- Aris Nur Huda: Saatnya Munas HIPMI XVIII Digelar di Kaltim
- Kutim Raih Penghargaan Arindama Infrastruktur di HUT ke-69 Kaltim
- Transaksi Sabu di Tanjung Laut Indah, Pemuda di Bontang Diciduk Polisi
- Ojol Bontang Minta WiFi hingga WC, Pemkot Janji Bangun Fasilitas Khusus pada 2027
- 4 Wilayah di Bontang Terendam Banjir, Guntung Paling Parah
- BPC HIPMI Samarinda dan Bandara APT Pranoto Dorong Produk UMKM Lokal Naik Kelas
- DPRD Samarinda Soroti Lemahnya Edukasi Keluarga sebagai Faktor Penghambat Penurunan Stunting
- Celni Soroti Lonjakan Jumlah Anak Pindahan, Minta Pemerintah Benahi Distribusi Siswa Antarwilayah
- Ledakan Tren Digital Pengaruhi Perilaku Sosial, DPRD Samarinda Minta Pemkot Perkuat Literasi dan Ana
- DPRD Samarinda Ingin Arah Pembangunan Kota Lebih Visioner dan Terintegrasi
Pembangunan Kanal dan Kolam Retensi, Viktor : Upaya Atasi Banjir di Kota Tepian

Keterangan Gambar : Ketua Fraksi Demokrat DPRD Kota Samarinda, Viktor Yuan. (Foto : Ist)
ANALOGNEWS.id, Samarinda - Persoalan klasik banjir masih menjadi tantangan utama pembangunan Kota Samarinda. Banjir yang kerap melanda wilayah Kota Tepian ini pun menuai komentar dari berbagai pihak, salah satunya Ketua Fraksi Demokrat DPRD Kota Samarinda, Viktor Yuan.
Viktor sapaan akrabnya, menegaskan bahwa pentingnya percepatan pembangunan kanal dan kolam retensi sebagai solusi jangka panjang dalam mengatasi banjir yang kerap melanda kota Tepian ini.
Dirinya menyampaikan bahwa usulan ini telah disampaikan kepada Wali Kota Samarinda sebagai langkah konkret dalam upaya pengendalian banjir.
Baca Lainnya :
- Legislator Samarinda Minta Pemerintah Tegas Soal Aktivitas Tambang Ilegal di Palaran0
- Samri sebut Pariwisata dan Industri Daur Ulang punya Potensi Besar Pasca Pertambangan0
- Hadapi Krisis Sampah, Deni sebut Sistem Pengelolaan Sampah di Samarinda Masih Belum Optimal0
- Upaya Pemkot Samarinda Bangun Jalan Alternatif Sambutan–Bandara APT Pranoto Atasi Kemacetan0
- Perda Ketahanan Keluarga, Puji : Solusi Strategis guna Mengatasi Berbagai Persoalan Sosial0
Menurutnya, proyek pembangunan kolam retensi di beberapa titik sudah mulai berjalan, salah satunya di Desa Pampang. Namun, proses pengerjaan masih terhambat akibat tingginya curah hujan.
“Pembangunan kolam retensi di Desa Pampang sudah dimulai, tetapi karena musim hujan, pengerjaannya belum rampung. Kita harus mempercepat penyelesaiannya agar dapat segera berfungsi menampung kelebihan air,” terang Viktor.
Viktor juga mendorong percepatan pembangunan kanal untuk mengalirkan air hujan ke daerah yang lebih aman. Dirinya menilai bahwa tanpa sistem drainase yang memadai, banjir akan terus menjadi masalah tahunan bagi warga Samarinda.
“Kita perlu memastikan bahwa kanal dan sistem drainase diperbaiki dan diperluas, sehingga air hujan tidak meluap ke pemukiman warga,” jelasnya.
Lebih lanjut kata Viktor, banjir yang kerap terjadi di Samarinda dalam beberapa hari terakhir disebabkan oleh curah hujan yang tinggi selama tiga hingga empat hari berturut-turut.
"Saat ini Pemerintah bersama berbagai pihak terus berupaya dalam menanggulangi dampaknya dan mempercepat pembangunan infrastruktur pengendalian banjir agar kejadian serupa dapat diminimalisir di masa mendatang," pungkas Viktor. (ARD/Adv/DPRDSamarinda)










.jpg)
