- Turnamen Voli Putri Bontang Jadi Wadah Pemberdayaan Perempuan dan UMKM
- Kapal Fiber dan Jaring Gillnet Disiapkan, DKP3 Bontang Dorong Produktivitas KUB Nelayan
- DKP3 Perkuat Pengawasan Distribusi MBG, Pastikan Makanan Aman hingga Diterima Siswa
- Pemkot Serahkan Penanganan Sengketa Kapal Roro ke Kejaksaan, Neni: Itu Aset Pemerintah
- DKP3 Dorong Produktivitas Peternakan, Bantuan Kambing dan Pakan Difokuskan untuk Pengembangan Ternak
- DKP3 Libatkan Lintas OPD Susun FSVA 2026, Data Ketahanan Pangan Tiap Kelurahan Diverifikasi
- Libatkan Pelajar dalam Perintis Anti Narkoba, Wali Kota Bontang Pastian Pengurus Bebas Narkoba
- DKP3 Gandeng Universitas Brawijaya Kembangkan BONTAMI, Perkuat Hilirisasi Rumput Laut Bontang
- DP3AKB Bontang Sosialisasikan Aplikasi Si SAKA, Permudah Masyarakat Laporkan Dugaan Kekerasan
- Pemkot Bontang Pastikan APBD 2027 Fokus pada Program Prioritas di Tengah Tekanan Fiskal
Menatap Komisi III, Afif Rayhan Harap Infrastruktur Samarinda Lebih Baik

Keterangan Gambar : Anggota DPRD Kaltim, Andi Muhammad Afif Rayhan Harun. (Foto: Ist)
ANALOGNEWS.id, SAMARINDA - Andi Muhammad Afif Rayhan Harun, Anggota DPRD Kaltim, menyimpan ambisi besar untuk bergabung dengan Komisi III DPRD Kaltim. Baginya, masuk ke komisi ini bukan sekadar tujuan, tetapi langkah strategis untuk membawa perubahan nyata, khususnya di Kota Samarinda.
"Kalau keinginan ini tercapai, saya akan memperjuangkan infrastruktur Samarinda agar lebih baik lagi," ujar Afif, penuh optimisme.
Komisi III memiliki cakupan kerja yang luas, mulai dari Pekerjaan Umum, Perencanaan Pembangunan, Perhubungan, hingga Pertambangan dan Energi. Fokus Afif, bagaimanapun, terletak pada sektor pendidikan dan pembangunan infrastruktur.
"Banyak sekolah yang belum layak. Itu jadi perhatian utama saya," tegasnya.
Afif tak sekadar berbicara. Sebagai anggota DPRD Samarinda sebelumnya, ia memiliki pengalaman di Komisi I yang bergerak di bidang hukum. Namun, saat kini melangkah ke tingkat provinsi, ia ingin memperluas cakupan kerja.
“Latar belakang pendidikan saya memang hukum, tapi saya merasa perlu tantangan baru. Kalau saya tetap di Komisi I, rasanya seperti buang-buang potensi," tuturnya.
Ia mengungkapkan, meski nantinya bertugas di Komisi III, ia tetap akan memanfaatkan keahliannya di bidang hukum untuk membantu warga.
“Kalau ada masyarakat yang butuh bantuan hukum, saya bisa menyilang ke Komisi I. Apalagi, saya juga punya firma hukum untuk mendukung itu,” ungkapnya.
Keinginan Afif untuk masuk Komisi III dilandasi oleh mimpi besar, menjadikan Samarinda kota yang lebih layak huni. Baginya, ini adalah langkah nyata untuk memperjuangkan hak-hak masyarakat yang selama ini belum terakomodasi.
"Ini tentang bagaimana kita membangun daerah secara maksimal. Kita tidak bisa stagnan. Kita harus maju," pungkas Afif. (Fai/Adv/DPRDKaltim)










.jpg)
