminton0
- Syarifatul Optimis Hadirkan Rumah Sakit Tipe B untuk Fasilitas Kesehatan Berkualitas di Berau0
Menurut Hasbar, Dispora memiliki keterbatasan dalam pembinaan dan peningkatan tempat wisata. “Kami hanya memfasilitasi. Untuk pembinaan seperti musik atau wisata biasanya berasal dari Dinas Pariwisata. Tugas kami lebih kepada memberikan dukungan,” ungkapnya, Jumat (1/11/2024).
Dia juga menyoroti bahwa kolaborasi yang telah terjalin belum sepenuhnya maksimal. Anggaran yang ada memiliki batasan, sehingga tidak memungkinkan Dispora untuk memberikan bantuan langsung kepada kelompok-kelompok wisata. “Bentuk bantuan kami saat ini hanya sebatas peningkatan keterampilan. Pelatihan yang kami adakan pun bersifat global,” tambah Hasbar.
Lebih lanjut, Hasbar menjelaskan bahwa pengembangan life skill sangat bergantung pada permintaan dari para pemuda. Ia menyebutkan bahwa Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) telah membuka peluang bagi pemuda untuk menampilkan kreativitas dan keterampilan mereka.
Walaupun peningkatan tempat wisata sangat penting, Hasbar menegaskan bahwa hal tersebut memerlukan kolaborasi yang kuat antara dinas-dinas terkait. Dispora juga berkomitmen untuk memberikan ruang bagi pelatihan life skill kepada pemuda di Kalimantan Timur, guna mendukung pengembangan sektor pariwisata di daerah tersebut.(Adv).










.jpg)
