- Aris Nur Huda: Saatnya Munas HIPMI XVIII Digelar di Kaltim
- Kutim Raih Penghargaan Arindama Infrastruktur di HUT ke-69 Kaltim
- Transaksi Sabu di Tanjung Laut Indah, Pemuda di Bontang Diciduk Polisi
- Ojol Bontang Minta WiFi hingga WC, Pemkot Janji Bangun Fasilitas Khusus pada 2027
- 4 Wilayah di Bontang Terendam Banjir, Guntung Paling Parah
- BPC HIPMI Samarinda dan Bandara APT Pranoto Dorong Produk UMKM Lokal Naik Kelas
- DPRD Samarinda Soroti Lemahnya Edukasi Keluarga sebagai Faktor Penghambat Penurunan Stunting
- Celni Soroti Lonjakan Jumlah Anak Pindahan, Minta Pemerintah Benahi Distribusi Siswa Antarwilayah
- Ledakan Tren Digital Pengaruhi Perilaku Sosial, DPRD Samarinda Minta Pemkot Perkuat Literasi dan Ana
- DPRD Samarinda Ingin Arah Pembangunan Kota Lebih Visioner dan Terintegrasi
PAD Berau Masih Rendah, DPRD Kaltim dan Wabup Minta Terobosan Fiskal dan Ekonomi

Keterangan Gambar : Anggota DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Syarifatul Syadiah. (Foto: Ist)
ANALOGNEWS.id, SAMARINDA - Anggota DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Syarifatul Syadiah, menyoroti rendahnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Berau yang dinilai belum sebanding dengan besarnya Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang hampir mencapai Rp5 triliun.
“PAD Berau masih sekitar Rp300 miliar. Jika dibandingkan dengan total APBD, angkanya masih jauh dari ideal. Harus ada langkah strategis agar paling tidak PAD bisa mencapai 10 persen dari total APBD,” ujarnya.
Syarifatul menekankan bahwa peningkatan PAD tidak bisa dilepaskan dari dua aspek utama, yaitu penguatan sumber daya manusia (SDM) dan transformasi ekonomi daerah. Kedua aspek tersebut dinilainya harus menjadi titik berat dalam perencanaan pembangunan Berau ke depan.
Baca Lainnya :
- Yonavia Dorong Dukungan Lebih Besar untuk UMKM Perempuan di Kaltim0
- Sarkowi: Fokus Pembangunan Kaltim Harus Bergeser ke Penguatan SDM0
- Agusriansyah Dorong Penguatan Regulasi dan Anggaran untuk Pengembangan Pemuda Kaltim0
- DPRD Kaltim Minta Pemetaan Ormas, Waspadai Ancaman Stabilitas Jelang Pembangunan IKN0
- PEDA XI KTNA Kaltim Resmi Ditutup, Kutai Barat Juara Umum0
Menurutnya, potensi ekonomi Kabupaten Berau sebenarnya sangat besar, terutama dari sektor pariwisata, industri, dan sumber daya alam lainnya. Namun, potensi tersebut belum tergarap secara maksimal.
Karena itu, ia mendorong Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) agar bekerja lebih agresif dan progresif dalam mengejar peluang-peluang pendapatan baru. “Tren kebutuhan dan peluang PAD itu naik terus, apalagi jika melihat proyeksi dari 2026 hingga 2030. Ini harus dijadikan motivasi,” katanya.
Salah satu strategi konkret yang ia usulkan adalah mengoptimalkan peran perusahaan daerah (Perusda). Jika dikelola secara profesional, Perusda dinilainya bisa menjadi penopang signifikan bagi PAD.
“Perusda harus diberi ruang berkembang dan dijalankan sesuai dengan tujuan pendiriannya. Kalau maksimal, bisa menyumbang PAD cukup besar,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa peningkatan PAD bukan hanya soal angka, tapi juga menjadi cermin kemandirian fiskal dan arah pembangunan daerah.
Senada dengan hal tersebut, Wakil Bupati Berau, Gamalis, juga menekankan pentingnya menggali potensi daerah secara menyeluruh untuk memperkuat PAD. Ia menyebut ketergantungan terhadap dana transfer pusat tidak bisa dijadikan tumpuan jangka panjang.
“Kita harus mulai bertumpu pada PAD. Gali seluruh potensi daerah agar bisa meningkatkan kemandirian fiskal,” ucapnya.
Gamalis juga menyoroti pentingnya perencanaan pembangunan yang merata. Ia meminta Bappelitbangda menyusun program-program yang benar-benar menyentuh wilayah di luar perkotaan agar pembangunan tidak terpusat hanya di kota.
“Fokus pembangunan jangan hanya di kota. Segala masukan tentunya harus kita tindak lanjuti agar pembangunan kita makin terarah dan akuntabel,” pungkasnya. (SRA/ADV/DPRDKALTIM)










.jpg)
