Mudik Lebaran 2022, Berikut Aturan Pembatasan Kendaraan Operasional Angkutan Barang

By Redaksi 16 Apr 2022, 17:49:56 WIB Nasional
Mudik Lebaran 2022, Berikut Aturan Pembatasan Kendaraan Operasional Angkutan Barang

ANALOGNEWS.id - Kementerian Perhubungan telah membuat aturan untuk kendaraan operasional selama mudik lebaran 2022.

Aturan kendaraan operasional barang ini tertuang di Surat Edaran Nomor SE 40 Tahun 2022 tentang Pengaturan Operasional Angkutan Barang Pada Masa Arus Mudik dan Arus Balik Selama Angkutan Lebaran Tahun 2022/1443 H.

Pengaturan operasional barang yang berlaku di ruas Jalan Tol dan Non Tol selama masa Angkutan Lebaran Tahun 2022/1443 H.

Baca Lainnya :

Selain operasional angkutan barang, operasional juga dilakukan dengan penutupan Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB).

Adapun pengaturan operasional barang yang tertuang dalam surat edaran berlaku untuk:

 1. Mobil barang dengan Jumlah Berat Yang membebani (JBI) lebih dari 14.000 (empat belas ribu) kilogram,

2. Mobil barang dengan sumbu 3 (tiga) atau lebih,

3. Mobil barang dengan kereta tempelan,

4. Mobil barang dengan kereta gandengan, dan

5. Mobil barang yang digunakan untuk mengangkut: Bahan galian meliputi: tanah, pasir, dan/atau batu, bahan tambang, dan bahan bangunan.

Ketentuan waktu pemberlakuan operasional angkutan barang sebagai beriku:

1. Ruas Jalan Tol :

a. Arus mudik: Hari Kamis, 28 April 2022 pukul 00.00 WIB sampai dengan, Minggu, 1 Mei 2022 pukul 12.00 WIB.

b. Arus balik: Hari Sabtu, 7 Mei 2022 pukul 00.00 WIB sampai dengan, Senin, 9 Mei 2022 pukul 12.00 WIB.

2. Ruas Jalan Non Tol (Jalan Nasional):

a. Arus mudik: Hari Kamis, 28 April 2022 sampai dengan, hari Minggu, 1 Mei 2022 mulai pukul 05.00 WIB sampai dengan pukul 22.00 WIB.

b. Arus balik: Hari Sabtu, 7 Mei 2022 sampai dengan, Senin, 9 Mei 2022 mulai pukul 05.00 WIB sampai dengan pukul 22.00 WIB.

Ketentuan waktu untuk operasional angkutan barang yang dimaksud pada huruf 'b)' (Arus Balik via Tol) berlaku untuk ruas Jalan Tol sebagai berikut:

1. Lampung – Sumatera Selatan : Bakauheni – Palembang,

2. DKI Jakarta - Banten : Jakarta – Tangerang – Merak,

3. DKI Jakarta: a. Prof.DR. Ir. Sedyatmo, b. Jalan Lingkar Luar Jakarta (JORR)

4.DKI Jakarta - Jawa Barat:

a. Jakarta – Bogor – Ciawi – Cigombong,

b. Jakarta-Cikampek,

5. Jawa Barat:

a. Cikampek – Purwakarta – Padalarang – Cileunyi,

B.Cikampek - Palimanan - Kanci - Pejagan.

6. Jawa Tengah:

a. Pejagan – Pemalang – Batang – Semarang,

b. Krapyak - Jatingaleh, Semarang,

c. Jatingaleh - Srondol, Semarang,

d. Jatingaleh - Muktiharjo, Semarang,

e. Semarang – Solo – Ngawi.

7. Jawa Timur:

a. Ngawi – Kertosono - Mojokerto – Surabaya – Gempol – Pasuruan – Probolinggo,

b. Surabaya-Gresik,

c. Pandaan-Malang.

Pengaturan operasional angkutan barang dengan ketentuan waktu sebagaimana dimaksud pada huruf 'b)' (Arus Balik Non Tol) berlaku untuk Ruas Jalan Non Tol (Jalan Nasional):

1. Sumatera Utara:

a. Medan – Berastagi,

b. Pematang Siantar - Parapat Simalungun - Porsea.

2. Jambi – Sumatera Barat:

a. Jambi - Padang via Sarolangun,

b. Jambi - Padang via Tebo,

c. Jambi - Padang via Sengeti.

3. Jambi - Sumatera Selatan : Jambi - Palembang,

4. DKI Jakarta - Banten : Jakarta – Tangerang - Serang – Cilegon – Merak,

5.Banten:

a. Merak – Cilegon - Lingkar Selatan Cilegon - Anyer – Labuan,

b. Jalan Raya Merdeka - Jalan Raya Gatot Subroto,

c. Serang – Pandeglang – Labuan.

6. Jawa Barat:

a. Bandung – Nagreg – Tasikmalaya – Ciamis – Banjar,

b. Bandung – Sumedang – Majalengka – Cirebon,

c. Ciawi-Cianjur.

7. Jawa Tengah:

a.  Solo – Klaten – Yogyakarta,

b. Bawen – Magelang – Yogyakarta,

c. Brebes/Tegal - Ajibarang - Purwokerto,

d. Purwokerto – Banjarnegara – Wonosobo – Magelang (Secang).

8. Yogyakarta:

a, Jogja – Wates,

b. Jogja – Sleman – Magelang,

c. Jogja-Wonosari,

d. Jalur Jalan Lintas Selatan (Jalan Daendeles).

9. Jawa Timur:

a. Pandaan – Malang,

b. Probolinggo - Lumajang,

c. Caruban - Jombang,

d. Banyuwangi-Jember.

10. Bali: Denpasar – Gilimanuk.

Pengoperasian operasional angkutan barang sebagaimana dimaksud pada huruf 'b' (Arus Balik Tol dan Non Tol) tidak berlaku bagi mobil barang pengangkut:

1. Bahan bakar minyak atau bahan bakar gas,

2. Barang ekspor dan impor menuju/dari dan ke pelabuhan laut yang menangani ekspor dan impor, air minum dalam kemasan, ternak, pupuk, hantaran pos dan uang, barang pokok, terdiri atas: beras, tepung terigu/tepung gandum/tepung tapioka, jagung, gula, sayur dan buah–buahan, daging, ikan, daging unggas, minyak goreng dan mentega, susu, telur, garam, kedelai, bawang, dan cabe.

3. Sepeda motor mudik gratis.

Mobil barang pengangkut sebagaimana dimaksud pada huruf e harus dilengkapi dengan surat muatan dengan ketentuan:

1. Diterbitkan oleh pemilik barang yang diangkut,

2. Surat muatan yang berisi keterangan:

Jenis barang yang diangkut, tujuan pengiriman barang, dan nama dan alamat pemilik barang. Ditempelkan pada kaca depan sebelah kiri mobil barang.




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Loading....


Kanan - Iklan Sidebar

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Instagram, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.